Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gempa 6,4 M Guncang Sinabang, Aceh, Getaran Terasa hingga Medan

by dimas
Maret 3, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sinabang, Aceh, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 6,4, Selasa (3/3/2026) siang. Warga berhamburan keluar rumah, sekolah dan perkantoran menghentikan aktivitas sementara, sementara getaran merambat hingga sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan pusat gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer tenggara Sinabang, dengan kedalaman 26 kilometer. BMKG menegaskan gempa ini muncul akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Kedalaman dangkal membuat guncangan terasa kuat di permukaan.

Getaran Meluas, Warga Panik

BMKG mencatat intensitas gempa mencapai skala IV MMI di Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Simeulue. Pada level ini, banyak orang merasakan getaran di dalam rumah siang hari, dan benda-benda ringan bergoyang.

Di Nias dan Pinangsori, getaran berada pada skala III–IV MMI. Warga di Aceh Selatan, Meulaboh, Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang, dan Subulussalam melaporkan guncangan skala III MMI. Wilayah Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Gayo Lues merasakan intensitas II–III MMI, sedangkan Bener Meriah, Banda Aceh, dan Aceh Besar hanya merasakan getaran skala II MMI.

Warga panik sesaat, tetapi belum ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa. Meski gempa terjadi di laut, BMKG memastikan pusat gempa tidak memicu tsunami.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Tetap Waspada Meski Tanpa Tsunami

BMKG juga mencatat satu kali gempa susulan bermagnitudo 3,2 hingga pukul 12.18 WIB. Getaran susulan ini lebih ringan, tetapi warga tetap diminta waspada. BMKG mendorong masyarakat memeriksa kondisi rumah, khususnya jika terlihat retakan atau kerusakan struktural.

Otoritas meminta warga mengikuti informasi resmi, mengingat daerah Aceh dan Sumatera Utara selalu berisiko gempa. Kesiapsiagaan dan prosedur keselamatan menjadi kunci menghadapi situasi ini.

Dampak bagi Masyarakat

Kelompok yang paling terdampak adalah warga pesisir Aceh dan Kepulauan Nias. Selain efek psikologis, pedagang pasar, pelaku usaha kecil, dan sekolah mengalami gangguan aktivitas. Masyarakat di Medan juga merasakan getaran meski jarak jauh.

Gempa ini menjadi pengingat bahwa tinggal di jalur cincin api memerlukan kesadaran penuh terhadap risiko. Pemerintah dan warga perlu terus memperkuat kesiapsiagaan, dari edukasi kebencanaan hingga pembangunan bangunan tahan gempa. Alam tidak bisa dinegosiasikan yang bisa dilakukan hanyalah bersiap, bukan panik. @dimas

Tags: AcehbencanabmkgDaruratgempaKesadaranKesiapsiagaanNasionalSumatera UtaraTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar.

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar

by dimas
Juni 8, 2026

Tsunami akibat gempa M 7,7 di Filipina mencapai pesisir Kalimantan Timur. Meski hanya 20-30 sentimeter, BMKG mengingatkan ancamannya tidak boleh...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Serangan Israel Guncang Teheran, Kompleks Kepresidenan Iran Hancur

Serangan Israel Guncang Teheran, Kompleks Kepresidenan Iran Hancur

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id