Tabooo.id: Sports – Lapangan keras Dubai kembali jadi saksi ledakan kejutan. Di tengah sorotan bintang-bintang besar, satu nama dari Indonesia mencuri panggung Janice Tjen. Tanpa status unggulan, tanpa beban ekspektasi besar, Janice melaju ke babak 16 besar WTA 1000 Dubai Tennis Championships 2026 dengan cara yang penuh energi dan emosi. Dan kini, ujian sesungguhnya menanti.
Tumbangkan Dua Nama Besar
Janice membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas Dayana Yastremska. Ia bermain agresif, disiplin, dan berani mengambil risiko di momen krusial. Skor tegas mengantar langkahnya ke babak kedua.
Namun kejutan sesungguhnya hadir di laga berikutnya. Janice menumbangkan finalis US Open, Leylah Fernandez, dalam dua set langsung. Duel itu berlangsung ketat, terutama di sesi tie-break yang menguras napas. Janice tetap tenang. Ia membaca arah bola dengan jeli dan mengunci poin-poin kritis tanpa ragu.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini pernyataan.
Sementara itu, di sisi lain undian, Amanda Anisimova melangkah mulus. Unggulan kedua itu mendapat bye di babak pertama. Di laga pembuka, ia langsung menyingkirkan mantan juara Grand Slam Barbora Krejcikova dengan permainan agresif khasnya.
Anisimova datang dengan reputasi mentereng. Ia menutup musim 2025 secara fenomenal dan sempat menembus peringkat 3 dunia pada Januari 2026. Groundstroke datar dan kerasnya sering mematikan lawan sebelum reli berkembang.
Duel Gaya: Agresor vs Si Lincah
Janice dan Anisimova membawa dua gaya yang kontras. Janice mengandalkan kelincahan kaki dan variasi pukulan. Ia membangun poin dengan sabar, lalu menyerang saat celah terbuka. Ia memaksa lawan bermain lebih lama.
Sebaliknya, Anisimova menekan sejak servis pertama. Ia mengambil bola lebih awal, memotong waktu reaksi lawan, dan mengakhiri reli secepat mungkin.
Pertemuan di Aviation Club Tennis Centre, Rabu (18/02/2026), akan menjadi duel strategi. Jika Janice mampu memperpanjang reli dan memancing kesalahan, peluang terbuka. Namun jika Anisimova menemukan ritme cepatnya, tekanan akan datang bertubi-tubi.
Kesempatan Emas, Bukan Sekadar Laga
Bagi Janice, laga ini melampaui tiket perempat final. Ia kini konsisten di jajaran 50 besar dunia. Kemenangan atas Anisimova bisa mendorongnya mendekati 40 besar sebuah lompatan historis bagi tenis Indonesia.
Bagi Anisimova, kemenangan berarti menjaga posisi elite lima besar dunia dari kejaran rival senegaranya.
Namun di balik hitung-hitungan ranking, ada makna lebih besar. Janice berdiri sebagai simbol generasi baru tenis Indonesia. Ia tidak datang untuk sekadar tampil. Ia datang untuk bersaing.Dubai kini menunggu jawaban. Apakah kisah underdog ini berlanjut, atau ratu unggulan kembali menegaskan kuasa?
Satu hal pasti Janice sudah membuktikan bahwa ia pantas berada di panggung ini. Kini, dunia menunggu bab berikutnya. @teguh





