Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Bangkit Diam-Diam: Saat Dunia Ribut, Indonesia Justru Untung

by eko
April 2, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada Kamis pagi. Mata uang Garuda naik 1 poin atau 0,01 persen ke Rp16.982 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.983.

Penguatan ini muncul di tengah kombinasi sentimen domestik yang solid dan tekanan global yang mulai mereda.

Surplus Perdagangan Dorong Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menegaskan surplus perdagangan menjadi faktor utama yang menopang rupiah.

“Surplus perdagangan meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dari 0,95 miliar dolar AS. Penurunan impor migas mendorong kenaikan ini,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan tersebut. Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, total surplus mencapai 2,23 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal tetap terjaga.

Inflasi Melambat, Stabilitas Terjaga

Selain itu, inflasi ikut memberi ruang bagi penguatan rupiah. Pada Maret 2026, inflasi turun ke 3,48 persen (yoy) dari sebelumnya 4,76 persen.

Angka tersebut sudah masuk dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5–3,5 persen.

Penurunan harga emas dan meredanya efek basis rendah mendorong perlambatan inflasi. Kondisi ini membantu menjaga daya beli sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

Sentimen Global Masih Jadi Penentu

Di sisi lain, pasar tetap mencermati dinamika global. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Iran meminta gencatan senjata. Namun, juru bicara Kemlu Iran, Esmaeli Baqaei, langsung membantah klaim tersebut.

Meski muncul perbedaan pernyataan, pasar tetap menyimpan harapan terhadap meredanya konflik. Harapan ini ikut menopang sentimen positif global.

Data Ekonomi AS Beri Sinyal Campuran

Dari Amerika Serikat, sejumlah indikator menunjukkan arah yang beragam.

Data ADP Employment naik ke 62 ribu pada Maret 2026, melampaui ekspektasi 40 ribu. Namun, angka ini sedikit turun dari periode sebelumnya.

Penjualan ritel juga pulih. Angkanya tumbuh 0,6 persen (mom) pada Februari 2026, lebih tinggi dari proyeksi pasar.

Sementara itu, sektor manufaktur bergerak tidak seragam. PMI manufaktur S&P Global turun tipis dari 52,4 ke 52,3. Sebaliknya, indeks ISM naik dari 52,4 ke 52,7.

Proyeksi Rupiah

Dengan kondisi tersebut, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan global dan perkembangan geopolitik. Kedua faktor ini akan menentukan langkah rupiah selanjutnya.@eko

Tags: BIBisnisDollarInflasiKeuanganRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Media Asing Soroti Prabowonomics, Ada Apa?

Media Asing Soroti Prabowonomics, Ada Apa?

by Tabooo
Agustus 4, 2026

Media Australia dan Belanda menyoroti arah Prabowonomics ketika rupiah melemah, modal asing keluar, dan independensi Bank Indonesia mulai dipertanyakan.

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

by dimas
Juli 28, 2026

Mundurnya Perry Warjiyo memicu pertanyaan tentang independensi Bank Indonesia. Di tengah tekanan rupiah, kepercayaan pasar menjadi ujian terbesar bagi bank...

Next Post
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id