Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

by teguh
Agustus 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Kabar kelulusan kuliah justru membuat Timbul, 49, cemas. Status desil kesejahteraannya berubah dari desil 1 menjadi desil 9 yang bisa berakibat kuliah anak tukang becak terancam.

Tabooo.id: Kulon Progo – Perubahan itu ikut memengaruhi akses keluarganya terhadap sejumlah program bantuan. Padahal, penghasilan Timbul sebagai tukang becak tidak menentu dan itu juga akan Mempengaruhi kuliah anak tukang becak terancam karena semua bantuan pemerintah berhenti.

Anaknya, Lutfi Arya Wijaya, 18, mendapat kursi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan mesin. Namun, biaya kuliah kini menjadi beban besar bagi keluarga tersebut.

“Anak sambat mau kuliah. Tapi saya tukang becak, masuk Desil 9. Anak nangis karena sudah telanjur daftar.”

Timbul, Senin, 24/08/2026.

Dari Becak ke Kampus

Timbul setiap hari berangkat dari Lendah menuju Yogyakarta. Ia mencari penumpang di kawasan Malioboro untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Penghasilannya berubah-ubah. Pada hari kerja, penumpang kadang sangat sedikit. Akibatnya, Timbul bisa membawa pulang uang yang jauh dari cukup.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Akhir pekan biasanya memberi hasil lebih baik. Pendapatannya bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Namun, angka itu belum menghitung biaya bensin dan makan. Timbul tetap harus membagi uang tersebut untuk kebutuhan rumah dan pendidikan anak.

Sejak sekolah, Lutfi memahami kondisi keluarganya. Ia bahkan menyisihkan sebagian uang saku sekitar Rp20 ribu setiap hari.

Kini, Lutfi menghadapi persoalan lain. Status desil ayahnya membuat keluarga mereka kesulitan mengakses bantuan pendidikan.

Rumah dan Motor Bukan Berarti Sejahtera

Timbul mempertanyakan perubahan status tersebut. Ia mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan mengenai perubahan desil keluarganya.

Rumah tempat tinggalnya memang memiliki dinding permanen dan sebagian lantainya sudah berkeramik. Namun, rumah itu masih tercatat atas nama tujuh keluarga.

Timbul juga memiliki sepeda motor. Ia memakai kendaraan tersebut untuk perjalanan dari Lendah menuju Yogyakarta.

Bagi Timbul, motor itu bukan simbol kemapanan. Kendaraan tersebut justru membantu menghemat biaya perjalanan saat ia mencari nafkah. Di sinilah persoalan data mulai terasa nyata.

Pemkab Kulon Progo Minta BPS Cek Ulang

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merespons persoalan tersebut. Pemkab mendorong verifikasi ulang agar data desil sesuai dengan kondisi warga.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyatakan pemerintah perlu melibatkan BPS, kalurahan, dan kapanewon.

“Menentukan desil juga seperti tersebut dipastikan lagi dan lebih detail, dalam artian lebih detail itu situasi.”

Ambar juga meminta pemerintah di tingkat kalurahan menyampaikan perubahan kondisi warga melalui jalur koordinasi.

“Dari kalurahan, kapanewon atau kecamatan, dengan pemerintah daerah, jadi data itu sinkron dan pasti.”

Pemkab ingin memastikan pemerintah membaca kondisi sosial ekonomi warga secara langsung. Pemerintah juga menempatkan pendidikan sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Angka Bisa Berubah, Hidup Tidak Menunggu

Kasus Timbul menunjukkan satu persoalan sederhana data administratif harus bertemu dengan realitas lapangan.

Pemerintah membutuhkan data untuk menyalurkan bantuan. Namun, warga membutuhkan kepastian saat mereka menghadapi kebutuhan nyata.

Bagi Timbul, persoalannya bukan sekadar angka desil. Ia sedang memikirkan bagaimana membayar kuliah anaknya dengan penghasilan yang setiap hari berubah.

Lutfi ingin kuliah. Timbul ingin anaknya punya pilihan hidup lebih luas. Ia tidak ingin anaknya mengikuti jejak hidupnya sebagai tukang becak.

Data boleh berubah dalam sistem. Tetapi kehidupan keluarga tidak ikut berubah hanya karena satu angka berpindah dari desil 1 ke desil 9.

Ketika data menentukan akses bantuan, satu perubahan angka bisa ikut menentukan apakah seorang anak dapat melanjutkan kuliah.

Jangan sampai negara lebih cepat mengubah angka daripada memperbaiki data tentang manusia yang hidup di baliknya. @teguh

Tags: bansosBantuan PendidikanBPSdesil DTSENKulon ProgoPendidikanTimbulUNY

Kamu Melewatkan Ini

Tiga Murid, Tiga Masa Depan, Sekolah Sepi: Terus Negara Hadir Sejauh Apa?

Tiga Murid, Tiga Masa Depan, Sekolah Sepi: Terus Negara Hadir Sejauh Apa?

by teguh
Oktober 5, 2026

Sekolah sepi bukan berarti hak pendidikan boleh ikut sepi. Di Mentarang Hulu, Kalimantan Utara, sebuah sekolah dasar hanya memiliki tiga...

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

by teguh
September 11, 2026

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Klarifikasi dan menegaskan program pembinaan Bela Negara bagi 121 pelajar bukan hukuman atas aksi demonstrasi 27/08/2026. Tabooo.id:...

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

by teguh
September 11, 2026

Kasus RR, mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya), membuka pertanyaan yang lebih besar seberapa jauh perguruan tinggi mampu mengenali tekanan...

Next Post
BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id