Tabooo.id: Regional – Universitas Airlangga (Unair) kembali melempar “umpan emas” dalam arena seleksi masuk perguruan tinggi. Kali ini, kampus tersebut resmi membuka Program Golden Ticket Unair 2026 sebagai jalur tambahan di luar kuota SNBP reguler bagi calon mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Melalui program ini, Unair tidak hanya menilai angka rapor. Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin, menegaskan kampus membidik siswa dengan keunggulan multidimensi. Oleh karena itu, Unair memberi ruang bagi ketua OSIS, atlet berprestasi, hingga penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui negara. Dengan kata lain, kampus menginginkan mahasiswa yang “lengkap”, tidak semata unggul di ruang kelas.
Kuota Tambahan di Luar Jalur Reguler
Secara teknis, Golden Ticket berfungsi sebagai keistimewaan tambahan dalam skema SNBP 2026. Artinya, jalur ini tidak mengurangi jatah siswa lain yang masuk melalui seleksi reguler.
“Ini kuota eksklusif, tambahan murni,” ujar Solihin.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa seleksi berlangsung ketat. Jika prestasi dinilai tidak cukup kuat atau tidak selaras dengan program studi yang dipilih, Unair dapat membatalkan tiket emas tersebut.
Untuk mengikuti jalur ini, calon peserta harus melewati tiga tahap utama. Pertama, siswa wajib berstatus eligible SNBP 2026. Kedua, mereka harus menempatkan Unair sebagai pilihan pertama. Ketiga, mereka mesti mengantongi sertifikat keikutsertaan Airlangga Education Expo (AEE) 2026.
Pada titik ini, peran AEE menjadi sangat krusial. Unair akan menggelar pameran pendidikan tersebut pada 23-26 Januari 2026 secara hybrid, baik luring maupun daring. Panitia akan memverifikasi kehadiran peserta secara ketat, termasuk melalui pemindaian QR code bagi peserta online. Karena antusiasme tinggi, penyelenggara menambah 400 kuota peserta per hari yang mulai dibuka pada 12 Januari 2026 pukul 12.00 WIB melalui laman resmi Unair.
Siapa yang Paling terdampak?
Kebijakan ini jelas menguntungkan siswa yang memiliki akses informasi, sertifikat, serta dukungan sekolah. Mereka yang aktif berorganisasi, mengikuti lomba, atau rutin tampil dalam ajang prestasi memperoleh jalur cepat menuju bangku kuliah. Sebaliknya, siswa berpotensi tinggi tetapi minim akses kegiatan terutama dari daerah dengan fasilitas terbatas berisiko kembali tersingkir dalam sistem seleksi berbasis portofolio.
Keuntungan Kampus dan Catatan Kritis
Di sisi lain, Unair memperoleh keuntungan strategis. Kampus dapat memperkuat citra sebagai institusi ramah prestasi sekaligus menyaring talenta unggulan sejak dini. Selain itu, negara juga berpeluang mendapatkan bonus berupa masuknya calon sumber daya manusia berkualitas ke pendidikan tinggi lebih cepat.
Namun, pada akhirnya, Golden Ticket tetap menjadi kompetisi elit. Tiketnya berkilau, peminatnya membludak, dan tidak semua siswa memiliki “dompet prestasi” yang sama tebal. Oleh sebab itu, di tengah euforia seleksi, satu hal patut dicatat ketika akses menentukan peluang, prestasi saja terkadang belum cukup terlebih tanpa pintu masuk ke dalam sistem. @Sabrina Fidhi/Surabaya




