Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Revisi UU Hak Cipta Soroti Kepemilikan Karya yang Dibuat AI

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Bayangkan kamu curhat tengah malam lalu mengetik prompt, “Buatkan lagu galau ala 2000-an, vibe hujan, ada string section dramatis.” Tiga menit kemudian, AI langsung menyusun lagunya. Aransemen rapi, suaranya mirip idolamu, mixing-nya bersih seperti studio jutaan rupiah. Plot twist-nya? Mesin yang mengerjakannya, bukan manusia.

Di titik inilah pemerintah dan DPR mulai bergerak. Mereka membahas revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan memasukkan isu artificial intelligence dalam pembuatan musik. Pada 2014, pembuat undang-undang belum menghadapi AI secanggih sekarang. Kini, teknologi itu menjelma jadi “produser kamar kos” paling produktif.

Negara Mulai Mengatur, Industri Mulai Waswas

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar, menyebut regulasi lama belum menjawab soal kepemilikan karya, royalti, dan batas peran AI. Ia menegaskan bahwa hak cipta lahir dari rasa, pikir, cipta, dan karsa manusia. Karena itu, jika AI menciptakan karya tanpa campur tangan manusia, ia menilai negara tak perlu mengenakan royalti.

Pernyataan ini bukan sekadar teknis hukum. Pemerintah sedang menentukan siapa yang berhak atas nilai ekonomi sebuah lagu. Jika AI menyusun lirik, membuat melodi, dan merampungkan aransemen, siapa yang mengklaim hasilnya? Pengembang teknologi? Platform digital? Atau tak seorang pun?

Sementara itu, Ariel NOAH melihat persoalan ini dari sudut berbeda. Ia menyambut teknologi sebagai alat bantu kreatif. Menurutnya, AI bisa membantu musisi ketika ide lirik sudah ada tetapi instrumen sulit diwujudkan secara konvensional. Ia tidak ingin orang memosisikan AI sebagai musuh. Namun ia juga menuntut aturan yang tegas agar teknologi tidak merampas hak seniman.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Ariel menekankan satu hal: AI tak bisa kita larang, tetapi kita harus mengarahkannya. Tanpa regulasi jelas, industri bisa tergoda memilih mesin yang lebih murah, lebih cepat, dan tak pernah menuntut royalti.

Kreativitas Instan, Emosi Instan?

Di luar ruang rapat DPR, publik menghadapi realitas baru. Kita hidup di era ketika orang bisa menghasilkan lagu hanya dengan mengetik beberapa kalimat. AI menyimulasikan emosi, meniru gaya penyanyi, bahkan mengadaptasi genre tertentu dalam hitungan menit.

Namun musik selalu lebih dari sekadar susunan nada. Musisi menulis lagu dari pengalaman, luka, cinta, dan kegagalan. Mereka membawa cerita pribadi ke dalam karya. Ketika mesin meniru pola itu, ia meniru struktur, bukan pengalaman.

Di sinilah ironi muncul. Kita memuja keaslian, tetapi kita juga menyukai kepraktisan. Kita mengagumi perjuangan kreatif, tetapi kita tergoda oleh hasil instan. Platform digital mempercepat segalanya. Algoritma menentukan selera. Industri menghitung efisiensi.

Revisi UU Hak Cipta ini akhirnya bukan cuma soal hukum. Pemerintah sedang mencoba menjaga keseimbangan antara inovasi dan keadilan. Jika negara gagal mengatur, musisi bisa tersingkir bukan karena kurang berbakat, melainkan karena kalah efisien dari sistem otomatis.

AI memang membantu produksi, mempercepat aransemen, dan membuka peluang baru. Namun manusia tetap memberi makna. Tanpa keterlibatan manusia, musik kehilangan konteks emosional yang membuatnya hidup.

Sekarang pertanyaannya sederhana: ketika kamu memutar lagu yang menyentuh hati, kamu ingin mendengar suara manusia yang pernah merasakan hal yang sama, atau cukup puas dengan simulasi rasa?

Teknologi terus melaju. Legislator menyusun aturan. Industri menunggu kepastian.

Sementara itu, pilihan tetap ada di tangan kita sebagai pendengar: kita merayakan kreativitas manusia, atau kita menyerahkan panggung sepenuhnya pada mesin? @eko

Tags: DPRHak CiptaMusikroyalti

Kamu Melewatkan Ini

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

by Tabooo
Mei 10, 2026

Robot Bernyawa bukan sekadar lagu lama tentang buruh pabrik era 90-an. Lagu milik SWAMI ini justru kembali terasa dekat setelah...

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

by Tabooo
Mei 12, 2026

Kicau Mania bukan sekadar lagu viral. Lagu ini membongkar cara kita memandang hobi dan kerja. Kicau Mania menunjukkan bahwa di...

Kritik Boleh, Tapi Sampai Mana? Demokrasi Masuk Zona Abu-Abu

Kritik Boleh, Tapi Sampai Mana? Demokrasi Masuk Zona Abu-Abu

by dimas
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Demokrasi selalu bergerak di antara harapan dan ketegangan.Kini, saat sebagian publik merasa tidak puas, pertanyaan lama kembali...

Next Post
BPKB Naik Level: Dari Buku Ribet ke E-BPKB Serba Digital

BPKB Naik Level: Dari Buku Ribet ke E-BPKB Serba Digital

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id