Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi Tambang Timah Bangka: Enam Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

by dimas
Februari 3, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Enam pekerja tambang timah tewas setelah longsoran tanah menghantam lokasi tambang di kawasan Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Selain itu, hingga Selasa (3/2/2026), tim penyelamat masih mencari satu korban yang diduga tertimbun di titik longsor.

Tragedi ini sekaligus menegaskan kembali betapa berbahayanya praktik penambangan tanpa izin di wilayah yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat negara.

Longsor Terjadi di Area IUP PT Timah

Kawasan tambang timah Pondi berada dalam wilayah Izin Usaha Penambangan (IUP) PT Timah Tbk. Di area ini, PT Timah mengelola penambangan bersama mitra usaha yang telah mengantongi izin resmi serta surat perintah kerja (SPK).

Namun demikian, para pekerja yang menjadi korban longsor tidak tercatat sebagai bagian dari aktivitas resmi perusahaan.

Manajer Komunikasi PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa perusahaan sama sekali tidak menjalankan operasi penambangan di lokasi kejadian.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Aktivitas tersebut merupakan kegiatan penambangan yang tidak memiliki izin dan bukan merupakan bagian dari operasional PT Timah Tbk. Perusahaan menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan yang sangat kami sesalkan bersama,” ujar Anggi, Selasa (3/2/2026).

Pencarian Terus Berjalan

Sejak kejadian, tim gabungan yang terdiri dari SAR, kepolisian, TNI, serta unsur perusahaan langsung menyisir lokasi longsor. Selain itu, PT Timah mengerahkan alat berat dan personel operasional guna mempercepat pencarian korban terakhir.

Sementara itu, petugas mengevakuasi enam korban yang telah ditemukan ke rumah sakit sebelum menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

“Saat ini, tim operasional perusahaan juga membantu proses pencarian korban dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Dengan demikian, kami mendukung penuh upaya penanganan di lapangan,” jelas Anggi.

Tambang Besar, Risiko Lama

Tambang timah Pondi dikenal sebagai salah satu kawasan tambang darat besar di Bangka. Oleh karena itu, wilayah ini sejak lama menjadi ruang aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik melalui jalur resmi maupun jalur ilegal.

Namun, kondisi tersebut memunculkan persoalan berulang. Ketika pengawasan melemah, praktik tambang ilegal tumbuh subur. Sebaliknya, ketika standar keselamatan terabaikan, kecelakaan pun sulit dihindari.

Karena itu, PT Timah kembali meminta seluruh mitra usaha dan penambang untuk melengkapi dokumen resmi serta mematuhi standar operasional, terutama ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Kami mengingatkan seluruh penambang dan mitra usaha perusahaan untuk senantiasa mematuhi regulasi serta ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja,” tambahnya.

Keluarga Menjadi Pihak Paling Terpukul

Di balik angka korban, keluarga para pekerja menanggung dampak paling berat. Mereka tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan.

Pada saat yang sama, warga sekitar tambang kembali hidup dalam bayang-bayang ancaman serupa. Selama praktik tambang ilegal masih tumbuh di sekitar wilayah resmi, kecelakaan akan terus berulang.

Akhirnya, tragedi ini meninggalkan satu pertanyaan besar: sampai kapan nyawa pekerja harus menjadi harga dari lemahnya pengawasan dan setengah hati penegakan hukum? @dimas

Tags: IlegalKecelakaanKerjalongsorTambang

Kamu Melewatkan Ini

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

by teguh
April 30, 2026

Penjara seharusnya membatasi, bukan memberi privilese. Namun di Lapas Kelas IIB Blitar, oknum petugas justru membuka “akses nyaman” bagi tahanan...

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

by teguh
April 29, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji baru. Namun ketika musik berhenti dan massa bubar, satu pertanyaan...

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Gemuruh air di Lembah Anai hari ini terasa menenangkan. Kabut tipis turun di sela hijau Bukit Barisan....

Next Post
Ibu Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban ke Polisi

Ibu Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban ke Polisi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id