Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Urutan Lahir Bukan Takdir, Tapi Kenapa Kita Terus Percaya?

by dimas
April 19, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Kepribadian manusia sering terasa mudah ditebak. Anak sulung dianggap paling bertanggung jawab, anak tengah terlihat mandiri, dan si bungsu sering dinilai santai. Label ini terasa akrab. Bahkan, banyak orang merasa itu benar.
Namun, di balik keyakinan tersebut, muncul satu pertanyaan penting: benarkah urutan lahir menentukan siapa kita?

Tabooo.id: Edge – Selama ini, banyak orang memakai urutan lahir sebagai cara cepat membaca karakter. Selain itu, label ini hidup dalam obrolan keluarga, meme internet, hingga cara kita menilai diri sendiri.

Akan tetapi, di balik semua itu, ada satu kemungkinan yang jarang dibahas: bagaimana jika label ini hanya cerita yang terus kita ulang?

Sains Mulai Menggoyang Keyakinan

Psikolog Amy Todey menegaskan bahwa sains belum menemukan bukti kuat tentang pengaruh urutan lahir terhadap kepribadian.

Ia mengatakan, “Tidak ada data yang meyakinkan bahwa urutan lahir memiliki dampak nyata.” ujarnya.

Selain itu, psikolog Susan Newman menilai label anak sulung, tengah, dan bungsu sering tidak relevan saat seseorang dilihat secara utuh.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa Bosan Politik Kampus, Solusinya: Hapus Pemilu

Gizi Rakyat vs Gizi Koruptor

Artinya, manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar nomor dalam keluarga.

Dari Teori Lama ke Realitas Baru

Pada awalnya, Alfred Adler memperkenalkan teori urutan lahir pada awal 1900-an. Ia ingin membantu manusia memahami posisi dalam keluarga.

Kemudian, Murray Bowen mengembangkan pendekatan sistem keluarga untuk melihat pola hubungan antargenerasi.

Namun sekarang, konteks keluarga sudah berubah. Pola hidup menjadi lebih dinamis. Karena itu, pendekatan lama tidak lagi cukup menjelaskan realitas hari ini.

Faktor yang Lebih Menentukan

Sebaliknya, para ahli menemukan bahwa banyak faktor lain lebih berpengaruh terhadap kepribadian, seperti:

  1. Pola asuh orangtua
  2. Kondisi ekonomi keluarga
  3. Interaksi antar saudara
  4. Lingkungan sosial dan budaya
  5. Faktor genetik

Andrew Kami, profesor psikologi klinis, menjelaskan bahwa kepribadian terbentuk dari interaksi berbagai faktor.

Dengan kata lain, jika seorang anak terlihat dominan, lingkungan mungkin memperkuat perilaku tersebut.

Peran Anak Bisa Berubah

Di sisi lain, kehidupan tidak pernah statis. Situasi keluarga bisa berubah kapan saja.

Misalnya, perceraian orangtua atau tekanan ekonomi dapat mengubah peran anak dalam keluarga. Anak bungsu bisa menjadi lebih dewasa. Sebaliknya, anak sulung bisa kehilangan peran dominannya.

Karena itu, Todey menegaskan bahwa peran dalam keluarga bersifat fleksibel.

Media Sosial Memperkuat Stereotip

Sementara itu, media sosial justru memperkuat stereotip ini. Meme dan konten viral terus mengulang narasi yang sama.

Akibatnya, banyak orang menerima label tersebut tanpa mempertanyakannya.

Padahal, pengulangan bukan berarti kebenaran. Justru, itu menunjukkan bagaimana sebuah ide bisa terus hidup karena sering diulang.

Karakter Terus Berkembang

Terakhir, Newman menekankan bahwa kepribadian manusia terus berubah.

“Sesuatu bisa terjadi, lalu anak bungsu mengambil alih kendali,” ujarnya.

Oleh karena itu, usia, pengalaman hidup, dan hubungan sosial akan terus membentuk karakter seseorang.

Kamu mungkin lahir sesuai urutan, tapi hidup tidak pernah mengikuti urutan itu. @dimas

Tags: Faktamitospola pikirSains

Kamu Melewatkan Ini

Pamali: Benarkah Tradisi Membunuh Pikiran Kritis?

Pamali: Benarkah Tradisi Membunuh Pikiran Kritis?

by Waras
Mei 8, 2026

Internet semakin cepat dan generasi muda semakin kritis. Namun, pamali/wewaler tetap hidup di banyak rumah Indonesia. Orang tua masih melarang...

Pamali Jawa Bukan Sekadar Mitos. Ini Algoritma Moral Leluhur

Pamali Jawa Bukan Sekadar Mitos. Ini Algoritma Moral Leluhur

by Waras
Mei 7, 2026

Dari larangan duduk di bantal sampai makan di depan pintu, semua terdengar seperti mitos lama. Padahal, di balik ancaman mistis...

“Jangan Duduk di Bantal” Ternyata Bukan Mitos Bodoh

“Jangan Duduk di Bantal” Ternyata Bukan Mitos Bodoh

by Waras
Mei 7, 2026

Banyak orang muda menertawakan larangan duduk di bantal. Mereka menganggapnya mitos lama yang tidak masuk akal. “Mana mungkin duduk di...

Next Post
Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id