Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

5000 Kue Keranjang Ludes! Hujan Tak Mampu Bubarkan Grebeg Sudiro 2026

by eko
Februari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras mengguyur kawasan Pasar Gede, Solo, Minggu (15/2/2026). Namun air dari langit tak mampu membubarkan lautan manusia yang memadati perayaan Grebeg Sudiro 2026. Ribuan warga tetap bertahan, basah kuyup, demi satu hal berebut kue keranjang, ikon perayaan menyambut Tahun Baru Imlek.

Hujan Deras, Antusiasme Tak Luntur

Sekitar 5.000 kue keranjang panitia susun dalam dua jodang atau gunungan besar: jodang lanang dan jodang wadon. Panitia juga membagikan sebagian kue dari panggung utama. Begitu aba-aba diberikan, warga langsung merangsek maju. Payung bertabrakan, sandal terlepas, namun semangat tak goyah.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, membuka parade secara langsung. Kirab diawali pasukan Paskibra yang membawa gambar Burung Garuda, disusul korps drum band, lalu atraksi liong dan barongsai yang menyedot perhatian. Dentuman musik dan tabuhan tambur berpadu dengan sorak warga yang tak peduli pakaian mereka sudah basah.

Kirab Budaya, Simbol Akulturasi

Sekitar 50 kelompok masyarakat ikut meramaikan kirab. Tak hanya dari Solo, peserta dari luar kota juga ambil bagian. Rute arak-arakan mengelilingi Pasar Gede, kawasan yang dikenal sebagai Kampung Pecinan dan menjadi pusat perayaan Imlek di Kota Bengawan.

Di tengah guyuran hujan yang sempat turun cukup deras, warga tetap memadati sepanjang rute. Mereka berdiri berjam-jam demi menyaksikan kirab sekaligus menunggu pembagian kue keranjang.

Ini Belum Selesai

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Nuryanto (32), warga Sukoharjo, datang lebih awal agar tak kehabisan. Ia berhasil membawa pulang tiga kue keranjang.

“Ya tetap semangat meski hujan turun. Saya tetap berebut dan berdesak-desakan untuk mendapatkan kue keranjang di Grebeg Sudiro tahun ini,” ujarnya.

UMKM Panen Rezeki, Warga Panen Harapan

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama, memastikan panitia membagikan total 5.000 kue kepada masyarakat. Ia menegaskan konsep tahun ini tetap mempertahankan tradisi kirab budaya seperti tahun sebelumnya.

“Karnaval seperti tahun lalu, rutenya mengelilingi kawasan Pasar Gede yang dikenal sebagai Kampung Pecinan,” kata Arsatya.

Bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar Pasar Gede, keramaian ini membawa berkah. Dagangan laris, pembeli berdatangan, dan perputaran uang terasa cepat. Sementara itu, warga yang tak kebagian kue tetap bertahan demi merasakan atmosfer kebersamaan. Mereka mungkin pulang tanpa kue, tetapi tidak tanpa cerita.

Grebeg Sudiro sekali lagi membuktikan diri sebagai simbol akulturasi Jawa dan Tionghoa di Solo. Di kota ini, hujan boleh deras, tetapi tradisi tak pernah surut. Dan di antara payung-payung yang saling berbenturan, kebersamaan justru terasa paling hangat. @eko

Tags: Hujanimlek

Kamu Melewatkan Ini

BMKG: Separuh Indonesia Masuk Kemarau, Ancaman Kekeringan Kian Meluas

BMKG: Separuh Indonesia Masuk Kemarau, Ancaman Kekeringan Kian Meluas

by eko
Juli 14, 2026

BMKG menyebut 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebanyak 92,64 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan rendah, meningkatkan...

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

by teguh
April 7, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di timeline Instagram, semuanya tampak seperti lelucon. Seorang petani di Tuban meminta pemadam kebakaran menyiram jagung. Bukan...

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

by teguh
April 7, 2026

Tabooo.id: Nasional - Apa yang kamu lakukan saat kemarau terlalu panjang dan tanaman mulai mati? Seorang petani di Tuban memilih...

Next Post
Longsor Hantam Area Parkir Curug Sikarim, Dieng

Longsor Hantam Area Parkir Curug Sikarim, Dieng

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id