Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TNI Angkatan Darat Tanggapi Kematian Pratu Farkhan Syauqi

by dimas
Januari 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – TNI Angkatan Darat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit muda yang sedang bertugas di Papua, Rabu (31/12/2025). Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono, menekankan bahwa pimpinan TNI AD memperhatikan serius peristiwa ini.

“Almarhum adalah prajurit muda yang menjalankan tugas negara. Kami menegaskan langkah cepat dan tegas dalam menindak oknum yang terlibat,” tegas Donny, pada Minggu (4/1/2026).

Penyelidikan dan Tindakan Tegas terhadap Oknum

Sejak awal, TNI AD langsung menindak dugaan keterlibatan senior Pratu Farkhan. Petugas segera menahan oknum prajurit dan memulai investigasi menyeluruh melalui unsur komando terkait.

Donny menekankan bahwa proses penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

“Apabila terbukti melanggar hukum maupun disiplin militer, kami akan menegakkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Selain itu, TNI AD meningkatkan pembinaan prajurit agar kejadian serupa tidak terulang.

Kronologi Kekerasan di Papua

Pratu Farkhan, warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, awalnya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh sebelum dipindahkan ke Papua. Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengungkap bahwa kabar kematian anaknya datang dari sepupu.

“Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian,” kata Zakaria, Sabtu (3/1/2026), di Desa Hessa Air Genting. Seorang Sersan menanyakan kondisi anaknya dan memijat tubuhnya. Kemudian, seorang Kopral memanggil Pratu Farkhan, mengajak ke samping, dan memukuli punggungnya dengan ranting.

Zakaria menambahkan, “Anak saya disuruh melakukan ‘peluk tobat’, lalu ditendang hingga tersungkur. Saat dia bangkit, terjadi pembelaan. Anak saya mati bukan di ujung senjata musuh, tetapi di tangan seorang Kopral TNI sendiri.”

Dampak Psikologis dan Moral bagi Prajurit

Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan menimbulkan pertanyaan serius di kalangan prajurit. Zakaria menyayangkan bahwa anaknya, yang seharusnya mendapat perlindungan dari senior, justru menjadi korban kekerasan internal. Namun, ia bangga karena Pratu Farkhan berani membela nyawanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan internal dan pembinaan disiplin di TNI AD. Pimpinan TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan adil, demi menjaga kehormatan institusi sekaligus memberikan keadilan bagi almarhum dan keluarganya.

Pemakaman dan Kehilangan Mendalam

Jenazah Pratu Farkhan dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, pada Sabtu siang. Keluarga dan masyarakat setempat menyampaikan duka mendalam.

“Yang seharusnya saling menguatkan dan melindungi, justru saling membunuh,” ujar Zakaria.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam dan menjadi peringatan keras bagi institusi militer untuk menegakkan disiplin serta menghormati nyawa prajurit. @dimas

Tags: DisiplinInvestigasiKeadilankekerasanMiliterMudapapuaPrajuritTNI

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

by teguh
Mei 10, 2026

Papua tak lagi sekedar pinggiran. Dulu, banyak orang menyebut Papua sebagai “ujung Indonesia”. Tempat yang terasa jauh, mahal dijangkau, dan...

Next Post
Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dan Dominasi Layar Lebar

Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dan Dominasi Layar Lebar

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id