Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Trump Janjikan Pengawalan Tanker di Selat Hormuz di Tengah Perang Iran

by dimas
Maret 14, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan segera mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung sekitar dua pekan.

Trump menyampaikan rencana tersebut pada Sabtu (14/3/2026). Ia menegaskan langkah pengawalan akan dilakukan dalam waktu dekat, meski belum mengungkap jadwal pasti pelaksanaannya.

“Itu akan segera terjadi, sangat segera,” tegasnya.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran besar Washington terhadap gangguan jalur energi global. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur paling vital bagi perdagangan minyak dunia.

Perang Iran Mengguncang Jalur Energi Dunia

Konflik terbaru di kawasan bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang kemudian memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Sebagai respons, Iran menutup akses Selat Hormuz. Langkah ini langsung mengguncang pasar energi global karena jalur laut sempit tersebut menjadi rute utama distribusi minyak dunia.

Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat itu setiap hari. Ketika jalur tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya terasa di Timur Tengah, tetapi juga menjalar ke Eropa, Asia, hingga Amerika.

Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz anjlok hingga 97 persen sejak operasi militer dimulai. Penurunan drastis itu membuat pasar energi global menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Militer AS Belum Sepenuhnya Siap

Meski Trump menjanjikan pengawalan tanker dalam waktu dekat, pemerintah Amerika Serikat mengakui kesiapan militernya belum sepenuhnya matang.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan militer Amerika saat ini masih memprioritaskan operasi militer terhadap Iran. Fokus utama Washington, kata Wright, adalah menghancurkan kemampuan ofensif Iran.

“Itu akan terjadi relatif segera, tetapi tidak bisa terjadi sekarang. Kami memang belum siap,” ujar Wright, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar aset militer Amerika masih difokuskan untuk operasi serangan dan menekan kemampuan militer Iran.

“Semua aset militer kami saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang memasok kemampuan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Wright memperkirakan pengawalan tanker dapat mulai berjalan sebelum akhir bulan.

Selat Hormuz: Titik Tekan Iran terhadap Dunia

Bagi Iran, Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Jalur sempit ini menjadi kartu strategis untuk menekan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutunya.

Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai Iran memahami bahwa mereka tidak memiliki kekuatan militer setara dengan Amerika Serikat dalam konfrontasi langsung.

Karena itu, Teheran memilih strategi berbeda: memperluas konflik dan menekan ekonomi global.

“Iran kalah persenjataan, tidak mungkin mereka bisa menang dalam konfrontasi langsung,” ujarVaez.

Menurutnya, Iran telah menyiapkan strategi ini sejak konflik singkat dengan Israel tahun lalu. Penutupan Selat Hormuz menjadi cara paling efektif untuk menciptakan tekanan global.

“Jika Iran menyandera ekonomi global, Trump akan menjadi pihak yang pertama ‘berkedip’,” tambahnya.

Dampak Langsung bagi Dunia

Ketika Selat Hormuz tersendat, dampaknya langsung terasa di pasar energi dunia. Harga minyak melonjak, biaya logistik meningkat, dan negara-negara pengimpor energi mulai cemas terhadap stabilitas pasokan.

Negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah menjadi pihak yang paling terdampak. Industri manufaktur, transportasi, hingga harga bahan bakar domestik ikut terancam melonjak.

Situasi ini membuat konflik di Timur Tengah tidak lagi menjadi masalah regional semata. Ketika minyak tersendat, hampir seluruh ekonomi global ikut merasakan guncangannya.

Di tengah ketegangan ini, dunia menunggu satu pertanyaan besar apakah jalur energi global bisa segera dibuka kembali, atau justru berubah menjadi medan tarik-menarik kekuatan besar.

Sebab dalam geopolitik energi, satu selat sempit di Timur Tengah bisa menentukan stabilitas ekonomi setengah dunia. @dimas

Tags: Donald TrumpDuniaEkonomi IndonesiaEnergiGeopolitikGlobalKeamanan NegaraKonflik DuniaKrisis GlobalminyakPasokanperangPerang IranSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Jalan Menuju Rumah: Sejarah dan Makna Budaya Mudik

Jalan Menuju Rumah: Sejarah dan Makna Budaya Mudik

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id