Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Guntur Comeback: Absen di Asia, Siap Membuktikan Diri di AFF Futsal

by teguh
April 3, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality

Tabooo.id: Sports – Pilar senior itu kini membawa satu misi personal ke Piala AFF Futsal 2026 membuktikan bahwa dirinya masih layak jadi andalan Garuda. Setelah sempat tersisih dari skuad Piala Asia, Guntur datang dengan satu hal yang lebih berbahaya dari sekadar skill lapar pembuktian.

Dari Penonton Jadi Pejuang

Indonesia memang tampil luar biasa di Piala Asia Futsal 2026. Untuk pertama kalinya, Garuda melangkah sampai final sebelum akhirnya kalah adu penalti dari Iran. Hasil runner-up itu terasa manis tapi juga menyisakan cerita yang pahit bagi pemain yang tak masuk skuad. Guntur adalah salah satunya.

Kini, saat pelatih Hector Souto kembali memanggilnya untuk pemusatan latihan jelang Piala AFF Futsal 2026 di Thailand (6–12 April), Guntur tak mau mengulang cerita yang sama. Ia ingin memastikan satu hal namanya tidak lagi hilang dari daftar akhir.

“Ini jadi ajang pembuktian buat saya. Kemarin di Piala Asia tidak ikut, sekarang saya ingin menunjukkan bahwa saya juga bisa,” ujarnya selepas latihan di Jakarta.

Target Tim Santai, Target Pribadi Ganas

Menariknya, tekanan dari luar justru tidak terlalu ia rasakan. Status Indonesia sebagai juara bertahan AFF 2024 dan performa impresif di SEA Games 2025 serta Piala Asia membuat ekspektasi publik tinggi. Tapi Guntur memilih jalan berbeda.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Ia tidak terbebani setidaknya secara tim. “Kalau tekanan tidak ada. Ini lebih ke motivasi pribadi,” katanya.

Namun di balik nada santai itu, ada target yang diam-diam tajam. Meski pelatih menyebut target tim bukan sekadar juara, Guntur justru memasang standar pribadi lebih tinggi.

“Kalau target pribadi tetap juara. Semoga bisa dapat peringkat satu lagi,” ucapnya.

Bukan Sekadar Turnamen, Ini Soal Relevansi

Bagi Guntur, AFF bukan cuma soal trofi. Ini soal eksistensi.

Di usia yang tak lagi muda dalam dunia futsal, setiap kesempatan adalah pertaruhan antara bertahan atau tergeser. Apalagi dengan regenerasi pemain muda yang terus datang membawa energi baru.

Di sinilah letak dramanya dan juga daya tariknya. Apakah pengalaman akan menang melawan momentum? Atau justru sebaliknya?

Thailand Jadi Panggung Pembuktian

Turnamen di Thailand nanti bukan sekadar kompetisi regional biasa. Ini adalah panggung seleksi, panggung validasi, dan mungkin juga panggung terakhir bagi beberapa pemain untuk menegaskan tempatnya.

Guntur tahu itu. Dan ia memilih untuk tidak lari dari kenyataan tersebut.

Ia datang bukan sebagai pemain yang nyaman tapi sebagai pemain yang ingin merebut kembali tempatnya.

Jadi, Masih Layak Jadi Andalan?

Di atas kertas, Indonesia tetap kuat. Tapi sepak bola dan futsal tidak pernah hanya soal statistik. Ini soal mental, momen, dan siapa yang paling siap saat kesempatan datang.

Guntur Sulistyo sedang mengetuk pintu itu lagi. Pertanyaannya sekarang saat pintu itu terbuka, apakah dia siap masuk atau kembali jadi penonton?. @teguh

Tags: FutsalMomentumRegenerasiSEA Games 2025SeleksiSosial & PublikTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

by eko
Agustus 20, 2026

Wayang Potehi kembali hidup di Solo. Namun, pelestarian tidak cukup dengan membuka panggung. Budaya membutuhkan generasi yang mau belajar dan...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang

Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id