Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Thailand Kirim Marinir Rebut Wilayah yang Diduduki Kamboja

by dimas
Desember 10, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Suasana di perbatasan Thailand-Kamboja memanas. Thailand mengirim korps marinir Angkatan Laut untuk merebut kembali wilayah di Provinsi Trat yang sebelumnya dikuasai pasukan Kamboja. Operasi berlangsung di Ban Nong Ri, Tambon Chamrak, Distrik Muang, pada Selasa (9/12/2025), kata Komandan Satuan Tugas Marinir Trat, Kapten Thammanoon Wanna.

Tiga Rumah Jadi Fokus Operasi

Angkatan Laut Thailand menyerang tiga rumah di Ban Nong Ri, yang menjadi pusat kegiatan pasukan Kamboja. Thailand menilai Kamboja telah menguasai wilayah itu secara ilegal selama lebih dari 40 tahun. Ban Nong Ri berbatasan langsung dengan Provinsi Pursat di Kamboja. Berdasarkan citra udara, Kamboja menempatkan pasukan tambahan dan persenjataan, termasuk sniper dan peluncur roket ganda.

“Pendudukan ini mengancam keamanan Thailand,” ujar Juru Bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Paraj Ratanajaipan.

Ia menegaskan operasi ini mengusir pasukan Kamboja dan menegaskan kedaulatan Thailand.

Baku Tembak Menggema hingga Kota Trat

Baku tembak berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, dan suara tembakan terdengar hingga pusat Kota Trat. Relawan pertahanan desa, Somchai Chaivej, melaporkan ledakan besar disusul belasan tembakan. Meski menghadapi bahaya, warga tetap bersemangat menghadapi bentrokan.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Meski bentrokan serius, semangat warga tetap tinggi karena mereka terbiasa hidup di perbatasan,” ujar Somchai, yang bertahan di bunker desa sementara keluarganya mengungsi sejak Senin (7/12/2025).

Otoritas Provinsi Trat meminta warga di desa Bo Rai, Khlong Yai, dan sebagian Distrik Muang untuk mengungsi. Namun beberapa warga tetap tinggal, seperti petani Thittapha Nualwilai, yang masih menyadap getah karet demi kebutuhan keluarganya.

“Saya paham bahayanya, tetapi kebutuhan tidak pernah berhenti. Saya berharap bentrokan ini cepat berakhir,” ujarnya

Thailand mendapat keuntungan simbolis dan strategis karena operasi ini menegaskan kedaulatan wilayahnya. Namun masyarakat sipil menanggung risiko nyata kehilangan tempat tinggal sementara, terganggunya aktivitas ekonomi, dan trauma akibat bentrokan bersenjata. Di sisi Kamboja, pasukan yang memperkuat wilayah juga menanggung kerugian logistik dan risiko korban.

Refleksi dan Sindiran Ringan

Ketegangan di perbatasan menunjukkan bahwa ketika politik dan klaim wilayah bertemu kehidupan warga sehari-hari, yang paling dirugikan selalu mereka yang hanya ingin hidup normal. Di medan konflik, kedaulatan dan kebutuhan sehari-hari sering berjalan tidak seiring, sementara penguasa berperang di atas peta, warga tetap berjuang di bawah realita. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

by teguh
Juni 10, 2026

Konflik pusaka Karaton Solo kembali mencuat. Benarkah pusaka milik raja atau dinasti? ini seakan menjadi akar legitimasi yang belum selesai....

Next Post
Slow Morning, Hidup Lebih Waras

Slow Morning, Hidup Lebih Waras

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id