Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Waspada: Transaksi Online Naik Saat Lebaran, Risiko Phishing Ikut Meningkat

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak kamu merasa kalau menjelang liburan panjang, semuanya tiba-tiba terasa lebih santai? Promo tiket mulai bermunculan di layar ponsel. Grup keluarga mendadak ramai membahas rencana mudik. Rekan kerja juga mulai menghitung sisa cuti yang bisa dipakai sebelum Lebaran.

Di tengah suasana santai itu, ada pihak lain yang justru bekerja lebih keras. Bukan agen perjalanan. Bukan maskapai. Pelaku kejahatan siber justru melihat momen ini sebagai kesempatan emas.

Saat musim liburan tiba, orang biasanya memesan tiket pesawat, hotel, atau paket perjalanan secara online. Aktivitas digital meningkat tajam, dan di situlah para penipu mulai bergerak.

Ketika Transaksi Online Naik, Kewaspadaan Justru Turun

Fenomena ini sebenarnya sudah sering terjadi. Perusahaan teknologi Microsoft mencatat bahwa lonjakan aktivitas digital saat musim liburan sering diikuti dengan turunnya kewaspadaan pengguna.

Menurut National Technology Officer Microsoft Indonesia, Panji Wasmana, pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan situasi tersebut untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Biasanya mereka menyamar sebagai layanan yang sudah dikenal luas, seperti agen perjalanan, hotel, atau platform pemesanan tiket.

Korban kemudian menerima email, pesan singkat, atau tautan yang terlihat sangat meyakinkan. Namun di balik tampilan yang rapi itu, terdapat jebakan digital.

Tautan tersebut sering mengarah ke halaman phishing, yaitu situs palsu yang dirancang untuk mencuri data login, informasi akun, atau bahkan data pribadi. Tim keamanan Microsoft Threat Intelligence juga menemukan teknik baru bernama ClickFix.

Teknik ini bekerja dengan cara membuat halaman login atau captcha palsu yang tampak normal. Setelah itu, sistem meminta pengguna melakukan tindakan tertentu di perangkat mereka.

Tanpa disadari, langkah kecil tersebut justru memicu unduhan malware yang dapat mencuri data atau membuka akses perangkat korban.

Peneliti keamanan pertama kali menemukan metode ClickFix pada Februari 2025, dan sejak saat itu serangan serupa mulai muncul di berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara.

Kenapa Penipuan Digital Ramai Saat Liburan?

Kalau dipikir-pikir, waktunya memang sangat pas. Liburan membuat banyak orang lebih emosional dan lebih terburu-buru.

Sebagian orang ingin segera mendapatkan tiket murah. Yang lain takut kehabisan promo hotel. Banyak juga yang ingin menyelesaikan rencana perjalanan secepat mungkin.

Dalam kondisi seperti itu, otak sering memilih keputusan cepat daripada memeriksa detail.

Psikolog menyebut pola ini sebagai cognitive shortcut, yaitu kecenderungan manusia mengambil keputusan instan tanpa menganalisis informasi secara mendalam. Pelaku penipuan sangat memahami pola tersebut.

Karena itu mereka sering mengirim pesan yang terasa mendesak, misalnya:

  • “Promo tiket hanya berlaku 10 menit”
  • “Segera konfirmasi pembayaran”
  • “Verifikasi akun Anda sekarang”

Pesan seperti itu memicu rasa panik kecil yang membuat orang langsung menekan link tanpa berpikir panjang.

Di sisi lain, tampilan situs phishing sekarang semakin canggih. Banyak halaman palsu yang tampilannya hampir identik dengan situs resmi.

Form login terlihat normal. Captcha tampak meyakinkan. Bahkan logo perusahaan terlihat asli. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang memasukkan data ke situs palsu.

Cara Menghindari Phishing Saat Libur Lebaran

Walau tekniknya semakin canggih, kamu tetap bisa melindungi diri dengan beberapa langkah sederhana.

Pertama, gunakan layanan resmi. Selalu cek kontak hotel, maskapai, atau agen perjalanan melalui situs resmi mereka.

Kedua, hindari login lewat WiFi publik. Jaringan gratis di tempat umum sering memiliki keamanan yang rendah.

Ketiga, periksa alamat email dengan teliti. Pelaku penipuan sering memakai alamat yang terlihat mirip dengan layanan resmi.

Terakhir, jangan asal klik link. Jika menerima pesan mencurigakan, lebih aman membuka situs resmi secara manual melalui browser.

Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi banyak orang sering mengabaikannya. Padahal sebagian besar kasus phishing terjadi karena kesalahan kecil pengguna, bukan karena teknologi yang terlalu rumit.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Liburan seharusnya memberi waktu untuk beristirahat dari rutinitas. Namun di era digital, liburan juga berarti aktivitas online meningkat. Banyak orang memesan tiket, membayar hotel, atau merencanakan perjalanan melalui internet.

Semua itu memang terasa praktis. Sayangnya, kemudahan tersebut juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting tentang kehidupan digital kita. Teknologi memang membuat hidup lebih nyaman, tetapi pengguna tetap harus menjaga kewaspadaan.

Artinya, bukan hanya perangkat yang perlu semakin pintar. Manusia yang memakainya juga perlu lebih sadar dan lebih hati-hati.

Jadi sebelum buru-buru menekan link promo tiket murah berikutnya, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri:

Apakah tautan ini benar-benar aman atau justru jebakan digital yang menunggu korban berikutnya?. @teguh


Tags: Asia TenggaraDigitallebaranLiburanmodusNasionalOnlinePhishingPromoSiberTiket

Kamu Melewatkan Ini

Buku Masih Dicari, Pasar Sriwedari Mulai Ditinggal

Buku Masih Dicari, Pasar Sriwedari Mulai Ditinggal

by eko
Agustus 18, 2026

Pasar Buku Sriwedari Solo masih mencatat kenaikan penjualan saat tahun ajaran baru. Namun, pembeli kini lebih banyak bertransaksi secara online...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Timnas Indonesia Rilis: 41 Nama Dipanggil Herdman untuk FIFA Series 2026

Timnas Indonesia Rilis: 41 Nama Dipanggil Herdman untuk FIFA Series 2026

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id