Oleh: J.E., CEO of Tabooo Network Indonesia
Tabooo.id: From the Desk of the CEO – Tabooo.id mulai membedah pemikiran tokoh besar. Ini bukan sekadar kami menyajikan berita, tapi pada cara memahami realita.
Hal ini dikarenakan kita hidup di zaman paling “pintar” dalam sejarah. Semua informasi ada di tangan kita. Tapi ironisnya, pemahaman justru makin dangkal.
Kita scroll, kita baca headline, kita share. Tapi kita jarang berhenti untuk benar-benar berpikir.
Ini Bukan Kritik ke Pembaca
Kita tidak bodoh. Hanya terlalu cepat dan terbiasa menerima potongan realita, bukan keseluruhan makna.
Informasi pun kita konsumsi layaknya fast food, dengan cepat, enak, tapi dangkal. Padahal dunia tidak sesederhana itu.
Dan media, sadar atau tidak, sering ikut mempercepat kebiasaan itu.
Tabooo.id Tidak Mau Ambil Bagian dari Masalah
Sejak awal, Tabooo.id berdiri bukan untuk menenangkan. Kami berdiri untuk membangunkan.
Kami melihat satu risiko yang jarang dibicarakan. Ketika media hanya memberi informasi tanpa kedalaman, media ikut membentuk masyarakat yang mudah diarahkan. Yang dangkal selalu lebih mudah dimanipulasi.
Dan itu bukan sesuatu yang bisa kita anggap sepele.
Kenapa Kita Masuk ke Pemikiran Tokoh Besar?
Kita sering membahas peristiwa, memperdebatkan kebijakan.
Kita sibuk dengan apa yang terlihat di permukaan. Tapi kita jarang menyentuh akar. Apalagi membahas ide yang melahirkan semua itu. Padahal Ketika sistem belum ada, selalu ada cara berpikir yang membentuknya.
Jika kita tidak memahami cara berpikir itu. Selanjutnya, kita hanya sekadar mrnjadi penonton dari pola yang terus berulang.
Kita Mulai dari Tan Malaka
Kami memilih Tan Malaka bukan karena dia populer. Melainkan karena ia mengguncang cara berpikir.
Melalui Madilog, dia tidak sekadar menulis buku. Dia menantang fondasi cara kita memahami realita.
Tan Malaka mengajak kita melihat bahwa realita itu nyata, tapi cara kita membaca realita sering kali penuh bias, asumsi, dan warisan pola pikir lama. Di situlah ketidaknyamanan akan mulai terasa.
Tabooo.id Bukan Lagi Menyajikan Konten
Mulai sekarang, Tabooo.id tidak hanya akan menyajikan berita atau opini. Kami akan masuk secara mendalam, lebih tajam, dan jujur.
Tabooo.id akan membedah pemikiran tokoh-tokoh besar secara berseri. Kami tidak akan berhenti di permukaan, tapi masuk ke cara berpikir, konflik ide, dan relevansi mereka dengan hidup kita hari ini.
Perubahan ini sesuai filosofi kami, media bukan hanya menyampaikan realita. Tapi membentuk cara kita memahami realita.
“Kita pikir kita melihat realita, padahal, kita cuma melihat pantulannya.” (J.E.)
Memahami Ide di Balik Realita
Jika kita terus hidup di permukaan, kita akan terus mudah diarahkan, terus sekadar mempercayai narasi tanpa sadar. Kita akan ikut arus tanpa tahu siapa yang menggerakkan.
Ketika kita mulai memahami ide di balik realita, kita mulai melihat pola. Dan saat kita melihat pola, kita tidak lagi membiarkan siapa pun mengendalikan kita. Sebenarnya, masalahnya sederhana.
Namun, justru di titik sederhana itu, banyak dari kita memilih berhenti. Karena tidak semua orang benar-benar ingin sampai ke sana.
Saatnya Tabooo.id Bersikap
Kami sadar langkah ini tidak mudah. Konten seperti ini tidak selalu viral, ringan, dan mungkin jarang disukai. Tapi kami juga sadar satu hal. Jika semua media memilih aman, maka tidak ada yang benar-benar jujur.
Langkah ini bukan sekadar strategi konten, tapi sebuah sikap.
Kita Mau Tetap Nyaman, atau Mulai Sadar?
Mulai sekarang, Tabooo.id akan berubah. Bukan hanya lebih dalam, tapi lebih jujur.
Karena pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apa yang sedang terjadi. Tapi, yang lebih penting, kenapa kita percaya pada apa yang kita percaya. Lebih jauh lagi, apakah kita benar-benar berpikir, atau kita hanya merasa sudah berpikir?
Lalu, kita siap tidak untuk mulai benar-benar berpikir? @tabooo







