Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Telepon Zakat Jangan Diangkat? Antara Niat Baik, Paranoia, dan Salah Target

by teguh
April 5, 2026
in Edge
A A
Home Edge

Tabooo.id: Edge – Lewat kampanye IM3, Indosat Ooredoo Hutchison ingin melindungi pengguna dari penipuan digital. Namun, di saat yang sama, pesan itu terasa seperti peringatan ekstrem curigai semua, termasuk yang suci.

Anti-Scam atau Anti-Percaya?

Indosat punya alasan kuat. Berdasarkan data mereka, penipuan digital selama Ramadan 2025 naik 34,7%. Selain itu, 89% kasus terjadi lewat WhatsApp dan 64% lewat telepon.

Artinya jelas scammer lagi panen.

Namun, di sisi lain, zakat juga sedang “memanen kepercayaan”.
Di sinilah masalah muncul. Ketika satu pihak bilang “hati-hati”, publik bisa menangkapnya sebagai “jangan percaya”.

Masalahnya Bukan Pesan, Tapi Cara Menyampaikan

Pesannya sederhana:
“Telepon ngajak zakat? Jangan diangkat!”

Ini Belum Selesai

Dijanjikan Kerja, WNI Justru Direkrut ke Medan Perang Rusia

Tujuh Polisi Dimutasi Usai Ungkap Kasus Narkoba Anggota DPRD

Masuk akal? Iya.
Tapi, sensitif? Juga iya.

Sebab, zakat bukan sekadar transaksi digital. Ia hidup dari iman, dari sistem sosial, dan dari kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bukan dari satu banner singkat.

Akibatnya, pesan “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer” langsung memicu reaksi.
Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) menilai narasi ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga zakat resmi.

Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim, menegaskan bahwa narasi tersebut bisa membuat masyarakat ragu merespons layanan zakat resmi yang selama ini berjalan sesuai aturan.

Indosat Klarifikasi, Publik Sudah Bereaksi

Menanggapi kritik, Indosat langsung memberi penjelasan melalui Ovidia Nomia SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison
“Kami sampaikan bahwa tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok/organisasi manapun. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya temuan potensi penipuan yang mengatasnamakan aktivitas zakat di bulan Ramadhan,” kata Ovidia dalam keterangan resminya, melansir Antara, Sabtu (04/04/2026).

Sebaliknya, mereka menyusun kampanye ini untuk merespons maraknya penipuan berkedok zakat selama Ramadan. Selain itu, Indosat juga menghentikan seluruh materi kampanye dari semua kanal sebagai bentuk tanggung jawab.

Langkahnya cepat. Namun, kepercayaan tidak pulih secepat itu.

Masalah Digital: Cepat, Tapi Sering Kehilangan Konteks

Di era digital, satu kalimat bisa menyebar dalam hitungan detik. Sementara itu, pemahaman butuh waktu.

Masalahnya, internet tidak memberi jeda. Akibatnya, publik lebih dulu bereaksi sebelum memahami.

Dan pada akhirnya, yang viral bukan niat baik melainkan bagian yang terasa salah.

Kita Jadi Siapa Sekarang?

Sekarang kita hidup di situasi yang serba tanggung:

  • Kita diminta waspada → tapi malah overthinking
  • Kita diajak peduli → tapi justru curiga
  • Kita didorong berbagi → tapi takut ditipu

Akhirnya, kita memilih aman. Namun, terlalu aman perlahan mengikis empati.

Punchline Tabooo

Mungkin masalahnya bukan hanya soal scammer. Sebaliknya, masalahnya ada pada cara kita memandang dunia lebih cepat curiga daripada percaya.

Sekarang, bahkan niat baik pun harus lolos verifikasi. Lalu, kalau semua hal kita curigai, masih adakah ruang bagi kebaikan untuk dipercaya?. @teguh

Tags: DataDigitalIndosatPenipuanPerlindunganPOROZRamadhanScammerSistemSosialSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

by teguh
Oktober 14, 2026

Perlindungan kuota internet belum sepenuhnya merata. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut tingkat kepatuhan operator seluler baru mencapai 50–70...

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

by eko
Agustus 30, 2026

Kelurahan Gilingan membuka jalan perubahan di tengah persoalan sosial lewat pendekatan humanis dan pemberdayaan warga yang ingin beralih pekerjaan. Tabooo.id...

Operator vs Konsumen: Siapa Sebenarnya Penguasa Kuota Internet?

Operator vs Konsumen: Siapa Sebenarnya Penguasa Kuota Internet?

by teguh
Agustus 30, 2026

Pagi hari, layar ponsel masih menunjukkan sisa 10 GB. Beberapa jam kemudian, masa aktif paket berakhir. Sisa data ikut lenyap...

Next Post
Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id