Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tito Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Program Tiga Juta Rumah

by dimas
Februari 26, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Ruang Sidang Utama Kemendagri, Rabu (25/2/2026), Tito mendorong kepala daerah untuk aktif memanfaatkan peluang yang tersedia agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah sendiri.

Peluang Kepala Daerah

Menurut Tito, program ini tidak hanya bermanfaat bagi rakyat, tetapi juga memudahkan kepala daerah menjalankan tugas utama mereka, yaitu meningkatkan derajat dan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini sebenarnya membantu teman-teman kepala daerah juga. Salah satu tugas mereka adalah mengangkat harkat martabat rakyat masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Tito menekankan pentingnya Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai alat percepatan layanan.

“Jika daerah memiliki MPP, pengurusan PBG dan BPHTB bisa selesai dalam hitungan menit. Bahkan ada yang hanya butuh beberapa menit,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Sebaliknya, daerah yang belum memaksimalkan MPP akan menghadapi hambatan sehingga masyarakat harus melalui prosedur panjang.

Rumah Terjangkau, Dukungan Nyata untuk MBR

Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah telah menetapkan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) agar harga rumah lebih terjangkau. Tito menekankan bahwa kebijakan ini harus diatur melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada), dan pemerintah pusat telah mengecek kesiapan Perkada tersebut.

“Pengembang dapat menjual lebih murah dengan bebas PBG dan BPHTB, tetapi aturan itu harus ada di Perkada. Kami sudah pastikan semua Perkada siap,” tambahnya.

Kolaborasi Pusat dan Daerah

Rapat koordinasi itu menghadirkan jajaran penting, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta gubernur dan wakil gubernur dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Aceh.

Dengan kolaborasi pusat-daerah yang kuat, Tito yakin program akan berjalan efektif. Ia mendorong daerah melakukan sosialisasi masif dan memaksimalkan keberadaan MPP agar masyarakat dapat segera memanfaatkan program.

“Ini peluang bagi kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan perumahan, baik renovasi maupun pembangunan baru,” pungaksnya.

Dampak Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, program ini berarti akses cepat ke rumah yang terjangkau. Secara politik, program memperlihatkan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat, sekaligus memperkuat legitimasi kepala daerah yang mampu menuntaskan persoalan perumahan. Selain itu, pembangunan rumah juga mendorong sektor konstruksi dan menciptakan lapangan kerja lokal.

Namun, Tito mengingatkan bahwa daerah yang lambat menindaklanjuti kebijakan ini berpotensi membuat masyarakat kehilangan manfaat. Ia menegaskan bahwa efektivitas program tidak hanya soal anggaran, tetapi juga disiplin dan kecepatan birokrasi.

Menutup Hari dengan Catatan

Program Tiga Juta Rumah bisa menjadi simbol keberpihakan pemerintah, atau sekadar slogan jika pelaksanaannya lambat. Tito menekankan, kunci keberhasilan terletak pada kedisiplinan kepala daerah dan kesiapan mereka mengeksekusi kebijakan.

Di dunia nyata, rumah murah memang bisa dibangun. Namun tanpa birokrasi yang cepat dan efisien, rakyat tetap menunggu dan menunggu itu, ironisnya, selalu mahal. @dimas

Tags: Kepala DaerahKesejahteraanKolaborasimasyarakatpelayananProgramrakyatRumahSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Sampah yang Menumpuk atau Kepemimpinan yang Mandek?

Sampah yang Menumpuk atau Kepemimpinan yang Mandek?

by dimas
Juni 21, 2026

Gunungan sampah bukan sekadar masalah lingkungan. Krisis ini mencerminkan kualitas kepemimpinan dan keberanian membangun sistem yang efektif. Tabooo.id - Setiap...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Prabowo Dapat Apresiasi Raja Yordania, Komitmen Indonesia untuk Gaza Dipuji

Prabowo Dapat Apresiasi Raja Yordania, Komitmen Indonesia untuk Gaza Dipuji

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id