Tabooo.id: Nasional – Perjalanan malam yang seharusnya tenang berubah jadi tegang. Penumpang KA Kertanegara rute Purwokerto–Malang langsung panik saat seekor ular berbisa muncul di bawah kursi. Ini bukan adegan film ini kejadian nyata yang bikin suasana gerbong mendadak mencekam.
Baru 10 Menit Jalan, Kepanikan Meledak
Kereta berangkat dari Stasiun Sragen pukul 22.40 WIB pada Rabu malam (01/04/2026).
Sekitar 10 menit kemudian, pramugara menerima laporan dari penumpang yang melihat ular di kereta ekonomi 2. Ular cincin hitam-kuning yang dikenal berbisa bergerak di bawah kursi.
Penumpang langsung bereaksi. Sebagian berdiri, sebagian menjauh, dan kepanikan pun menyebar cepat.
Penumpang Jadi “Pahlawan Dadakan”
Seorang penumpang tidak menunggu lama. Ia langsung menangkap ular tersebut sebelum petugas tiba.
Tak lama kemudian, petugas pengamanan (Pamka) bersama kru KA datang ke lokasi. Mereka segera mengamankan ular ke dalam kantong plastik. Situasi perlahan kembali terkendali.
Respons cepat ini meredam kepanikan. Tapi satu pertanyaan masih menggantung bagaimana ular itu bisa masuk?
Tak Ada yang Mengaku, Misteri Muncul
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa petugas bergerak cepat demi menjaga keselamatan penumpang.
Petugas lalu menelusuri kemungkinan pemilik ular. Namun, tidak satu pun penumpang mengaku.
Tim kemudian menyisir ulang seluruh gerbong untuk memastikan tidak ada ancaman lain. Setelah itu, mereka membawa ular turun di Stasiun Madiun dan menyerahkannya ke BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.
Aturan Sudah Tegas, Tapi Masih Bisa Jebol
KAI melarang penumpang membawa hewan hidup tanpa izin resmi, apalagi hewan berbahaya. Selain itu, KAI juga melarang barang seperti bahan peledak, bahan kimia, dan senjata.
Aturan ini jelas. Namun kejadian ini menunjukkan celah tetap ada. Seseorang bisa saja meloloskan barang berbahaya ke dalam kereta tanpa terdeteksi.
Ini Bukan Cuma Soal Ular
Kejadian ini bukan sekadar cerita “ular nyasar”. Ini soal rasa aman di transportasi publik.
Bayangkan jika kejadian ini muncul di gerbong yang lebih padat. Atau lebih buruk, jika jumlah hewannya lebih dari satu.
Kereta api seharusnya jadi ruang aman, bukan ruang kejutan.
Lalu sekarang pertanyaannya: ini murni kelalaian penumpang atau sistem pengawasan yang masih punya lubang?. @teguh



