Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PP Tunas Jalan, Tapi Siapa yang Benar-Benar Mengawasi Anak?

by dimas
April 2, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mendorong pembatasan usia pengguna platform digital lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas. Kebijakan ini langsung mendapat dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bandung. Namun, dukungan itu datang bersama peringatan aturan tidak akan efektif jika hanya berhenti di level administratif.

Ketua KPAD Kabupaten Bandung, Ade Irfan Al Anshory, menilai pembatasan usia di bawah 16 tahun sebagai langkah awal yang penting untuk melindungi anak dari paparan konten berbahaya. Ia melihat ancaman digital semakin nyata, mulai dari pornografi, perundungan siber, hingga gaya hidup instan yang merusak pola pikir anak.

Namun Ade menegaskan, kebijakan ini tidak boleh berdiri sendiri. Anak-anak tetap bisa mencari celah jika pengawasan di rumah lemah.

“Secara psikologis, anak-anak belum memiliki literasi digital dan kontrol diri yang memadai untuk menyaring konten. Kami mendukung kebijakan ini, tetapi implementasinya tidak boleh semata-mata pembatasan administratif. Harus ada edukasi dan pengawasan yang sistematis,” tegas Ade, Rabu (1/4/2026).

Celah di Balik Batas Usia

Ade menyoroti praktik yang sudah jamak terjadi anak-anak memanipulasi data usia atau menggunakan identitas orang tua untuk membuat akun. Fenomena ini menunjukkan satu hal sederhana teknologi bisa membatasi, tetapi tidak bisa mengawasi sepenuhnya.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Menurut dia, efektivitas PP Tunas sangat bergantung pada keterlibatan keluarga. Tanpa pengasuhan digital yang kuat, aturan hanya menjadi pagar yang mudah dilompati.

“Pembatasan ini adalah filter awal. Namun, kebijakan tersebut tidak akan cukup tanpa penguatan pengasuhan digital (digital parenting),” ujar Ade.

Daerah Didorong Bergerak Lebih Cepat

KPAD tidak berhenti pada kritik. Mereka langsung mendorong langkah konkret di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung diminta memperkuat sosialisasi ke sekolah dan pesantren agar anak-anak memahami risiko dunia digital sejak dini.

Selain itu, KPAD mendorong kolaborasi lintas sektor. Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga organisasi kepemudaan perlu bergerak bersama membangun ekosistem digital yang sehat. Mereka juga mengusulkan pembentukan satgas khusus untuk menangani aduan konten negatif secara cepat.

Ade bahkan mendorong pemerintah daerah memasukkan isu perlindungan anak digital ke dalam dokumen pembangunan resmi.

“Pemkab bisa memasukkan poin perlindungan ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau menerbitkan regulasi turunan berupa peraturan daerah. Selain membatasi, pemerintah juga wajib menyediakan ruang alternatif yang positif, seperti fasilitas olahraga, seni, dan keagamaan,” tambahnya.

Pemerintah Daerah Ambil Peran

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menegaskan bahwa PP Tunas bukan sekadar aturan pusat. Ia melihat kebijakan ini sebagai sinyal bahwa negara mulai serius menghadapi penyimpangan di ruang digital.

Teguh menyebut pemerintah daerah akan mengambil peran aktif dengan menyebarkan informasi hingga ke level paling bawah.

“Pemerintah daerah bertugas melakukan diseminasi informasi hingga ke level paling bawah, yakni desa, RW, dan RT. Kami ingin memastikan masyarakat paham mengapa pembatasan ini dilakukan,” ujar Teguh.

Ia juga memastikan pihaknya akan menggandeng Dinas Pendidikan untuk masuk langsung ke sekolah. Program ini akan mengedukasi siswa tentang risiko platform digital dan cara menghadapinya.

“Langkah strategis ini bukan untuk mengekang kreativitas, melainkan membangun fondasi literasi digital yang kuat agar anak-anak kita siap menghadapi masa depan tanpa terperosok dalam dampak negatif teknologi,” tambahnya.

Anak dan Orang Tua di Garis Depan

Pada akhirnya, kebijakan ini menempatkan dua pihak di garis depan anak dan orang tua. Negara bisa membuat aturan, platform bisa memasang filter, tetapi kontrol paling nyata tetap berada di rumah.

PP Tunas mungkin menjadi pagar pertama. Namun tanpa keterlibatan keluarga, pagar itu hanya akan menjadi formalitas mudah dilompati, sulit diawasi, dan sering kali terlambat disadari. @dimas

Tags: AnakDigitalDuniaEdukasiKeamanan NegaraLiterasiNasionalOnlinePerlindunganPP Tunas

Kamu Melewatkan Ini

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

by teguh
Juli 11, 2026

Membeli secangkir kopi hari ini jauh lebih mudah daripada menemukan perpustakaan yang hidup. Kedai-kedai baru bermunculan di hampir setiap sudut...

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Next Post
Makan Pedas Level Tinggi: Nikmat atau Cuma Gak Mau Malu?

Makan Pedas Level Tinggi: Nikmat atau Cuma Gak Mau Malu?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id