Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (27/2/2026) pagi, setelah merampungkan rangkaian lawatan kerja ke sejumlah negara. Hujan tipis menyambut kepulangannya, tetapi agenda politik dan ekonomi yang ia bawa pulang jauh lebih deras dampaknya.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung di bawah tangga pesawat. Ia memberi hormat, lalu menyalami Presiden. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prabowo menyalami satu per satu jajarannya, lalu berbincang singkat dengan Menhan dan Panglima TNI sebelum meninggalkan lokasi.
Kepulangan ini menutup tur diplomasi yang sarat agenda strategis: perdagangan, investasi, hingga kerja sama pertahanan.
Dari Washington ke London: Diplomasi Dagang dan Investasi
Prabowo memulai lawatan dari Amerika Serikat pada 17 Februari 2026. Di sana, ia menghadiri sidang Board of Peace sekaligus bertemu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan bilateral itu menghasilkan penandatanganan perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) setelah negosiasi panjang.
Kesepakatan ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah lanskap ekspor-impor Indonesia ke pasar AS. Jika implementasinya berjalan mulus, pelaku industri manufaktur dan komoditas berorientasi ekspor akan merasakan dampak langsung. Namun di sisi lain, pelaku usaha dalam negeri juga harus bersiap menghadapi persaingan produk impor yang bisa semakin kompetitif.
Dari Washington, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Arm Limited. Langkah ini membuka peluang investasi teknologi dan penguatan ekosistem industri berbasis semikonduktor.
Bagi generasi muda dan pelaku startup teknologi, kerja sama ini menyimpan harapan baru. Pemerintah ingin mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global, tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi juga pemain.
Timur Tengah: Politik, Pertahanan, dan Modal Asing
Setelah Eropa, Prabowo bergerak ke Yordania. Ia mengunjungi Istana Basman di Amman dan bertemu Raja Abdullah II of Jordan. Pertemuan itu memperkuat hubungan bilateral, terutama di sektor pertahanan dan kerja sama kawasan.
Lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Prabowo bertemu Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr. Keduanya menggelar pertemuan bilateral sekaligus buka puasa bersama, simbol diplomasi yang cair namun strategis.
UEA selama ini menjadi salah satu investor utama di Indonesia. Pemerintah berharap komitmen investasi baru segera terealisasi, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan hilirisasi. Jika arus modal asing mengalir konsisten, pemerintah bisa mempercepat proyek strategis nasional. Namun masyarakat tetap menunggu satu hal konkret lapangan kerja.
Siapa yang Paling Terdampak?
Rangkaian lawatan ini bukan sekadar agenda seremoni luar negeri. Kesepakatan tarif dengan AS menyentuh eksportir, buruh pabrik, dan pelaku UMKM yang bergantung pada pasar global. Kerja sama investasi teknologi menyasar talenta digital dan sektor industri masa depan. Sementara komitmen dari Timur Tengah menyangkut proyek infrastruktur yang berdampak pada pekerja konstruksi hingga pelaku usaha lokal.
Namun dampak positif itu tetap bergantung pada implementasi di dalam negeri. Tanpa regulasi yang jelas dan birokrasi yang efisien, kesepakatan internasional bisa berhenti sebagai headline tanpa eksekusi.
Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, pemerintah berupaya mengamankan posisi Indonesia melalui diplomasi aktif. Prabowo membawa pulang dokumen perjanjian dan janji investasi. Kini publik menunggu realisasinya.
Sebab pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari foto jabat tangan di istana luar negeri. Mereka hidup dari harga pangan yang stabil, pekerjaan yang tersedia, dan ekonomi yang benar-benar bergerak. Diplomasi boleh tinggi terbang, tetapi hasilnya harus terasa sampai ke dapur rumah tangga. @dimas




