Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Ayam Warnai Pergerakan Pangan Nasional

by dimas
Maret 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga sejumlah komoditas pangan di pasar eceran nasional masih berada pada level tinggi. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan harga daging ayam ras mencapai Rp41.050 per kilogram pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.10 WIB.

Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Di pasar eceran nasional, cabai rawit merah mencapai Rp78.900 per kilogram, menjadikannya salah satu bahan dapur paling mahal saat ini.

Kenaikan harga tersebut langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah yang mengandalkan bahan pangan pokok untuk kebutuhan harian.

Harga Bawang dan Beras Masih Tinggi

PIHPS juga mencatat harga sejumlah bumbu dapur penting masih berada pada level yang cukup tinggi. Bawang merah dijual sekitar Rp43.700 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp40.200 per kilogram.

Sementara itu, harga beras di pasar nasional masih bervariasi tergantung kualitasnya. Untuk kategori beras kualitas bawah, pedagang menjual beras kualitas bawah I sekitar Rp14.450 per kilogram dan beras kualitas bawah II sekitar Rp14.500 per kilogram.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Pada kategori menengah, beras medium I mencapai Rp15.950 per kilogram, sedangkan beras medium II sekitar Rp15.800 per kilogram.

Untuk beras premium, harga bergerak lebih tinggi. Pedagang menjual beras super I sekitar Rp17.200 per kilogram, sementara beras super II berada di kisaran Rp16.700 per kilogram.

Bagi banyak rumah tangga, selisih harga beberapa ribu rupiah per kilogram cukup memengaruhi pengeluaran bulanan, terutama ketika kebutuhan beras menjadi konsumsi utama setiap hari.

Cabai dan Daging Tetap Mahal

Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga masih menunjukkan harga tinggi di pasar nasional.

Pedagang menjual cabai merah besar sekitar Rp43.850 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp44.250 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit hijau berada di kisaran Rp52.750 per kilogram.

Harga protein hewani juga masih tinggi. Daging sapi kualitas I mencapai Rp144.550 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II sekitar Rp136.500 per kilogram.

Harga tersebut membuat daging sapi semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat, terutama bagi keluarga yang harus menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan bulanan.

Minyak Goreng dan Gula Relatif Stabil

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga minyak goreng dan gula menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Pedagang menjual minyak goreng curah sekitar Rp19.000 per liter. Untuk produk kemasan, minyak goreng bermerek I mencapai Rp22.700 per liter, sedangkan minyak goreng bermerek II sekitar Rp21.700 per liter.

Sementara itu, gula pasir premium mencapai Rp19.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di kisaran Rp18.550 per kilogram.

Selain itu, pedagang menjual telur ayam ras sekitar Rp32.600 per kilogram, yang masih menjadi salah satu sumber protein paling terjangkau bagi masyarakat.

Dampak Langsung ke Pengeluaran Rumah Tangga

Pergerakan harga pangan selalu menjadi perhatian publik karena langsung memengaruhi biaya hidup masyarakat. Ketika harga cabai, ayam, dan bahan dapur lain naik bersamaan, tekanan langsung terasa di dapur rumah tangga.

Pedagang pasar tradisional sering merasakan dampak pertama dari situasi ini. Mereka harus menyesuaikan harga jual, sementara pembeli mulai mengurangi jumlah belanja.

Di atas kertas, angka harga pangan mungkin hanya terlihat sebagai statistik ekonomi. Namun di pasar dan dapur rumah tangga, angka-angka itu berubah menjadi satu pertanyaan sederhana berapa banyak bahan makanan yang masih bisa dibeli hari ini. @dimas

Tags: AyamBank IndonesiaberascabaiEkonomi IndonesiaHarga PanganInflasiPanganPasarSembako

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Harga Emas Antam Turun Rp26.000 dalam Sepekan, Pasar Masih Berfluktuasi

Harga Emas Antam Turun Rp26.000 dalam Sepekan, Pasar Masih Berfluktuasi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id