Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jalan Santai Bukan Sekadar Jalan: Cara Banjar Legian Kulod Merawat Rasa Jadi “Kita”

by jeje
Maret 22, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id : Vibes – Pagi itu terasa berbeda. Bukan karena rutenya baru, tapi karena warganya benar-benar hadir. Jalan santai dalam rangka Tahun Baru Saka 1948 di Banjar Legian Kulod berubah jadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia jadi ruang untuk kembali merasa dekat.

Di tengah hidup yang makin sibuk, warga akhirnya punya alasan sederhana untuk keluar rumah, bertemu, dan saling menyapa.

Bukan Sekadar Jalan, Tapi Menjaga Ikatan

“Tujuan utamanya sederhana, tapi penting. Kami ingin menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan warga di Banjar Legian Kulod,” ujar I Nyoman Suma Nata, Kelian Banjar Legian Kulod.

Kalimat itu terdengar biasa. Tapi justru di situlah letak kejujurannya.

Kita sering hidup berdampingan, tapi jarang benar-benar terhubung. Jalan santai ini mengingatkan satu hal penting: kebersamaan tidak datang sendiri. Kita harus menciptakannya.

Ini Belum Selesai

Londo Ireng: Ketika Sejarah Menjadi Senjata Politik

Rumah Dinas Bakorwil: Sejarah Madiun yang Terlupakan

Lingkungan Sendiri, Rasa yang Lebih Dekat

Panitia tidak memilih lokasi jauh atau tempat “instagramable”. Mereka justru menggelar kegiatan ini di lingkungan banjar sendiri.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan banjar masing-masing. Kita ingin menunjukkan bahwa lingkungan kita sendiri sudah cukup untuk jadi tempat yang nyaman,” jelas I Nyoman Suma Nata.

Pesannya jelas. Kenyamanan tidak selalu datang dari tempat baru. Kadang, ia sudah ada di sekitar kita—tinggal kita hidupkan.

Di Balik Santai, Ada Kerja Nyata

Kegiatan ini terlihat ringan, tapi proses di baliknya tidak sesederhana itu.

Panitia harus menyusun waktu, mengajak warga yang sibuk, dan menyatukan banyak kepentingan. Mereka juga harus memastikan konsumsi, perlengkapan, dan kondisi teknis berjalan lancar.

Semua itu menunjukkan satu hal: kebersamaan tidak instan. Ia lahir dari kerja sama yang nyata.

Lebih dari Fisik, Ini Soal Rasa

Jalan santai ini bukan hanya soal kesehatan tubuh, tapi juga kesehatan sosial.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kebersamaan itu harus terus dijaga,” kata I Nyoman Suma Nata.

Pesan ini terasa relevan. Di era sekarang, menjaga hubungan sering kali lebih sulit daripada memulainya.

Kita mudah terhubung secara digital, tapi justru makin jarang benar-benar hadir secara nyata.

Harapan yang Tidak Berhenti di Hari Itu

Setelah kegiatan selesai, panitia tidak hanya bicara soal sukses acara.

Mereka berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, bahkan bisa lebih meriah ke depannya. Mereka juga ingin generasi muda ikut aktif, bukan sekadar hadir, tapi terlibat.

Karena banjar yang kuat tidak lahir dari acara besar semata. Ia tumbuh dari hubungan kecil yang terus dijaga.

Pada akhirnya, jalan santai ini bukan soal siapa yang paling cepat sampai.

Tapi soal siapa yang masih mau berjalan bersama. @jeje

Tags: balibanjar legian kuloddenpasarKutaLegian

Kamu Melewatkan Ini

Pencuri Ayam, Amuk Massa dan Tangis Anak Kehilangan Ayahnya

Pencuri Ayam, Amuk Massa dan Tangis Anak Kehilangan Ayah

by dimas
Juli 27, 2026

Terduga pencuri ayam tewas diamuk massa di Tabanan, Bali. Di balik tragedi itu, jeritan tangis seorang anak yang kehilangan ayahnya...

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

by teguh
Mei 17, 2026

Pernah tiba-tiba dapat OTP padahal kamu tidak login apa-apa? Atau mendadak muncul SMS pinjaman yang tidak pernah kamu ajukan? Kalau...

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

by teguh
Mei 16, 2026

Bayangkan NIK Kamu sudah dijual seseorang? mereka memakai identitasmu untuk membuka akses digital, membeli nomor telepon, lalu melewati sistem keamanan...

Next Post
Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id