Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TNI Angkatan Darat Tanggapi Kematian Pratu Farkhan Syauqi

by dimas
Januari 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – TNI Angkatan Darat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit muda yang sedang bertugas di Papua, Rabu (31/12/2025). Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono, menekankan bahwa pimpinan TNI AD memperhatikan serius peristiwa ini.

“Almarhum adalah prajurit muda yang menjalankan tugas negara. Kami menegaskan langkah cepat dan tegas dalam menindak oknum yang terlibat,” tegas Donny, pada Minggu (4/1/2026).

Penyelidikan dan Tindakan Tegas terhadap Oknum

Sejak awal, TNI AD langsung menindak dugaan keterlibatan senior Pratu Farkhan. Petugas segera menahan oknum prajurit dan memulai investigasi menyeluruh melalui unsur komando terkait.

Donny menekankan bahwa proses penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

“Apabila terbukti melanggar hukum maupun disiplin militer, kami akan menegakkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Selain itu, TNI AD meningkatkan pembinaan prajurit agar kejadian serupa tidak terulang.

Kronologi Kekerasan di Papua

Pratu Farkhan, warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, awalnya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh sebelum dipindahkan ke Papua. Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengungkap bahwa kabar kematian anaknya datang dari sepupu.

“Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian,” kata Zakaria, Sabtu (3/1/2026), di Desa Hessa Air Genting. Seorang Sersan menanyakan kondisi anaknya dan memijat tubuhnya. Kemudian, seorang Kopral memanggil Pratu Farkhan, mengajak ke samping, dan memukuli punggungnya dengan ranting.

Zakaria menambahkan, “Anak saya disuruh melakukan ‘peluk tobat’, lalu ditendang hingga tersungkur. Saat dia bangkit, terjadi pembelaan. Anak saya mati bukan di ujung senjata musuh, tetapi di tangan seorang Kopral TNI sendiri.”

Dampak Psikologis dan Moral bagi Prajurit

Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan menimbulkan pertanyaan serius di kalangan prajurit. Zakaria menyayangkan bahwa anaknya, yang seharusnya mendapat perlindungan dari senior, justru menjadi korban kekerasan internal. Namun, ia bangga karena Pratu Farkhan berani membela nyawanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan internal dan pembinaan disiplin di TNI AD. Pimpinan TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan adil, demi menjaga kehormatan institusi sekaligus memberikan keadilan bagi almarhum dan keluarganya.

Pemakaman dan Kehilangan Mendalam

Jenazah Pratu Farkhan dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, pada Sabtu siang. Keluarga dan masyarakat setempat menyampaikan duka mendalam.

“Yang seharusnya saling menguatkan dan melindungi, justru saling membunuh,” ujar Zakaria.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam dan menjadi peringatan keras bagi institusi militer untuk menegakkan disiplin serta menghormati nyawa prajurit. @dimas

Tags: DisiplinInvestigasiKeadilankekerasanMiliterMudapapuaPrajuritTNI

Kamu Melewatkan Ini

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

by teguh
Juni 2, 2026

Ledakan dahsyat yang mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/05/2026) sore, awalnya terlihat sebagai...

Next Post
Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dan Dominasi Layar Lebar

Avatar: Fire and Ash Tembus US$1 Miliar dan Dominasi Layar Lebar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id