Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

by teguh
Oktober 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Disdikpora DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) meminta siswa SMA/SMK tetap belajar selama jam sekolah. Sebaliknya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengizinkan mahasiswa mengikuti demonstrasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Selasa 20/10/2026.

Tabooo.id: Yogyakarta – Disdikpora DIY mengutamakan keselamatan siswa dan kelancaran pembelajaran. UMY mendukung mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan masyarakat.

Kedua institusi memilih pendekatan berbeda. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan bagaimana sekolah dan kampus menjaga keselamatan pelajar sekaligus mengajarkan demokrasi?.

Disdikpora DIY Minta Siswa Fokus Belajar

Kepala Disdikpora DIY, Suci Rahmadi, menyampaikan imbauan secara lisan kepada kepala balai pendidikan menengah dan kepala sekolah. Ia meminta siswa tetap berada di lingkungan sekolah selama jam belajar.

“Selama waktu belajar mengajar ya tetap anak-anak berada di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Suci saat dihubungi pada Selasa 20/10/2026.

Suci mengaku belum menerima laporan ketidakhadiran siswa secara massal. Namun, ia khawatir ajakan demonstrasi setelah jam sekolah dapat membawa pelajar ke situasi berisiko.

Ini Belum Selesai

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Terduga Pembakar Warung Mi Babi Ditangkap, Motif Masih Misteri

Disdikpora DIY berencana berkomunikasi dengan sekolah dan orang tua. Suci ingin kedua pihak mengawasi aktivitas siswa setelah jam belajar berakhir.

Suci mengakui hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Ia meminta sekolah dan keluarga membantu siswa memahami risiko demonstrasi di ruang publik.

Dinas tersebut memilih imbauan lisan, bukan surat larangan resmi. Masyarakat perlu membedakan arahan pendidikan dari larangan hukum. Informasi yang tersedia menjelaskan permintaan agar siswa tetap belajar selama jam sekolah.

UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

UMY mengambil pendekatan berbeda. Kampus ini mengizinkan mahasiswa dari seluruh fakultas mengikuti demonstrasi di sekitar Titik Nol Kilometer Yogyakarta. BEM bersama organisasi mahasiswa UMY lainnya menggagas aksi tersebut.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kemahasiswaan, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Faris Al-Fadhat, menilai mahasiswa memiliki beragam pandangan tentang kondisi bangsa. Ia mendorong mahasiswa menyampaikan pandangan itu kepada pemerintah dan masyarakat.

“Kami dari pihak kampus selalu mendukung mereka, termasuk juga aksi hari ini,” kata Faris pada Selasa 20/10/2026.

UMY mendukung partisipasi mahasiswa sekaligus meminta mereka menjaga ketertiban. Kampus mendorong peserta menyampaikan aspirasi secara damai dan bijaksana. Pihak kampus juga meminta mahasiswa menjaga fasilitas umum.

Mahasiswa berhak menyampaikan kritik. Namun, mereka tetap harus menghormati hak masyarakat lain dan menjaga keamanan lingkungan.

Hak Bersuara Menuntut Tanggung Jawab

Disdikpora DIY menjaga kegiatan belajar dan keselamatan siswa. Sementara itu, UMY membuka ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Kedua pendekatan tersebut tidak harus bertentangan. Sekolah dapat menjaga kegiatan belajar sekaligus mengajarkan demokrasi. Kampus juga dapat mendukung demonstrasi sambil mengingatkan mahasiswa tentang etika dan tanggung jawab publik.

Masyarakat perlu memahami perbedaan antara imbauan dan larangan. Disdikpora DIY meminta siswa tetap belajar selama jam sekolah. Namun, informasi yang tersedia tidak menunjukkan adanya surat larangan resmi dari dinas tersebut.

Izin kampus juga tidak menghapus tanggung jawab mahasiswa. Setiap peserta harus menjaga keselamatan, menghormati hak orang lain, dan menghindari tindakan yang merugikan masyarakat.

Demokrasi Tak Berhenti di Gerbang Sekolah

Persoalan ini bukan sekadar tentang siapa yang boleh turun ke jalan. Tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan sekolah dan kampus membekali generasi muda dengan pemahaman tentang hak, risiko, dan tanggung jawab demokrasi.

Siswa membutuhkan perlindungan sekaligus kesempatan mempelajari kebebasan berpendapat. Mahasiswa membutuhkan ruang untuk menyampaikan kritik sekaligus kesadaran bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi.

Orang tua, sekolah, dan kampus memegang peran penting. Ketiganya perlu membangun komunikasi terbuka agar generasi muda memahami alasan mereka bersuara, tujuan yang ingin mereka capai, dan dampak tindakan mereka terhadap orang lain.

Larangan tanpa dialog berisiko mempersempit ruang diskusi. Sebaliknya, kebebasan tanpa pendampingan dapat membuat pelajar dan mahasiswa mengabaikan risiko di lapangan. Sekolah dan kampus perlu melindungi pelajar, membuka ruang kebebasan, serta menanamkan tanggung jawab.

Demokrasi yang sehat membutuhkan warga yang berani menyampaikan kritik. Masyarakat juga perlu menguji informasi, menyusun argumen, menghormati perbedaan, dan mempertanggungjawabkan tindakan.

Pendidikan demokrasi tidak cukup mengajarkan cara menyampaikan pendapat. Sekolah dan kampus perlu membantu generasi muda memahami apa yang mereka perjuangkan, mengapa mereka bersuara, dan bagaimana memperjuangkan aspirasi tanpa merugikan orang lain. @teguh

Tags: BEM UMYDemo MahasiswaDemonstrasi YogyakartaDisdikpora DIYKebebasan BerpendapatPendidikan DemokrasiSiswa SMA SMKUMY

Kamu Melewatkan Ini

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

by teguh
Oktober 20, 2026

Ribuan aparat bersiap mengamankan jalanan Jakarta. Di sisi lain, masyarakat bersiap menyampaikan aspirasi, memperingati dua tahun Prabowo–Gibran, atau sekadar menjalani...

Aktivis Tak Lagi Aman:Apa di Balik Dugaan Pengeroyokan Hafidz Hernanda?

Aktivis Tak Lagi Aman: Apa di Balik Dugaan Pengeroyokan Hafidz Hernanda?

by teguh
Oktober 6, 2026

Malam di Tebet, Jakarta Selatan, menyisakan pertanyaan besar bagi gerakan mahasiswa dan aktivis tak lagi aman. Hafidz Hernanda, Koordinator Sosial...

Usai Demonstrasi di Gramedia, Perebutan Narasi Dimulai

Usai Demonstrasi di Gramedia, Perebutan Narasi Dimulai

by dimas
September 4, 2026

Usai demonstrasi di Gramedia Yogyakarta, dua versi kejadian muncul. Siapa yang benar, apa faktanya, dan mengapa perebutan narasi menjadi penting?...

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id