Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel Percepat Registrasi Lahan Tepi Barat, Arab Tuduh Arah Aneksasi

by dimas
Februari 22, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global

Tabooo.id: Global – Pemerintah Israel resmi menyetujui proses baru untuk mendaftarkan lahan di Tepi Barat sebagai “properti negara”. Keputusan ini langsung memicu kritik keras dari negara-negara Arab dan otoritas Palestina karena dinilai membuka jalan menuju aneksasi terselubung.

Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan kebijakan tersebut bertujuan mengklarifikasi hak kepemilikan tanah secara transparan dan menyeluruh. Pemerintah Israel mengklaim langkah ini akan menyelesaikan berbagai sengketa hukum lama, terutama setelah muncul pendaftaran lahan ilegal di wilayah yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina.

Namun, respons internasional bergerak cepat. Mesir, Qatar, dan Yordania menilai Israel melanggar hukum internasional dan memperkuat kontrol atas wilayah pendudukan. Ketiga negara itu memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketegangan kawasan.

Area C Jadi Pusat Perubahan

Israel akan memfokuskan proses registrasi lahan di Area C, wilayah yang mencakup sekitar 60 persen Tepi Barat dan berada di bawah kontrol penuh keamanan serta administrasi Israel. Melalui mekanisme baru ini, otoritas Israel akan memverifikasi klaim kepemilikan tanah secara administratif.

Di sinilah kontroversi muncul. Banyak warga Palestina selama puluhan tahun menguasai lahan berdasarkan warisan keluarga atau pengakuan komunitas, bukan dokumen formal. Jika mereka gagal membuktikan kepemilikan sesuai standar administrasi Israel, negara berpotensi mengklasifikasikan tanah itu sebagai milik negara.

Ini Belum Selesai

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Otoritas Palestina di Ramallah menilai kebijakan tersebut sebagai awal proses aneksasi de facto. Mereka bahkan menyerukan intervensi global untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai perampasan sistematis terhadap fondasi negara Palestina.

Tekanan Politik dari Dalam Israel

Di dalam negeri, spektrum politik kanan Israel mendorong pengambilalihan wilayah Tepi Barat secara lebih terbuka. Pekan lalu, kabinet keamanan Israel juga menyetujui langkah-langkah baru untuk memperketat kontrol atas wilayah itu.

Pemerintah kini mengizinkan warga Yahudi Israel membeli lahan secara langsung di beberapa area tertentu. Selain itu, otoritas Israel memperluas kewenangan pengelolaan situs keagamaan yang sebelumnya berada di bawah administrasi Palestina.

Langkah-langkah ini menunjukkan arah kebijakan yang lebih agresif. Israel tidak hanya mengatur administrasi tanah, tetapi juga memperkuat kontrol politik dan demografi wilayah.

Warga Palestina Paling Terdampak

Lebih dari tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat, sementara lebih dari 500 ribu warga Israel menetap di pemukiman yang menurut hukum internasional dianggap ilegal. Ketimpangan ini membuat setiap perubahan kebijakan pertanahan berdampak langsung pada keseharian masyarakat sipil.

Petani, keluarga desa, dan komunitas lokal menghadapi risiko kehilangan akses atas lahan produktif. Mereka tidak hanya berhadapan dengan konflik politik, tetapi juga prosedur administratif yang kompleks dan mahal.

Kelompok hak asasi manusia melaporkan peningkatan tekanan terhadap warga Palestina, termasuk ekspansi permukiman dan kekerasan oleh sebagian pemukim. Situasi ini memperbesar kekhawatiran bahwa perubahan hukum akan mempercepat perubahan demografi secara permanen.

Sikap Amerika Serikat Masih Hati-Hati

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan keberatan terhadap aneksasi penuh Tepi Barat. Namun hingga kini, Washington belum mengkritik secara langsung kebijakan registrasi lahan terbaru tersebut.

Sikap ini memperlihatkan kehati-hatian diplomatik. Amerika Serikat berusaha menjaga stabilitas kawasan sekaligus mempertahankan hubungan strategis dengan Israel.

Tanah yang Diperebutkan, Masa Depan yang Dipertaruhkan

Sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967, wilayah ini menjadi pusat sengketa paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Bagi warga Palestina, Tepi Barat merupakan inti dari negara masa depan. Sebaliknya, sebagian kelompok politik Israel melihat wilayah itu sebagai bagian historis yang tidak terpisahkan.

Kini, pertarungan itu memasuki fase administratif. Pemerintah tidak mengerahkan tank atau pasukan tambahan, tetapi menggunakan dokumen, peta, dan proses registrasi.

Pertanyaannya bukan lagi siapa yang menguasai tanah hari ini, melainkan siapa yang akan diakui secara hukum besok. Dan dalam konflik panjang ini, selembar sertifikat bisa mengubah nasib sebuah generasi. @dimas

Tags: diplomasiGeopolitikGlobalInternasionalIsraelIsuKonflik DuniaKriminal & HukumKrisis GlobalmemanasPalestinaPolitik IndonesiaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Ribuan Massa Suarakan Penolakan di Tengah Konser Andrea Bocelli

Ribuan Massa Suarakan Penolakan di Tengah Konser Andrea Bocelli

by dimas
Oktober 31, 2026

Ribuan massa menggelar aksi penolakan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur, Magelang, terkait polemik rekam jejak dan isu Palestina. Tabooo.id...

Di Tengah Penolakan, Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung di Borobudur

Di Tengah Penolakan, Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung di Borobudur

by dimas
Oktober 31, 2026

Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur tetap digelar di tengah penolakan terkait isu Palestina. Polda Jawa Tengah menyiagakan pengamanan selama...

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

by teguh
Oktober 14, 2026

Sebuah pesawat sudah mengudara. Tujuannya jelas, rute penerbangan sudah berjalan, dan misi pengiriman kargo seharusnya tinggal mengikuti prosedur. Namun, perjalanan...

Next Post
Film Train Dreams: Kereta Waktu untuk Kenangan dan Kehilangan

Film Train Dreams: Kereta Waktu untuk Kenangan dan Kehilangan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id