Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dipukul Helm Saat Berkendara, Remaja Tual Tewas di Tangan Oknum Brimob

by dimas
Februari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kejadian tak terduga pada Kamis (19/2/2026) itu menjadi momen terakhir bagi Arianto Tawakal, remaja 14 tahun, menikmati hidupnya. Selepas sahur pertama Ramadan, ia mengendarai motor bersama sang kakak menyusuri jalanan Kota Tual dengan suasana yang masih lengang dan sejuk.

Namun keceriaan pagi itu tidak berlangsung lama. Saat melintas di Jalan Marren, perjalanan santai yang semula terasa biasa berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.

Di kawasan yang dikenal rawan balapan liar itu, sejumlah personel Brimob sedang melakukan pemantauan. Dalam situasi tersebut, seorang anggota berinisial Bripda MS diduga memukul wajah korban menggunakan helm. Benturan keras membuat korban kehilangan kendali, lalu tubuhnya terjatuh dan kepalanya menghantam aspal.

Petugas segera membawa korban ke rumah sakit. Meski tim medis berupaya maksimal, nyawa pelajar itu tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala.

Kesaksian Keluarga dan Versi yang Berbeda

Menurut kakaknya, Nasri Karim, mereka tidak terlibat balapan liar. Ia menegaskan bahwa keduanya hanya berkendara santai setelah sahur.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Saat melintasi turunan jalan, kecepatan motor memang meningkat. Meski begitu, Nasri menyebut tidak ada aksi kebut-kebutan. Tiba-tiba, seorang anggota aparat melompat dari trotoar dan mengayunkan helm ke arah wajah adiknya.

Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh dengan keras. Darah mengalir dari hidung dan mulutnya, sementara bagian samping kepala mengalami luka serius. Dalam kondisi kritis, aparat mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Selain itu, Nasri mengaku sempat mendapat tekanan saat pemeriksaan. Ia menyebut ada upaya memaksanya mengakui keterlibatan dalam balapan liar, namun ia tetap bertahan pada keterangannya.

Tuntutan Keluarga dan Respons Kepolisian

Keluarga mengecam keras tindakan yang merenggut nyawa anak mereka. Mereka meminta pelaku menerima hukuman maksimal, termasuk pemecatan dari institusi kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, memastikan aparat telah menahan terduga pelaku. Proses pidana berjalan bersamaan dengan pemeriksaan kode etik.

Kapolda Maluku, Dadang Hartarto, juga memerintahkan investigasi menyeluruh. Tim pengawas internal diturunkan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan objektif dan profesional.

Dampak yang Lebih Luas

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Peristiwa tersebut juga memunculkan kembali pertanyaan tentang pendekatan aparat dalam penertiban masyarakat.

Di tengah upaya menjaga ketertiban, aparat dituntut mengedepankan proporsionalitas. Sebab ketika tindakan melampaui batas, kepercayaan publik ikut runtuh.

Kini masyarakat menanti bukan sekadar janji penegakan hukum, melainkan perubahan nyata dalam cara aparat menjalankan kewenangannya. @dimas

Tags: AparatBerdukaKeadilankekerasanKriminal & HukumMalukuPelajarPenegakanReformasiStopSuaratransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

by dimas
September 25, 2026

Munir di Malioboro menghidupkan kembali ingatan tentang perjuangan HAM, 22 tahun setelah kematiannya dan pertanyaan hukum yang belum selesai. Tabooo.id...

Munir, Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Impunitas

Munir, Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Impunitas

by dimas
September 23, 2026

Munir, Andrie Yunus dan bayang-bayang impunitas kembali membuka pertanyaan tentang kekerasan terhadap pembela HAM dan ruang sipil. Tabooo.id - Malam...

Menanti Keamanan di Papua, Warga Sipil Terus Dibayangi Kekerasan

Menanti Keamanan di Papua, Warga Sipil Terus Dibayangi Kekerasan

by dimas
September 20, 2026

Menanti keamanan di Papua setelah penembakan Aris Sanda. TNI memburu pelaku, sementara DPR menyoroti perlindungan warga sipil. Tabooo.id - Jalan...

Next Post
Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id