Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Usai Tur Diplomasi Global, Prabowo Mendarat dan Disambut Gibran

by dimas
Februari 27, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (27/2/2026) pagi, setelah merampungkan rangkaian lawatan kerja ke sejumlah negara. Hujan tipis menyambut kepulangannya, tetapi agenda politik dan ekonomi yang ia bawa pulang jauh lebih deras dampaknya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung di bawah tangga pesawat. Ia memberi hormat, lalu menyalami Presiden. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prabowo menyalami satu per satu jajarannya, lalu berbincang singkat dengan Menhan dan Panglima TNI sebelum meninggalkan lokasi.

Kepulangan ini menutup tur diplomasi yang sarat agenda strategis: perdagangan, investasi, hingga kerja sama pertahanan.

Dari Washington ke London: Diplomasi Dagang dan Investasi

Prabowo memulai lawatan dari Amerika Serikat pada 17 Februari 2026. Di sana, ia menghadiri sidang Board of Peace sekaligus bertemu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan bilateral itu menghasilkan penandatanganan perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) setelah negosiasi panjang.

Kesepakatan ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah lanskap ekspor-impor Indonesia ke pasar AS. Jika implementasinya berjalan mulus, pelaku industri manufaktur dan komoditas berorientasi ekspor akan merasakan dampak langsung. Namun di sisi lain, pelaku usaha dalam negeri juga harus bersiap menghadapi persaingan produk impor yang bisa semakin kompetitif.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Dari Washington, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Inggris. Di London, ia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Arm Limited. Langkah ini membuka peluang investasi teknologi dan penguatan ekosistem industri berbasis semikonduktor.

Bagi generasi muda dan pelaku startup teknologi, kerja sama ini menyimpan harapan baru. Pemerintah ingin mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global, tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi juga pemain.

Timur Tengah: Politik, Pertahanan, dan Modal Asing

Setelah Eropa, Prabowo bergerak ke Yordania. Ia mengunjungi Istana Basman di Amman dan bertemu Raja Abdullah II of Jordan. Pertemuan itu memperkuat hubungan bilateral, terutama di sektor pertahanan dan kerja sama kawasan.

Lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Prabowo bertemu Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr. Keduanya menggelar pertemuan bilateral sekaligus buka puasa bersama, simbol diplomasi yang cair namun strategis.

UEA selama ini menjadi salah satu investor utama di Indonesia. Pemerintah berharap komitmen investasi baru segera terealisasi, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan hilirisasi. Jika arus modal asing mengalir konsisten, pemerintah bisa mempercepat proyek strategis nasional. Namun masyarakat tetap menunggu satu hal konkret lapangan kerja.

Siapa yang Paling Terdampak?

Rangkaian lawatan ini bukan sekadar agenda seremoni luar negeri. Kesepakatan tarif dengan AS menyentuh eksportir, buruh pabrik, dan pelaku UMKM yang bergantung pada pasar global. Kerja sama investasi teknologi menyasar talenta digital dan sektor industri masa depan. Sementara komitmen dari Timur Tengah menyangkut proyek infrastruktur yang berdampak pada pekerja konstruksi hingga pelaku usaha lokal.

Namun dampak positif itu tetap bergantung pada implementasi di dalam negeri. Tanpa regulasi yang jelas dan birokrasi yang efisien, kesepakatan internasional bisa berhenti sebagai headline tanpa eksekusi.

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, pemerintah berupaya mengamankan posisi Indonesia melalui diplomasi aktif. Prabowo membawa pulang dokumen perjanjian dan janji investasi. Kini publik menunggu realisasinya.

Sebab pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari foto jabat tangan di istana luar negeri. Mereka hidup dari harga pangan yang stabil, pekerjaan yang tersedia, dan ekonomi yang benar-benar bergerak. Diplomasi boleh tinggi terbang, tetapi hasilnya harus terasa sampai ke dapur rumah tangga. @dimas

Tags: diplomasiEkonomi IndonesiaGlobalHubunganInggrisInternasionalInvestasiKebijakanNasionalPerdaganganPrabowo SubiantoTarif

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Next Post
Ko Erwin Dicegat Saat Kabur, Bareskrim Usut Setoran Rp 2,8 Miliar

Ko Erwin Dicegat Saat Kabur, Bareskrim Usut Setoran Rp 2,8 Miliar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id