Tabooo.id: Nasional – WFH satu hari dalam sepekan harusnya memberi fleksibilitas kerja. Namun, apa jadinya kalau ASN malah menjadikannya momen liburan? Karena itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf langsung pasang garis tegas pelanggaran akan berujung sanksi, bahkan pemecatan.
WFH Diawasi Ketat, Bukan Tiket Healing
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan satu hal ASN tetap harus bekerja dari rumah saat WFH. Artinya, tidak ada ruang untuk “mengakali” aturan.
Selain itu, ia juga langsung mengingatkan bahwa ASN yang nekat liburan saat WFH harus siap menerima konsekuensi.
“Mulai dari teguran tertulis, penurunan pangkat, sampai pemecatan,” tegasnya di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Sanksi Bertahap: Karier Bisa Turun, Gaji Bisa Dipotong
Gus Ipul tidak asal mengancam. Sebaliknya, ia menyusun sanksi secara bertahap dan terukur. Dengan demikian, setiap pelanggaran akan ditangani sesuai tingkat kesalahan.
Urutannya jelas:
- Pertama, atasan memberi teguran tertulis
- Kemudian, pimpinan menurunkan pangkat ASN
- Selanjutnya, instansi menahan tunjangan kinerja (tukin)
- Terakhir, negara memberhentikan ASN sebagai sanksi paling berat
Jadi, ASN yang menganggap WFH sebagai hari santai sebenarnya sedang mempertaruhkan kariernya sendiri.
Aplikasi Jadi ‘Mata’ Pengawas
Di sisi lain, Kemensos tidak hanya mengandalkan laporan manual. Sebaliknya, mereka menggunakan aplikasi untuk memantau kinerja ASN secara real-time.
Setiap ASN wajib:
- Absen pagi dan sore
- Mengisi laporan kerja melalui SKP
- Mencatat aktivitas harian secara detail
Dengan sistem ini, atasan bisa langsung melihat pola kerja. Bahkan, jika seseorang mencoba bekerja dari kafe atau tempat wisata, sistem akan menunjukkan kejanggalan.
“Insyaallah nanti kelihatan,” ujar Gus Ipul.
WFH Itu dari Rumah, Titik
Lebih lanjut, Gus Ipul menutup celah multitafsir yang sering muncul. Ia menegaskan bahwa WFH berarti bekerja dari rumah, bukan dari mana saja.
Oleh karena itu, ia menyiapkan surat edaran resmi agar semua ASN memahami aturan secara utuh. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan “salah paham”.
Kenapa Ini Penting Buat Kamu?
WFH lahir dari kepercayaan, bukan kebebasan tanpa batas. Namun, ketika ASN menyalahgunakannya, publik ikut menanggung dampaknya.
Akibatnya, layanan bisa melambat dan kinerja menurun. Pada akhirnya, kepercayaan publik juga ikut terkikis.
Sekarang pertanyaannya sederhana Kalau aturan sudah fleksibel tapi masih dilanggar, yang perlu dibenahi sistemnya atau orangnya?. @teguh






