Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Usai Tur Diplomasi Global, Prabowo Mendarat dan Disambut Gibran

by dimas
Februari 27, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (27/2/2026) pagi, setelah merampungkan rangkaian lawatan kerja ke sejumlah negara. Hujan tipis menyambut kepulangannya, tetapi agenda politik dan ekonomi yang ia bawa pulang jauh lebih deras dampaknya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung di bawah tangga pesawat. Ia memberi hormat, lalu menyalami Presiden. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prabowo menyalami satu per satu jajarannya, lalu berbincang singkat dengan Menhan dan Panglima TNI sebelum meninggalkan lokasi.

Kepulangan ini menutup tur diplomasi yang sarat agenda strategis: perdagangan, investasi, hingga kerja sama pertahanan.

Dari Washington ke London: Diplomasi Dagang dan Investasi

Prabowo memulai lawatan dari Amerika Serikat pada 17 Februari 2026. Di sana, ia menghadiri sidang Board of Peace sekaligus bertemu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan bilateral itu menghasilkan penandatanganan perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) setelah negosiasi panjang.

Kesepakatan ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah lanskap ekspor-impor Indonesia ke pasar AS. Jika implementasinya berjalan mulus, pelaku industri manufaktur dan komoditas berorientasi ekspor akan merasakan dampak langsung. Namun di sisi lain, pelaku usaha dalam negeri juga harus bersiap menghadapi persaingan produk impor yang bisa semakin kompetitif.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dari Washington, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Arm Limited. Langkah ini membuka peluang investasi teknologi dan penguatan ekosistem industri berbasis semikonduktor.

Bagi generasi muda dan pelaku startup teknologi, kerja sama ini menyimpan harapan baru. Pemerintah ingin mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global, tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi juga pemain.

Timur Tengah: Politik, Pertahanan, dan Modal Asing

Setelah Eropa, Prabowo bergerak ke Yordania. Ia mengunjungi Istana Basman di Amman dan bertemu Raja Abdullah II of Jordan. Pertemuan itu memperkuat hubungan bilateral, terutama di sektor pertahanan dan kerja sama kawasan.

Lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Prabowo bertemu Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr. Keduanya menggelar pertemuan bilateral sekaligus buka puasa bersama, simbol diplomasi yang cair namun strategis.

UEA selama ini menjadi salah satu investor utama di Indonesia. Pemerintah berharap komitmen investasi baru segera terealisasi, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan hilirisasi. Jika arus modal asing mengalir konsisten, pemerintah bisa mempercepat proyek strategis nasional. Namun masyarakat tetap menunggu satu hal konkret lapangan kerja.

Siapa yang Paling Terdampak?

Rangkaian lawatan ini bukan sekadar agenda seremoni luar negeri. Kesepakatan tarif dengan AS menyentuh eksportir, buruh pabrik, dan pelaku UMKM yang bergantung pada pasar global. Kerja sama investasi teknologi menyasar talenta digital dan sektor industri masa depan. Sementara komitmen dari Timur Tengah menyangkut proyek infrastruktur yang berdampak pada pekerja konstruksi hingga pelaku usaha lokal.

Namun dampak positif itu tetap bergantung pada implementasi di dalam negeri. Tanpa regulasi yang jelas dan birokrasi yang efisien, kesepakatan internasional bisa berhenti sebagai headline tanpa eksekusi.

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, pemerintah berupaya mengamankan posisi Indonesia melalui diplomasi aktif. Prabowo membawa pulang dokumen perjanjian dan janji investasi. Kini publik menunggu realisasinya.

Sebab pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari foto jabat tangan di istana luar negeri. Mereka hidup dari harga pangan yang stabil, pekerjaan yang tersedia, dan ekonomi yang benar-benar bergerak. Diplomasi boleh tinggi terbang, tetapi hasilnya harus terasa sampai ke dapur rumah tangga. @dimas

Tags: diplomasiEkonomi IndonesiaGlobalHubunganInggrisInternasionalInvestasiKebijakanNasionalPerdaganganPrabowo SubiantoTarif

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Ko Erwin Dicegat Saat Kabur, Bareskrim Usut Setoran Rp 2,8 Miliar

Ko Erwin Dicegat Saat Kabur, Bareskrim Usut Setoran Rp 2,8 Miliar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id