Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Timur dan Bukti bahwa Laga Tak Harus Kehilangan Rasa

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Film – Siapa bilang film laga Indonesia cuma soal otot, gebukan, dan suara benda pecah? Timur datang dengan keberanian berbeda. Film ini tidak hanya ingin memacu adrenalin, tetapi juga mengajak penonton berhenti sejenak dan berpikir soal persaudaraan. Dengan kata lain, Timur menantang stigma lama laga juga bisa punya hati.

Sejak menit awal, film ini langsung menunjukkan arah. Iko Uwais, yang kali ini duduk di kursi sutradara lewat produksi perdana Uwais Pictures, memilih jalan yang lebih personal. Ia tidak sekadar memamerkan teknik bertarung, melainkan menanamkan nilai budaya sebagai napas cerita.

Gandong Maluku Jadi Tulang Punggung Cerita

Alih-alih menjadikan budaya sebagai hiasan, Timur menjadikan Gandong Maluku sebagai fondasi utama. Gandong dikenal sebagai simbol persaudaraan lintas negeri dan lintas generasi. Nilai itu kemudian mengalir ke setiap konflik, relasi, dan keputusan karakter di dalam film.

Karena itu, setiap adegan terasa punya bobot. Setiap pertikaian tidak muncul tanpa sebab. Justru sebaliknya, konflik lahir dari relasi keluarga, loyalitas, dan pengorbanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Aksi Tetap Keras, Emosi Ikut Bertarung

Meski mengusung nilai budaya, Timur tidak kehilangan identitasnya sebagai film laga. Adegan pertarungan tetap intens. Ketegangan tetap dijaga. Namun, kali ini emosi ikut bertarung bersama tinju dan tendangan.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Nagita Slavina, sebagai Executive Producer, melihat kekuatan film ini justru pada keberanian mengangkat nilai lokal. Menurutnya, penonton tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga ingin merasa terhubung. Oleh sebab itu, Timur menawarkan aksi yang dibalut emosi dan makna.

Lebih jauh, rangkaian special screening di 17 kota membuktikan hal tersebut. Dari Jakarta hingga Jayapura, antusiasme penonton terasa konsisten. Terlebih di Ambon, sambutan hangat menunjukkan bahwa cerita ini berhasil menyentuh akar budayanya sendiri.

Kursi Merah dan Harapan Baru Perfilman

Antusiasme penonton juga dirasakan langsung oleh para pemain. Aufa Assegaf mengaku terharu saat melihat kursi bioskop mulai penuh di berbagai aplikasi pemesanan tiket. Baginya, itu bukan sekadar angka penjualan, melainkan bentuk penerimaan terhadap cerita yang mereka perjuangkan.

Selain itu, respons positif dari berbagai daerah menunjukkan satu fakta penting. Cerita tentang persaudaraan dan pengorbanan masih relevan. Bahkan, cerita semacam itu justru dibutuhkan di tengah masyarakat yang semakin individualistis.

Hiburan yang Diam-Diam Mengingatkan

Di tengah tren film yang sering bermain aman, Timur memilih jalur yang lebih berani. Film ini percaya bahwa budaya lokal bukan hambatan komersial. Sebaliknya, nilai lokal justru menjadi jembatan emosi yang kuat.

Gandong Maluku tidak ditampilkan sebagai simbol eksotis semata. Nilai itu hadir sebagai cara hidup. Melalui pendekatan ini, Timur mengingatkan penonton bahwa persaudaraan tidak selalu lahir dari darah, tetapi dari komitmen dan pengorbanan.

Jadi, Mau Pulang dengan Tinju atau Renungan?

Didukung BNI dan dijadwalkan tayang serentak mulai 18 Desember 2025, Timur siap meramaikan bioskop nasional. Tiket penayangan hari pertama sudah tersedia melalui MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Pada akhirnya, Timur mengajukan satu pertanyaan sederhana. Apakah kita hanya ingin menonton aksi, atau sekalian membawa pulang renungan? Film ini menawarkan keduanya. Tinggal penonton yang memutuskan: datang untuk laga, pulang dengan hati yang sedikit lebih hangat. @dimas

Tags: Film Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an. Film...

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

by jeje
September 22, 2026

Pembunuhan misterius terjadi setiap tanggal 30. Di tengah teror Hantu Bolong, seorang perwira militer mulai mengungkap hubungan kasus tersebut dengan...

Next Post
80 Ton Bantuan Bencana Hilang dan Tak Pernah Sampai

80 Ton Bantuan Bencana Hilang dan Tak Pernah Sampai

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id