Tabooo.id: Sports – Minggu siang (15/02/2026) di Aviation Club Tennis Centre terasa membara. Namun di tengah suhu panas dan tekanan panggung besar, Janice Tjen justru tampil dengan kepala dingin. Sejak gim pertama, ia langsung menantang ritme agresif Dayana Yastremska.
Memang, Yastremska sempat memimpin 1-0, bahkan kembali unggul 2-1. Akan tetapi, Janice tak goyah. Ia membaca permainan, mempercepat tempo, lalu membalikkan keadaan menjadi 3-2. Sejak saat itu, momentum beralih. Dan ketika gim ke-10 set pertama tiba, Janice menutupnya tanpa memberi satu poin pun. Skor 6-4 pun tercatat untuk Indonesia.
Dominasi Tanpa Ampun di Set Kedua
Memasuki set kedua, Janice tak mengendurkan tekanan. Sebaliknya, ia justru tampil semakin tajam. Pada gim pertama, ia melesat 1-0 tanpa kehilangan poin. Lalu, meski Yastremska mencoba bangkit di gim kedua, Janice tetap menjaga keunggulan 2-0.
Tekanan sempat datang di gim ketiga. Reli panjang memaksa pertandingan masuk deuce. Namun lagi-lagi, Janice menunjukkan mental baja. Ia mengunci poin penting dan memperlebar jarak menjadi 3-0. Setelah itu, dominasi semakin jelas. Bahkan pada gim berikutnya, Yastremska kembali tak mendapat satu poin pun.
Memang, petenis Ukraina itu sempat memperkecil skor menjadi 1-4. Namun setelah itu, Janice mengakhiri perlawanan dengan dua gim beruntun. Skor akhir 6-1 memastikan langkahnya ke babak kedua Dubai Championships 2026.
Janice: Percaya Diri, Tapi Tetap Waspada
Kemenangan straight set ini bukan sekadar angka. Janice menunjukkan kualitas sebagai petenis putri nomor satu Indonesia. Ia mengalahkan pemain peringkat 42 dunia dengan permainan agresif dan konsisten.
Di babak kedua, tantangan sudah menanti. Janice akan menghadapi pemenang antara Liudmila Samsonova dan Leylah Fernandez. Menariknya, pada 2026 ini Janice pernah merasakan dua hasil berbeda ia menumbangkan Fernandez di Australia Open, tetapi kalah dari Samsonova di Abu Dhabi Open. Karena itu, laga berikutnya akan menjadi ujian sekaligus peluang pembuktian.
Lebih dari Sekadar Lolos Babak Kedua
Kemenangan ini terasa penting. Bukan hanya karena Janice melaju ke babak kedua, melainkan karena ia menang dengan dominasi dan keyakinan. Ia tak sekadar bertahan dari tekanan ranking lawan yang lebih tinggi. Ia menyerang, mengontrol, dan menyelesaikan pertandingan dengan tegas.
Bagi publik Indonesia, performa ini memberi harapan baru. Janice tak lagi sekadar tampil di turnamen elite. Kini, ia datang untuk bersaing. Dan jika ritme ini terus terjaga, Dubai bisa menjadi panggung besar berikutnya bagi tenis putri Indonesia. @teguh




