Senin, April 27, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

by dimas
April 27, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Di balik proses demokrasi yang seharusnya bersih dan setara, praktik politik uang masih membayangi setiap pemilihan umum di Indonesia. Amplop, transaksi diam-diam, hingga aliran uang tunai kerap menjadi “jalan pintas” yang merusak esensi kedaulatan rakyat.

Tabooo.id: Nasional – Dalam situasi ini, Komisi Pemberantasan Korupsi mendorong langkah tegas: membatasi penggunaan uang tunai dalam tahapan pemilu. Melalui kajian Direktorat Monitoring KPK 2025, lembaga ini merancang kebijakan untuk menutup celah utama praktik vote buying yang selama ini sulit diberantas, sekaligus memperkuat reformasi sistem pemilu agar lebih transparan dan terkontrol. Bayangkan pemilu tanpa amplop, tanpa uang cash yang berpindah diam-diam di balik bilik suara.

KPK mengarahkan kebijakan ini sebagai upaya baru. Tapi pertanyaannya sederhana: apakah langkah ini benar-benar bisa menghentikan politik uang, atau hanya mengubah bentuknya?

KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai di Pemilu

Komisi Pemberantasan Korupsi menilai pembatasan uang tunai dalam pemilu sebagai langkah strategis untuk menekan politik uang. KPK menyusun gagasan ini dari kajian Direktorat Monitoring KPK tahun 2025 setelah menemukan bahwa transaksi tunai masih mendominasi praktik vote buying di Indonesia.

Juru bicara KPK, Budi, menegaskan bahwa pelaku politik memanfaatkan uang tunai karena sifatnya sulit dilacak. Ia menjelaskan kondisi ini membuat praktik politik uang terus berulang dari satu pemilu ke pemilu berikutnya tanpa perubahan signifikan.

KPK tidak menyusun kajian ini secara sepihak. Lembaga ini melibatkan empat kelompok narasumber, yaitu partai politik parlemen dan non-parlemen, penyelenggara pemilu, akademisi, serta pengamat elektoral. KPK mengolah seluruh masukan itu untuk memetakan akar masalah politik uang secara lebih utuh.

Ini Belum Selesai

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Gerbong Wanita Ringsek

Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

Setelah itu, KPK menyerahkan hasil kajian kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional.

Tiga Rekomendasi Reformasi

KPK mengajukan tiga langkah utama untuk memperkuat integritas pemilu.

Pertama, KPK mendorong revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada. Lembaga ini menekankan perbaikan sistem rekrutmen penyelenggara, mekanisme kampanye, proses penghitungan suara, dan penguatan sanksi bagi pelanggaran.

Kedua, KPK meminta pembaruan Undang-Undang Partai Politik. Lembaga ini menyoroti pentingnya standar pendidikan politik, sistem kaderisasi yang transparan, serta kewajiban pelaporan keuangan partai yang lebih terbuka.

Ketiga, KPK mendorong pemerintah bersama DPR segera membahas RUU pembatasan uang kartal. Lembaga ini menilai aturan tersebut dapat menutup salah satu jalur utama praktik politik uang.

Perdebatan Menguat

Gagasan ini langsung memicu respons dari berbagai pihak.

Ganjar Pranowo menilai pembatasan uang tunai belum menyentuh akar masalah. Ia menegaskan bahwa biaya politik yang tinggi justru mendorong praktik politik uang. Tanpa reformasi biaya kampanye, praktik itu hanya akan bergeser bentuk.

Sebaliknya, Partai Amanat Nasional mendukung usulan tersebut. PAN menilai pembatasan uang tunai dapat memperbaiki kualitas demokrasi, selama pemerintah menyesuaikannya dengan kondisi sosial dan struktur politik Indonesia.

Sementara itu, akademisi Universitas Indonesia, Lili Romli, menilai kebijakan ini bisa efektif jika pemerintah menegakkan hukum secara tegas dan memperkuat edukasi politik kepada pemilih.

Politik Uang Bisa Beradaptasi

Di atas kertas, pembatasan uang tunai tampak seperti langkah besar menuju pemilu yang lebih bersih. Namun di lapangan, praktik politik uang terus beradaptasi mengikuti perubahan aturan.

Pelaku politik tidak selalu bergantung pada cash. Mereka dapat mengubah pola transaksi dan menciptakan cara baru yang lebih sulit dilacak jika sistem pengawasan tidak ikut berkembang.

Penutup

Jika pemerintah menerapkan kebijakan ini, perubahan tidak hanya menyentuh teknis pemilu, tetapi juga menggeser cara kerja politik secara keseluruhan.

Pada akhirnya, pembatasan uang tunai tidak otomatis menghapus politik uang. Kebijakan ini justru membuka babak baru dalam pertarungan antara regulasi dan adaptasi politik.
Dan di tengah perubahan itu, satu pertanyaan tetap menggantung siapa yang benar-benar diuntungkan ketika uang cash mulai hilang dari arena pemilu? @dimas

Tags: Anti KorupsiDemokrasi BersihDPR RIGanjar PranowoKebijakan PublikKomisi Pemberantasan KorupsiPANPartai PolitikPemilu IndonesiaPolitik UangReformasi PemiluUang Tunai PemiluUU PemiluVote Buying

Kamu Melewatkan Ini

Seberapa Jauh UU PPRT Benar-Benar Melindungi Pekerja Rumah Tangga?

Seberapa Jauh UU PPRT Benar-Benar Melindungi Pekerja Rumah Tangga?

by dimas
April 27, 2026

Di banyak rumah di Indonesia, pekerja rumah tangga bekerja dalam ruang yang tak terlihat oleh hukum. Di balik rutinitas membersihkan...

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

by teguh
April 27, 2026

Di tengah ledakan jumlah sarjana setiap tahun, satu pertanyaan lama masih menggantung kenapa perusahaan terus mengeluh kekurangan tenaga kerja siap...

Pemilu Tanpa Uang Tunai: Reformasi Demokrasi atau Ilusi Baru?

Pemilu Tanpa Uang Tunai: Reformasi Demokrasi atau Ilusi Baru?

by dimas
April 27, 2026

Di dalam sistem demokrasi yang terus diklaim sebagai ruang paling adil untuk menentukan arah kekuasaan, praktik politik uang justru hidup...

Next Post
Sering Dianggap Jorok, 5 Reaksi Tubuh Ini Justru Tanda Kamu Masih Sehat

Sering Dianggap Jorok, 5 Reaksi Tubuh Ini Justru Tanda Kamu Masih Sehat

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id