Tabooo.id – Regional: Ratusan mahasiswa memadati Auditorium GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/10/25) siang. Tiga sosok idola, yakni Najwa Shihab, Nicholas Saputra, dan Raditya Dika, hadir di acara Dialog Generasi untuk mengguncang kesadaran soal masa depan para muda.
Mahasiswa Rela Datang Sejak Pagi
Sejak pagi, antrean panjang sudah mengular di area kampus. Banyak mahasiswa rela datang lebih awal demi duduk di barisan depan, ingin lebih dekat dengan para pembicara yang selama ini cuma mereka lihat lewat layar.
“Kesempatan kayak gini tuh langka banget,” kata Dimas, salah seorang mahasiswa UNS. “Tiga orang yang punya pengaruh besar di bidangnya masing-masing datang bareng. Siapa yang nggak mau denger langsung?” imbuhnya.
Dialog Inspiratif di Tengah Riuh Tepuk Tangan
Suasana auditorium pun berubah jadi ruang ide terbuka. Dalam sesi un-class, mahasiswa diajak diskusi santai soal kreativitas dan kepemimpinan di era digital. Sesi kedua lebih interaktif: dialog terbuka bareng Najwa, Nicholas, dan Radit di satu panggung. Kolaborasi antara jurnalisme kritis, seni visual, dan humor reflektif.
Teguh, peserta lain, mengaku paling menunggu kehadiran Najwa Shihab. “Najwa Shihab itu inspiratif banget. Dia bisa tegas tapi tetap humanis. Rasanya kayak diingatkan buat nggak cuma ngomong, tapi juga ngelakuin,” ujarnya.
Kenapa “Dialog Generasi” itu Penting?
“Dialog Generasi” bukan sekadar acara kampus, tapi panggilan buat sadar: era ini bukan cuma soal teknologi dan konten, tapi juga soal keberanian berpikir dan bicara.
Acara itu menegaskan satu hal, bahwa generasi muda haus ruang untuk bertukar ide, bukan sekadar konsumsi tren. Karena di tengah riuhnya dunia digital, mungkin yang paling kita butuhkan sekarang hanyalah… satu dialog yang benar-benar jujur. @tabooo




