Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Bangkit Diam-Diam: Saat Dunia Ribut, Indonesia Justru Untung

by eko
April 2, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada Kamis pagi. Mata uang Garuda naik 1 poin atau 0,01 persen ke Rp16.982 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.983.

Penguatan ini muncul di tengah kombinasi sentimen domestik yang solid dan tekanan global yang mulai mereda.

Surplus Perdagangan Dorong Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menegaskan surplus perdagangan menjadi faktor utama yang menopang rupiah.

“Surplus perdagangan meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dari 0,95 miliar dolar AS. Penurunan impor migas mendorong kenaikan ini,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan tersebut. Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026.

Ini Belum Selesai

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, total surplus mencapai 2,23 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal tetap terjaga.

Inflasi Melambat, Stabilitas Terjaga

Selain itu, inflasi ikut memberi ruang bagi penguatan rupiah. Pada Maret 2026, inflasi turun ke 3,48 persen (yoy) dari sebelumnya 4,76 persen.

Angka tersebut sudah masuk dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5–3,5 persen.

Penurunan harga emas dan meredanya efek basis rendah mendorong perlambatan inflasi. Kondisi ini membantu menjaga daya beli sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

Sentimen Global Masih Jadi Penentu

Di sisi lain, pasar tetap mencermati dinamika global. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Iran meminta gencatan senjata. Namun, juru bicara Kemlu Iran, Esmaeli Baqaei, langsung membantah klaim tersebut.

Meski muncul perbedaan pernyataan, pasar tetap menyimpan harapan terhadap meredanya konflik. Harapan ini ikut menopang sentimen positif global.

Data Ekonomi AS Beri Sinyal Campuran

Dari Amerika Serikat, sejumlah indikator menunjukkan arah yang beragam.

Data ADP Employment naik ke 62 ribu pada Maret 2026, melampaui ekspektasi 40 ribu. Namun, angka ini sedikit turun dari periode sebelumnya.

Penjualan ritel juga pulih. Angkanya tumbuh 0,6 persen (mom) pada Februari 2026, lebih tinggi dari proyeksi pasar.

Sementara itu, sektor manufaktur bergerak tidak seragam. PMI manufaktur S&P Global turun tipis dari 52,4 ke 52,3. Sebaliknya, indeks ISM naik dari 52,4 ke 52,7.

Proyeksi Rupiah

Dengan kondisi tersebut, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan global dan perkembangan geopolitik. Kedua faktor ini akan menentukan langkah rupiah selanjutnya.@eko

Tags: BIBisnisDollarInflasiKeuanganRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Ujian Cara Berpikir Kita

Rupiah Melemah, Ujian Cara Berpikir Kita

by Tabooo
Mei 17, 2026

Rupiah melemah bukan hanya ujian ekonomi. Ia juga menguji cara kita membaca realitas, antara panik, menyepelekan, dan berpikir jernih.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Pacitan

Februari 6, 2026

KPK Tetapkan Reza Maullana Sebagai Tersangka Suap Proyek Kereta Api

Februari 3, 2026

Dari Desa ke Karung: Jejak Uang Korupsi Bupati Pati

Januari 22, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id