Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bulog Pastikan Harga Pangan Stabil di Makassar Jelang Lebaran

by dimas
Maret 1, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026), untuk mengecek harga komoditas pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia menegaskan langkah itu sebagai bagian dari pengawasan rutin guna menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan permintaan musiman.

Rizal menyebut temuan lapangan menunjukkan harga relatif terkendali. Ia menilai pengawasan intensif mampu meredam potensi lonjakan yang kerap muncul saat momen hari besar keagamaan.

“Temuan ini menjadi sinyal penting bahwa pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya di sela inspeksi.

Harga Pokok Terkendali, Daging di Bawah Acuan

Dalam sidak tersebut, Bulog mencatat harga beras SPHP, minyak goreng, gula, dan tepung masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, harga daging sapi berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Pedagang menjual daging sapi sekitar Rp120.000 per kilogram, lebih rendah dari acuan Rp140.000.

Selain itu, harga ayam berkisar Rp32.000-33.000 per kilogram. Sementara komoditas hortikultura juga terpantau stabil. Cabai merah keriting dijual sekitar Rp20.000 per kilogram, lebih murah dibanding Jakarta yang menyentuh Rp30.000. Cabai rawit berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, juga lebih rendah dari harga ibu kota yang mendekati Rp70.000.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Rizal menilai perbedaan itu menunjukkan pasokan lokal berperan besar dalam menahan gejolak harga. Distribusi yang lancar membuat pedagang tidak memiliki alasan menaikkan harga secara berlebihan.

Pengawasan Diperketat, Spekulasi Ditekan

Bulog mendorong Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melakukan pengawasan minimal tiga kali sepekan hingga Idulfitri. Rizal secara tegas mengingatkan pedagang agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk menaikkan harga tanpa dasar.

Ia menekankan bahwa transparansi HET dan HAP di kios memudahkan konsumen ikut mengawasi. Selain itu, penjualan oleh pengecer yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) mempermudah aparat menindak pelanggaran.

Langkah ini penting karena lonjakan harga pangan selalu memukul kelompok berpendapatan rendah lebih dulu. Buruh harian, pekerja sektor informal, dan keluarga dengan pengeluaran konsumsi tinggi menjadi pihak yang paling terdampak jika harga naik tajam. Stabilitas harga memungkinkan rumah tangga merencanakan belanja tanpa harus memangkas kebutuhan lain.

Stabilitas Bukan Sekadar Klaim

Rizal menegaskan Bulog akan menjaga stok dan distribusi agar tidak muncul celah kelangkaan. Ia mengklaim pengawasan konsisten dan pasokan aman akan menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Namun, publik tentu menunggu konsistensi di lapangan. Sebab setiap Ramadan, janji stabilitas selalu terdengar meyakinkan yang sering kali diuji justru saat antrean mulai panjang dan permintaan melonjak. @dimas

Tags: 2026BulogEkonomi IndonesiaHargalebaranMakassarPanganrakyatRamadanSatgasStabilitas

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
Hormuz Membara, Dunia Terancam: Minyak, Dendam, dan Ancaman Perang

Hormuz Membara, Dunia Terancam: Minyak, Dendam, dan Ancaman Perang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id