Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ratusan Massa Geruduk Mapolda DIY, Robohkan Pagar dan Teriakkan Keadilan

by dimas
Februari 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Jalan menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Selasa (24/2/2026) petang dipenuhi ratusan mahasiswa dan warga. Mereka meninggalkan kampus UPN dan berjalan kaki menuju Mapolda, bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk menyalurkan kemarahan yang menumpuk akibat tragedi di Maluku. Bahkan, mereka membawa poster dan spanduk sambil berteriak tuntutan keadilan agar aparat mendengar suara mereka.

Tragedi Maluku Memantik Kemarahan Publik

Di Kota Tual, anggota Brigade Mobil (Brimob), Bripda Mesias Siahaya, menghantam kepala seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), AT (14), hingga tewas. Berita kematian itu memicu gelombang kemarahan di Yogyakarta.

“Ini bentuk kemarahan masyarakat Jogja terkait apa yang terjadi di Maluku. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, tiba-tiba dihantam helm kepalanya, terus tewas,” ujar peserta aksi berinisial UDE.

Akibat peristiwa ini, masyarakat menyadari bahwa sistem hukum gagal melindungi anak-anak. Oleh karena itu, aksi kali ini menjadi ekspresi spontan kemarahan publik yang ingin suaranya terdengar.

Aksi Tanpa Panggung dan Rundown

Sejak aksi terakhir pada Agustus tahun lalu, masyarakat menilai reformasi Polri tidak berjalan. Karena frustrasi, mereka bergerak tanpa panggung orasi, tanpa draf tuntutan, dan tanpa alur yang terencana. Massa mengekspresikan kekecewaan dengan mencoret pagar Mapolda menggunakan pylox dan merobohkan tembok di sisi timur. Dengan cara ini, setiap tindakan menjadi ekspresi spontan kemarahan publik.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Ketegangan di Halaman Mapolda

Ketegangan memuncak ketika massa merangsek ke halaman Mapolda. Petugas memasang kawat berduri dan menyiagakan kendaraan rantis, tetapi sebagian massa berhasil menembus penghalang tersebut. Teriakan dan langkah mereka bergema, menegaskan ketidakpercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan menakutinya.

“Yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Aksi ini adalah upaya meluapkan kemarahan masyarakat Jogja,” tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa yang terdampak bukan hanya keluarga korban di Maluku, tetapi seluruh masyarakat yang merasakan ketidakadilan dari lembaga yang seharusnya menegakkan hukum.

Permintaan Maaf Bripda Mesias, Namun Publik Masih Marah

Bripda Mesias meminta maaf atas kelalaiannya yang menyebabkan kematian AT, dan polisi langsung memecatnya. Namun, pengusiran satu anggota saja tidak mampu meredam amarah publik. Warga dan mahasiswa menilai tragedi ini sebagai pengingat pahit ketika institusi gagal menegakkan keadilan, masyarakat harus mengubah ruang publik menjadi arena tuntutan pertanggungjawaban.

Di tengah puing pagar yang roboh dan cat semprot yang menempel, tersimpan pesan jelas: warga yang terdampak langsung tidak bisa diabaikan. Dalam demokrasi, teriakan di jalan terkadang lebih efektif daripada surat resmi. Akhirnya, kemarahan masyarakat menjadi saksi bisu kegagalan reformasi yang katanya sudah lama dijalankan. @dimas

Tags: Breaking NewsDemoDemokrasiJalananJogjaKeadilanMahasiswaMalukuMassaPolda DIYPolriReformasiSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Polisi Bakal Razia Kendaraan ke Rumah? Ini Faktanya

Polisi Bakal Razia Kendaraan ke Rumah? Ini Faktanya

by eko
September 15, 2026

Klaim polisi bakal razia kendaraan ke rumah mulai akhir September 2026 beredar di Facebook. Faktanya, klaim itu hoaks. Tabooo.id: -...

Jadi Kader atau Dipaksa Tunduk? Senioritas di Balik Jurit Malam UIN Kendari

Jadi Kader atau Dipaksa Tunduk? Senioritas di Balik Jurit Malam UIN Kendari

by teguh
September 10, 2026

Pukul 01.30 WITA, Minggu, 06/09/2026, kegiatan jurit malam UIN Kendari masih berlangsung. Di tengah gelapnya malam, seorang mahasiswi berusia 19...

Senioritas Jadi Kekerasan: Ada Apa dengan Pengaderan Kampus?

Senioritas Jadi Kekerasan: Ada Apa dengan Pengaderan Kampus?

by teguh
September 9, 2026

Universitas Hasanuddin (Unhas) membekukan sementara kegiatan pengaderan kampus di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) setelah dugaan perpeloncoan dan...

Next Post
Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Prabowo di Bawah Bayang-Bayang Jokowi?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id