Tabooo.id: Sports – Deru mesin meraung di tikungan terakhir Sirkuit Buriram. Dua motor melesat sejajar, nyaris tanpa jarak. Penonton menahan napas ketika garis finis tinggal hitungan meter. Dalam sepersekian detik yang menentukan itu, Hayato Chisiki memastikan namanya berdiri paling atas.
Pembalap Jepang tersebut menjuarai Race 1 Idemitsu Moto4 Asia Cup Thailand 2026, Sabtu (28/2), lewat duel yang membuat jantung berdegup kencang. Ia mencatat waktu 27:01.085 untuk 15 lap dan mengungguli kompatriotnya, Waku Kunitate, hanya dengan selisih 0,017 detik.
Angka itu hampir tak terlihat di layar waktu. Namun jarak super tipis tersebut menjadi pembeda antara juara dan runner-up.
Hasil Ketat, Pertarungan Tanpa Ampun
Sejak lampu start padam, balapan langsung memanas. Chisiki dan Kunitate saling membuntuti, menekan satu sama lain tanpa memberi ruang bernapas. Beberapa kali keduanya bertukar posisi, memancing sorak penonton di setiap tikungan.
Di belakang duel panas itu, Pembalap Indonesia Bintang Pranata tampil disiplin. Rider Indonesia tersebut menjaga konsistensi, merawat ritme, dan mengamankan podium ketiga dengan selisih +2.613 detik. Strateginya jelas: minim kesalahan, maksimalkan peluang.
Pacharagorn Thonggerdloung dari Thailand finis keempat (+2.831), diikuti Haruki Matsuyama asal Jepang (+2.999). Lima besar terpaut sangat rapat, menunjukkan betapa ketatnya level persaingan musim ini.
Sebanyak 22 pembalap menyentuh garis finis. Meski begitu, perhatian publik tetap terkunci pada duel dramatis dua rider Jepang di lap penentuan.
Emosi Tumpah di Parc Fermé
Begitu balapan berakhir, Chisiki langsung mengangkat tangan sebelum memeluk kru timnya. Ekspresi lega bercampur bangga terpancar jelas.
“Saya hanya fokus ke garis finis. Saya tahu Waku sangat dekat, jadi saya dorong motor semaksimal mungkin di tikungan terakhir,” ujarnya.
Kunitate menerima hasil itu dengan kepala tegak. “Selisihnya sangat tipis. Kami bertarung bersih. Saya akan balas di race berikutnya,” katanya penuh determinasi.
Bintang Pranata pun tak menyembunyikan kepuasannya. “Saya jaga konsistensi dan kumpulkan poin penting. Musim masih panjang,” ucapnya mantap.
Lebih dari Sekadar Seri Pembuka
Kemenangan ini bukan hanya soal trofi pertama. Chisiki langsung mengirim pesan kuat bahwa ia siap memburu gelar musim ini. Duel 0,017 detik tersebut juga menegaskan bahwa Moto4 Asia Cup 2026 akan berlangsung sengit sejak awal.
Bagi Indonesia, podium Bintang menjadi suntikan optimisme. Ia membuktikan bahwa rider Merah Putih mampu bersaing di barisan depan Asia.
Musim baru saja dimulai. Perjalanan masih panjang. Namun Race 1 di Buriram sudah menghadirkan satu pelajaran penting: dalam dunia balap, sejarah sering lahir bukan dari dominasi jauh di depan melainkan dari keberanian menekan gas sepersekian detik lebih cepat dari siapa pun. @teguh





