Tabooo.id: Regional – Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta kembali menunjukkan sigapnya dalam menjaga keamanan kota. Dalam patroli rutin malam hari, Minggu (22/2/2026) dini hari, petugas berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang melibatkan sembilan remaja di kawasan Jalan Veteran.
Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Edi Sukamto, menjelaskan bahwa tim patroli mendapati sekumpulan anak muda dengan gerak-gerik mencurigakan.
“Saat Tim Sparta putar balik untuk mengecek, mereka langsung berhamburan melarikan diri. Anggota kami melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan sembilan remaja,” jelasnya.
Dari Rencana Purwosari ke Jalan Veteran
Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa para remaja awalnya merencanakan aksi di wilayah Purwosari. Namun, mereka sepakat memindahkan lokasi ke Jalan Veteran. Keputusan ini meningkatkan risiko bagi warga di sekitar jalan utama Kota Surakarta.
Kasat Samapta menambahkan bahwa kecurigaan petugas semakin kuat setelah ditemukan sarung yang telah dimodifikasi, diduga akan digunakan sebagai alat dalam aksi.
“Kami menemukan delapan sarung modifikasi, satu selang, empat unit handphone, dan satu sepeda motor,” tambahnya.
Penanganan dan Imbauan Polisi
Kesembilan remaja beserta barang bukti langsung dibawa ke Mako Polresta Surakarta. Mereka diserahkan kepada piket Reskrim PPA dan PPO untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kasat Samapta juga mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari. Ia menekankan, pengawasan ini penting untuk mencegah perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Refleksi
Aksi perang sarung mungkin terdengar ringan, namun bisa memicu konflik dan cedera serius. Warga sekitar yang tidak terlibat menjadi pihak paling terdampak, terutama jika insiden terjadi di jalan raya yang ramai. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesigapan aparat dan peran orang tua sama-sama penting dalam menjaga keamanan generasi muda.
Masyarakat seharusnya menyadari bahwa tren “main-main berbahaya” bisa berujung masalah hukum. Kadang, yang terlihat lucu di media sosial bisa berubah menjadi drama nyata di jalanan dan polisi selalu siap mengubah lelucon menjadi laporan resmi. @dimas




