Tabooo.id: Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan. Langkah ini menyusul penolakan menu MBG berisi lele mentah di sejumlah sekolah. Penutupan bertujuan memastikan semua makanan yang disajikan aman dan bergizi bagi ribuan siswa dan penerima manfaat lain.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan, “SPPG akan kembali beroperasi setelah evaluasi, pembinaan, dan perbaikan selesai.” Penutupan ini menyusul penolakan 1.022 porsi lele mentah di SMA 2 Pamekasan.
Pembinaan dan Perbaikan Sistem Operasional
Selama penghentian, tim SPPG memperbaiki prosedur pengolahan makanan agar sesuai standar gizi dan keamanan pangan. Dony menekankan, tujuan utama perbaikan adalah memastikan semua siswa menerima makanan sehat. Selain itu, langkah ini memulihkan kepercayaan sekolah dan orang tua terhadap program MBG.
Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele mentah atau lele marinasi bertujuan menjaga kandungan gizi sekaligus menambah protein.
“Lele dimarinasi agar gizinya tidak berkurang dan dapat bertahan satu hari,” jelasnya.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani 3.329 penerima manfaat, mulai dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Tantangan Program MBG dan Respons Publik
Penolakan menu lele mentah memperlambat distribusi makanan. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan publik soal pengawasan dan prosedur keamanan pangan. Program MBG memang menghadapi dilema: lele sebagai sumber protein lokal murah dan bergizi, tetapi pengolahan yang salah menimbulkan risiko kesehatan.
Selain risiko, insiden ini mengancam kepercayaan masyarakat terhadap program gizi nasional. BGN pun menghadapi tekanan untuk menjaga konsistensi kualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Pelajaran untuk Program Gizi Nasional
Bagi warga Pamekasan dan orang tua, insiden ini mengingatkan bahwa pemantauan gizi bukan soal angka atau kuota semata. Penutupan sementara SPPG memberi kesempatan memperbaiki sistem, menyempurnakan menu, dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Di balik menu lele mentah, tersimpan pesan sederhana namun penting program gizi mungkin terlihat sederhana, tapi implikasinya terhadap kesehatan, kepercayaan publik, dan citra lembaga sangat kompleks. @dimas




