Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Urutan Lahir Bukan Takdir, Tapi Kenapa Kita Terus Percaya?

by dimas
April 19, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Kepribadian manusia sering terasa mudah ditebak. Anak sulung dianggap paling bertanggung jawab, anak tengah terlihat mandiri, dan si bungsu sering dinilai santai. Label ini terasa akrab. Bahkan, banyak orang merasa itu benar.
Namun, di balik keyakinan tersebut, muncul satu pertanyaan penting: benarkah urutan lahir menentukan siapa kita?

Tabooo.id: Edge – Selama ini, banyak orang memakai urutan lahir sebagai cara cepat membaca karakter. Selain itu, label ini hidup dalam obrolan keluarga, meme internet, hingga cara kita menilai diri sendiri.

Akan tetapi, di balik semua itu, ada satu kemungkinan yang jarang dibahas: bagaimana jika label ini hanya cerita yang terus kita ulang?

Sains Mulai Menggoyang Keyakinan

Psikolog Amy Todey menegaskan bahwa sains belum menemukan bukti kuat tentang pengaruh urutan lahir terhadap kepribadian.

Ia mengatakan, “Tidak ada data yang meyakinkan bahwa urutan lahir memiliki dampak nyata.” ujarnya.

Selain itu, psikolog Susan Newman menilai label anak sulung, tengah, dan bungsu sering tidak relevan saat seseorang dilihat secara utuh.

Ini Belum Selesai

Dibalik kata “Ampun, Bos”: Demokrasi atau Feodalisme Politik?

RUU Perampasan Aset: Koruptor Dipenjara, Hartanya Aman?

Artinya, manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar nomor dalam keluarga.

Dari Teori Lama ke Realitas Baru

Pada awalnya, Alfred Adler memperkenalkan teori urutan lahir pada awal 1900-an. Ia ingin membantu manusia memahami posisi dalam keluarga.

Kemudian, Murray Bowen mengembangkan pendekatan sistem keluarga untuk melihat pola hubungan antargenerasi.

Namun sekarang, konteks keluarga sudah berubah. Pola hidup menjadi lebih dinamis. Karena itu, pendekatan lama tidak lagi cukup menjelaskan realitas hari ini.

Faktor yang Lebih Menentukan

Sebaliknya, para ahli menemukan bahwa banyak faktor lain lebih berpengaruh terhadap kepribadian, seperti:

  1. Pola asuh orangtua
  2. Kondisi ekonomi keluarga
  3. Interaksi antar saudara
  4. Lingkungan sosial dan budaya
  5. Faktor genetik

Andrew Kami, profesor psikologi klinis, menjelaskan bahwa kepribadian terbentuk dari interaksi berbagai faktor.

Dengan kata lain, jika seorang anak terlihat dominan, lingkungan mungkin memperkuat perilaku tersebut.

Peran Anak Bisa Berubah

Di sisi lain, kehidupan tidak pernah statis. Situasi keluarga bisa berubah kapan saja.

Misalnya, perceraian orangtua atau tekanan ekonomi dapat mengubah peran anak dalam keluarga. Anak bungsu bisa menjadi lebih dewasa. Sebaliknya, anak sulung bisa kehilangan peran dominannya.

Karena itu, Todey menegaskan bahwa peran dalam keluarga bersifat fleksibel.

Media Sosial Memperkuat Stereotip

Sementara itu, media sosial justru memperkuat stereotip ini. Meme dan konten viral terus mengulang narasi yang sama.

Akibatnya, banyak orang menerima label tersebut tanpa mempertanyakannya.

Padahal, pengulangan bukan berarti kebenaran. Justru, itu menunjukkan bagaimana sebuah ide bisa terus hidup karena sering diulang.

Karakter Terus Berkembang

Terakhir, Newman menekankan bahwa kepribadian manusia terus berubah.

“Sesuatu bisa terjadi, lalu anak bungsu mengambil alih kendali,” ujarnya.

Oleh karena itu, usia, pengalaman hidup, dan hubungan sosial akan terus membentuk karakter seseorang.

Kamu mungkin lahir sesuai urutan, tapi hidup tidak pernah mengikuti urutan itu. @dimas

Tags: Faktamitospola pikirSains

Kamu Melewatkan Ini

Warisan Paling Berbahaya: Saat Pikiran Berhenti Bertanya

Warisan Paling Berbahaya: Saat Pikiran Berhenti Bertanya

by dimas
Juni 23, 2026

Warisan paling berbahaya bukan tradisi, melainkan hilangnya keberanian untuk bertanya. Saat nalar berhenti bekerja, dogma mulai mengambil alih kehidupan. Tabooo.id...

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

by dimas
Juni 18, 2026

Benarkah Malam Satu Suro identik dengan makhluk gaib dan kesialan? Simak fakta sejarah, tradisi, dan mitos yang selama ini bercampur...

Pamali: Benarkah Tradisi Membunuh Pikiran Kritis?

Pamali: Benarkah Tradisi Membunuh Pikiran Kritis?

by Waras
Mei 8, 2026

Internet semakin cepat dan generasi muda semakin kritis. Namun, pamali/wewaler tetap hidup di banyak rumah Indonesia. Orang tua masih melarang...

Next Post
Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id