Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

by dimas
Maret 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan yang tengah digodok pemerintah memicu kekhawatiran baru. Isunya tidak berhenti pada produktivitas kerja, tetapi merembet ke pertanyaan yang lebih mendasar siapa yang akan kehilangan penghasilan ketika mobilitas melambat?

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengingatkan bahwa kebijakan ini membawa efek berantai. Ia menilai, setiap penurunan mobilitas pekerja akan langsung mengguncang ekosistem ekonomi sektor bawah.

Menurut Edi, pemerintah tidak cukup hanya melihat WFH sebagai alat penghematan bahan bakar minyak (BBM). Sebaliknya, pemerintah perlu membaca dampak sosial-ekonomi secara utuh. Ketika ASN dan pekerja swasta mengurangi aktivitas di luar rumah, pelaku usaha kecil ikut kehilangan denyut transaksi harian.

Mobilitas Turun, Penghasilan Ikut Tergerus

Edi menyoroti kelompok yang paling rentan terdampak. Ia menyebut pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil di sekitar perkantoran sebagai pihak yang berpotensi kehilangan pemasukan.

Saat pekerja tidak datang ke kantor, transaksi ikut menyusut. Warung makan kehilangan pelanggan, pesanan ojek menurun, dan pedagang kaki lima kehilangan arus pembeli.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Dalam situasi ini, keberlangsungan usaha kecil menjadi taruhan. Karena itu, Edi meminta pemerintah tidak terburu-buru menetapkan kebijakan tanpa perhitungan matang.

Efektif Sesaat, Rapuh untuk Jangka Panjang

Di sisi lain, Edi mengakui bahwa WFH dapat menekan konsumsi BBM, terutama saat harga minyak dunia bergejolak. Namun, ia menegaskan bahwa manfaat tersebut bersifat sementara.

Solusi jangka pendek tidak bisa menggantikan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan energi dan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Selain itu, realitas di lapangan menunjukkan tidak semua sektor bisa menerapkan kerja jarak jauh. Sektor pelayanan publik, industri, dan perdagangan tetap membutuhkan kehadiran fisik pekerja.

Tanpa perencanaan matang, kebijakan ini berisiko menurunkan produktivitas, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Skema Terbatas yang Masih Digodok

Pemerintah merespons kekhawatiran tersebut dengan menyiapkan skema terbatas. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor.

Ia menjelaskan bahwa sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tetap beroperasi seperti biasa. Kebijakan ini hanya menyasar bidang yang memungkinkan kerja jarak jauh.

Saat ini, pemerintah masih merumuskan desain final kebijakan tersebut. Nantinya, hasil perumusan akan diumumkan setelah melalui pembahasan lebih lanjut.

Menurut Prasetyo, langkah ini merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna untuk mendorong efisiensi kerja, khususnya di lingkungan pemerintahan.

Efisiensi vs Realitas Lapangan

Perdebatan pun tidak terelakkan. Pemerintah ingin menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi. Namun, di lapangan, jutaan pekerja informal menggantungkan hidup pada mobilitas harian.

Di sinilah dilema muncul. Ketika pergerakan dikurangi, aktivitas ekonomi ikut melambat. Dampaknya tidak terasa di ruang rapat, tetapi nyata di jalanan.

Jika kebijakan ini meleset dari perhitungan, yang terdampak bukan hanya statistik energi, melainkan juga penghasilan harian masyarakat kecil.

Pada akhirnya, saat kantor menjadi lebih sepi, bukan hanya meja kerja yang kosong melainkan juga peluang hidup yang ikut menghilang perlahan. @dimas

Tags: DampakEfisiensiEkonomi IndonesiaEnergiKebijakanKrisis GlobalmobilitasNasionalpekerjarakyatSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

by Tabooo
Juni 10, 2026

Rupiah melemah tidak hanya terasa di pasar uang. Ia masuk ke dapur, pom bensin, toko elektronik, bengkel, dan meja makan...

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id