Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pesawat Smart Air Ditembak KKB di Korowai, Kapolri Perintahkan Perburuan Pelaku

by eko
Februari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional –Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat. Ia memerintahkan jajarannya memburu pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang terjadi Rabu (11/2).

Menurut Sigit, kepolisian sudah mengantongi gambaran identitas pelaku. Karena itu, ia meminta tim di lapangan segera melakukan pengejaran dan pendalaman. Selain mengejar pelaku, ia juga mendorong TNI dan Polri memperkuat sinergi agar insiden serupa tidak terulang.

“Peristiwa beberapa hari ini harus kita tuntaskan supaya masyarakat merasa tenang,” tegasnya di Jakarta Barat, Jumat.

Kelompok yang Diduga Terlibat

Di sisi lain, Kaops Satgas Damai Cartenz, Faizal Ramadhani, membeberkan hasil penyelidikan awal. Ia menyebut KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah, yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo, sebagai pihak yang melakukan penembakan.

Faizal menegaskan timnya kini memburu anggota kelompok tersebut. Ia juga memastikan aparat menjalankan penegakan hukum secara terukur dan profesional. Dengan langkah itu, aparat ingin melindungi warga sekaligus memulihkan rasa aman di wilayah tersebut.

Ini Belum Selesai

Terduga Pembakar Warung Mi Babi Ditangkap, Motif Masih Misteri

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

Kronologi Singkat di Korowai

Peristiwa itu terjadi saat pesawat Smart Air membawa 13 penumpang dari Tanah Merah menuju Lapangan Terbang Korowai. Ketika pesawat mendarat, pelaku melepaskan tembakan ke arah pesawat dan kru.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kejadian ini langsung memicu kekhawatiran, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada transportasi udara.

Siapa Paling Terdampak?

Pertama, masyarakat Korowai dan sekitarnya menjadi pihak yang paling merasakan dampak. Di daerah pedalaman Papua Selatan, pesawat menjadi urat nadi distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok. Jika maskapai mengurangi penerbangan karena alasan keamanan, warga harus menanggung lonjakan harga barang dan keterbatasan akses layanan.

Kedua, kru dan penumpang penerbangan sipil menghadapi risiko nyata. Mereka menjalankan tugas kemanusiaan dan ekonomi, bukan operasi militer. Namun, peluru nyasar bisa mengancam siapa saja yang berada di dalam kabin.

Selain itu, dunia usaha lokal juga ikut terdampak. Aktivitas ekonomi bisa melambat karena distribusi barang tersendat. Pada akhirnya, ketidakpastian keamanan selalu berujung pada biaya sosial dan ekonomi yang lebih besar.

Negara Harus Hadir Lebih dari Sekadar Pernyataan

Karena itu, publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar komitmen. Aparat sudah bergerak. Tim sudah memburu pelaku. Namun masyarakat Papua membutuhkan jaminan keamanan yang konsisten, bukan respons yang muncul setiap kali insiden terjadi.

Jika negara ingin membangun Papua, maka rasa aman harus datang lebih dulu. Tanpa itu, setiap pesawat yang mendarat akan selalu membawa dua hal: penumpang dan harapan—serta bayang-bayang ancaman yang belum sepenuhnya hilang.@eko

Tags: KapolriKKBListyo Sigit PrabowoPenembakanPolriTNI

Kamu Melewatkan Ini

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

by teguh
Oktober 18, 2026

Aroma buah tidak menjamin cairan vape aman. Di balik kemasan yang tampak biasa, aparat menghadapi tantangan untuk membedakan produk legal...

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

by dimas
Oktober 6, 2026

Polri memperkenalkan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah Kapolri Suyudi Ario Seto. Mampukah slogan itu berubah menjadi budaya pelayanan? Tabooo.id...

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT TNI 2026 ditandai penambahan batalyon. Namun, apakah ekspansi kekuatan itu benar-benar memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi ancaman perang modern? Tabooo.id...

Next Post
Wapres Gibran Dorong Subsidi Sembako dan Digitalisasi Pasar Badung

Wapres Gibran Dorong Subsidi Sembako dan Digitalisasi Pasar Badung

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id