Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baru 3,5 Bulan Dinonaktifkan, Sahroni Sudah Jadi Wakil Ketua Komisi III Lagi

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia menggantikan Rusdi Masse setelah pimpinan DPR menerima surat resmi dari Fraksi NasDem tentang pergantian posisi pimpinan komisi.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, langsung membacakan penetapan itu dalam rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (19/2/2026). Ia lalu meminta persetujuan forum, dan para anggota komisi menjawab serempak setuju.

Dengan keputusan itu, Sahroni resmi kembali ke lingkaran elite pengawasan hukum di parlemen. Komisi III bukan komisi biasa. Komisi ini mengawasi kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga peradilan institusi yang menentukan wajah penegakan hukum di Indonesia.

Namun, kembalinya Sahroni memunculkan pertanyaan baru. Sebab, masa hukumannya belum sepenuhnya berlalu.

Dari Pernyataan Kontroversial hingga Hukuman Etik

Nama Sahroni sempat menjadi sorotan tajam publik pada Agustus 2025. Saat itu, ia menanggapi kritik keras terhadap DPR yang muncul di tengah kemarahan publik soal kenaikan tunjangan anggota dewan.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Alih-alih meredam situasi, ia justru melontarkan pernyataan yang memicu kemarahan lebih besar. Ia menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”

Pernyataan itu menyulut gelombang kritik luas. Publik menilai ucapan tersebut merendahkan masyarakat.

Akibatnya, Partai NasDem langsung menonaktifkan Sahroni sebagai anggota DPR mulai 1 September 2025. Tidak berhenti di situ, Mahkamah Kehormatan Dewan kemudian menjatuhkan sanksi etik berupa penonaktifan selama enam bulan.

Putusan itu berlaku sejak November 2025.

Namun, ketika DPR kembali menunjuknya sebagai Wakil Ketua Komisi III pada Februari 2026, masa hukuman tersebut baru berjalan sekitar tiga setengah bulan.

Secara hitung-hitungan, hukumannya belum sepenuhnya selesai.

Rumah Dijarah, Karier Politik Tetap Pulih

Kontroversi Sahroni tidak hanya terjadi di ruang publik. Kemarahan massa juga menjalar ke kehidupan pribadinya.

Pada puncak kemarahan publik, sekelompok massa menyerbu rumah Sahroni di Jakarta Utara. Mereka merusak dan menjarah berbagai barang berharga.

Kerugian yang dialami Sahroni mencapai puluhan miliar rupiah.

Beberapa bulan kemudian, ia bahkan merobohkan rumah tersebut.

Namun, di tengah semua badai itu, karier politiknya justru pulih.

Kini, ia kembali menduduki posisi strategis di parlemen.

Publik Bertanya, Standar Etik Berlaku untuk Siapa?

Kembalinya Sahroni ke kursi pimpinan Komisi III membawa konsekuensi besar.

Komisi III mengawasi hukum. Komisi ini menentukan arah pengawasan polisi, jaksa, dan pengadilan.

Karena itu, integritas pimpinan komisi menjadi hal krusial.

Namun, ketika seorang politikus yang pernah dihukum etik bisa kembali ke posisi strategis sebelum masa sanksinya sepenuhnya selesai, publik mulai bertanya-tanya.

Siapa yang sebenarnya diawasi?

Dan lebih penting lagi apakah hukuman etik benar-benar hukuman, atau hanya jeda singkat sebelum semuanya kembali seperti biasa. @dimas

Tags: DemokrasiDPREtikaKomisi IIIKontroversinasdemNasionalParlemenPolitik IndonesiariSanksi

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 800 Meter Jadi Alarm Nyata Warga Lereng

Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 800 Meter Jadi Alarm Nyata Warga Lereng

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id