• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

TikTok Dinilai UE Mendorong Kecanduan Pengguna

Februari 10, 2026
in Teknologi
A A
TikTok Dinilai UE Mendorong Kecanduan Pengguna

Uni Eropa (UE) baru saja menilai TikTok melanggar aturan keamanan digital desain TikTok mendorong kecanduan dan berpotensi membahayakan kesehatan mental pengguna. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Kamu buka TikTok cuma buat cari hiburan sebelum tidur. Lima menit, niatnya. Tiba-tiba jam menunjukkan pukul 01.30. Mata perih, kepala capek, tapi jempol masih refleks naik-turun layar. Kalau ini terdengar familiar, tenang kamu nggak sendirian. Bahkan Uni Eropa saja sekarang ikut angkat tangan dan bilang ada yang salah dengan desain TikTok.

Uni Eropa (UE) baru saja menilai TikTok melanggar aturan keamanan digital. Alasannya bukan soal konten semata, tapi cara aplikasi ini dirancang. Menurut Komisi Eropa, desain TikTok mendorong kecanduan dan berpotensi membahayakan kesehatan mental pengguna dari anak-anak sampai orang dewasa yang rentan.

Bukan Cuma Soal Konten, Tapi Cara Otak Kita “Dipancing”

Dalam putusan awal berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital (DSA), Komisi Eropa menilai TikTok belum melakukan penilaian risiko yang memadai terhadap dampak desain aplikasinya. Padahal, platform ini punya lebih dari 1 miliar pengguna global.

Masalah utamanya ada di fitur yang terasa “normal” buat kita: infinite scroll, algoritma super presisi, dan aliran konten tanpa jeda. Komisi menyebut TikTok terus-menerus “memberi hadiah” berupa video baru, sehingga otak pengguna masuk ke mode autopilot. Scroll, nonton, scroll lagi tanpa sadar waktu.

Laporan The Guardian menyebut pola ini memicu perilaku kompulsif dan melemahkan kemampuan kontrol diri. Komisi juga menyoroti indikator berbahaya, seperti lamanya anak-anak menggunakan TikTok di malam hari. Bukan cuma begadang, tapi begadang tanpa sadar.

Kenapa Kita Mudah Kecanduan? Ini Bukan Lemah Mental

Sebelum menyalahkan diri sendiri, ada baiknya kita paham satu hal ini bukan soal kurang disiplin. Ini soal desain.

Secara psikologis, otak manusia sangat responsif terhadap sistem hadiah acak mirip mesin slot. Kamu nggak tahu video berikutnya bakal lucu, menyentuh, atau bikin kaget. Ketidakpastian inilah yang bikin dopamin naik. Dan TikTok memanfaatkannya dengan sangat rapi.

Gen Z dan Milenial hidup di era serba cepat. Stres, FOMO, tuntutan produktif, plus tekanan sosial bikin otak kita mencari pelarian instan. TikTok datang sebagai solusi cepat hiburan pendek, personal, dan terasa “ngerti kamu”. Tanpa sadar, aplikasi ini bukan cuma menemani waktu luang, tapi ikut mengatur ritme harian kita.

RelatedPosts

Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

ASUS Bawa AI ke Level Baru: Zenbook S14 OLED Bisa “Mikir Sendiri” Tanpa Internet

Masalahnya, ketika desain aplikasi lebih kuat dari niat pengguna, relasinya jadi timpang.

UE Mulai Bertindak: Algoritma Tak Lagi Sakral?

Komisi Eropa kini mempertimbangkan langkah serius. Mereka ingin TikTok mengubah desain dasar layanannya. Beberapa opsi yang dibahas termasuk menonaktifkan infinite scroll secara bertahap, menerapkan jeda waktu layar yang benar-benar efektif, terutama di malam hari, dan menyesuaikan sistem rekomendasi konten.

Mereka juga mengkritik fitur manajemen waktu layar dan kontrol orang tua TikTok yang dianggap terlalu mudah diabaikan atau rumit untuk dipasang. Singkatnya, fitur pengaman ada, tapi kalah kuat dibanding mesin adiksi di balik layar.

Aktivis keamanan daring pun ikut bersuara. Beeban Kidron, anggota parlemen independen Inggris, mendesak pemerintah untuk “menetralkan lingkaran dopamin” media sosial adiktif. Istilahnya terdengar teknis, tapi intinya sederhana hentikan desain yang bikin orang susah berhenti.

Kalau TikTok terbukti melanggar DSA, dendanya bisa mencapai 6 persen dari omzet tahunan. Dengan estimasi pendapatan US$35 miliar tahun ini, angkanya jelas bukan main-main.

TikTok sendiri membantah keras temuan tersebut dan menyebutnya keliru. Mereka siap menantang keputusan ini lewat jalur hukum, seperti yang sebelumnya dialami X milik Elon Musk yang tahun lalu didenda €120 juta karena melanggar DSA.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Terlepas dari hasil akhir penyelidikan UE, satu hal sudah jelas cara kita memandang media sosial mulai berubah. Bukan lagi sekadar “tergantung penggunanya”, tapi juga soal tanggung jawab desain platform.

Buat kamu yang merasa capek, susah fokus, atau sering kehilangan waktu tanpa sadar, mungkin ini saatnya refleksi. Bukan untuk berhenti total karena itu juga nggak realistis tapi untuk lebih sadar kapan kamu memilih scroll, dan kapan kamu sedang dipilih oleh algoritma.

Karena di era digital, kebebasan bukan cuma soal akses. Kebebasan juga soal kemampuan berhenti. @teguh

Tags: algoritmaAnakAplikasiAutopilotDesainDewasaDigitaldopaminDSAFiturFomoGlobalInfiniteJalur HukumKecanduanKesehatanMedia SosialmentalPenggunaPlatform XScrollStresTikTokUni Eropa
Next Post
Bukan Sekadar Kue Imlek, Ini Makna Kue Keranjang bagi Kehidupan

Bukan Sekadar Kue Imlek, Ini Makna Kue Keranjang bagi Kehidupan

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Santai Bukan Sekadar Jalan: Cara Banjar Legian Kulod Merawat Rasa Jadi “Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.