Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Terpidana Mati Pulang ke Inggris: Di Tukar Dengan Apa?

by sigit
November 7, 2025
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lindsay Sandiford (68), warga Inggris yang sempat menanti ajal di sel maut Lapas Kerobokan, akhirnya meninggalkan Bali, Jumat (7/11/2025) dini hari. Tapi bukan menuju tiang eksekusi melainkan menuju rumah. Pemerintah Indonesia resmi menyerahkan Sandiford dan satu narapidana seumur hidup, Shahab Shahabadi (35), kepada otoritas Inggris.


Langit dini hari di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih gelap ketika dua narapidana itu diberangkatkan. Sandiford, yang dijatuhi hukuman mati pada 2013 karena menyelundupkan 4,8 kilogram kokain, kini resmi berada di bawah yurisdiksi Inggris negara yang sudah menghapus hukuman mati sejak 1965.

“Tidak (dieksekusi). Inggris tidak mengenal hukuman mati,” tegas Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, di Lapas Kerobokan, Kamis (6/11/2025) malam.

Pemulangan ini bukan keputusan tiba-tiba. Pada 21 Oktober 2025, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri Inggris, menandatangani kesepakatan “pengaturan praktis” pemindahan tahanan. Yusril menyebut langkah ini didorong pertimbangan kemanusiaan.

“Indonesia memandang penting kerja sama internasional yang mengedepankan kemanusiaan, terutama bagi warga negara asing yang menghadapi kondisi kesehatan berat selama masa pidana,” ujar Yusril.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Meski berstatus terpidana mati, Sandiford kini akan menghadapi proses hukum lanjutan di Inggris tanpa ancaman eksekusi. Pemerintah Inggris menegaskan, semua tahanan yang dipulangkan akan tetap diawasi sesuai prosedur hukum mereka.

Bagi pembaca, berita ini penting bukan sekadar soal satu narapidana yang lolos dari peluru, tapi tentang bagaimana negara menempatkan hak hidup sebagai nilai yang tak bisa dinegosiasikan. Di tengah dunia yang masih membenarkan hukuman mati, keputusan ini menantang kita berpikir ulang apakah keadilan memang harus selalu berakhir dengan kematian?


Kadang, pengampunan justru datang bukan dari palu hakim, tapi dari keberanian negara untuk memilih sisi kemanusiaan. Jadi, siapa sebenarnya yang lebih “beradab”yang menghukum sampai mati, atau yang memberi kesempatan untuk menebus hidup? (red)

Tags: Inggris

Kamu Melewatkan Ini

Pulang untuk Mengubah Nasib: Rambu dan Mimpi yang Tidak Dijual ke Luar Negeri

Alumnus LPDP Pulang: Rambu Asana, Mimpi yang Tidak Dijual ke Luar Negeri

by teguh
April 6, 2026

Tabooo.id: Life - Pagi di Sumba tidak selalu terasa hangat. Sering kali, matahari datang bersama kenyataan pahit anak-anak berangkat sekolah...

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

by teguh
April 4, 2026

Tabooo.id: Nasional - Kalau kamu perempuan di bidang STEM dan masih ragu melangkah lebih jauh, ini bisa jadi momen yang...

Kuliah Ke Inggris Gratis: Perempuan STEM Berani Daftar?

Kuliah Ke Inggris Gratis: Perempuan STEM Berani Daftar?

by teguh
April 3, 2026

Tabooo.id: Life - Di banyak ruang kelas, perempuan sering duduk di barisan depan. Nilainya tinggi, ambisinya jelas. Tapi begitu bicara...

Next Post
Tiga Zona Megathrust Siaga: Indonesia Duduk di Atas “Bom Waktu” Tektonik

Tiga Zona Megathrust Siaga: Indonesia Duduk di Atas “Bom Waktu” Tektonik

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id