Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sempat Hidup, Hiu Tutul 7 Meter Mati Usai Terdampar di Parangkusumo

by dimas
Oktober 18, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Hiu tutul sepanjang sekitar tujuh meter terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul. Sempat hidup saat ditemukan, satwa itu akhirnya mati. BKSDA menelusuri identitas dan penyebabnya.

Tabooo.id: Yogyakarta – Seekor hiu tutul sepanjang sekitar tujuh meter terdampar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). Petugas Satgas Linmas Jogo Segoro memulai evakuasi sejak pagi. Namun, air laut yang surut menghambat upaya mereka.

Warga pertama kali menemukan hiu itu dalam kondisi hidup. Arief kemudian menerima informasi dari BKSDA Yogyakarta bahwa satwa tersebut telah mati.

Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro, Muhammad Arief Nugraha, menjelaskan bahwa petugas belum bisa mendorong hiu itu ke arah selatan karena kondisi pantai.

“Kalau untuk evakuasi, tadi sudah kita lakukan sejak pagi. Akan tetapi, karena pantai surut, jadi tidak bisa didorong ke selatan,” ujarnya.

BKSDA Periksa Hiu yang Terdampar

Arief belum mengetahui penyebab hiu itu terdampar. BKSDA Yogyakarta masih memeriksa satwa tersebut untuk memastikan jenisnya.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

“Info terakhir ini tadi sudah dicek dari BKSDA, bahwasanya hiu tersebut sudah mati. Terus kalau untuk terdamparnya, kenapa belum tahu. Tapi saat tadi pertama kali ditemukan, itu masih hidup, tapi untuk sekarang sudah mati,” tambahnya.

Arief memperkirakan panjang hiu tersebut mencapai tujuh meter. Ia belum mengetahui jenisnya secara pasti.

“Untuk ukurannya sekitar 7 meter,” katanya.

Arief menjelaskan bahwa BKSDA masih meneliti identitas hiu itu.

“Masih diteliti BKSDA, kalau untuk jenisnya kurang paham jenis pastinya, tapi sepertinya hiu tutul,” jelasnya.

BKSDA Identifikasi Hiu Paus

Kepala Seksi KSDA Wilayah I BKSDA Yogyakarta, Wahyu Tri Kuncara, menyampaikan hasil identifikasi sementara. Ia menyebut satwa tersebut sebagai hiu tutul atau hiu paus (Rhincodon typus).

BKSDA masih perlu menuntaskan pemeriksaan untuk memastikan identitas hiu tersebut. Karena itu, identifikasi awal belum menjadi kesimpulan akhir.

Akun Instagram @merapi_uncover turut mengunggah kondisi hiu di Pantai Parangkusumo. Unggahan itu mencantumkan waktu 07.11 WIB dengan keterangan:

“07:11 kondisi terkini Hiu Terdampar di Pantai Parangkusumo Yogyakarta,” ujarnya.

Penyebab Terdampar Belum Terungkap

Petugas belum mengetahui penyebab hiu itu terdampar. Mereka juga belum menjelaskan faktor yang menyebabkan kematiannya.

Informasi yang tersedia baru memastikan bahwa warga menemukan hiu tersebut dalam kondisi hidup, sedangkan pemeriksaan berikutnya menunjukkan bahwa satwa itu telah mati.

BKSDA perlu menyelesaikan pemeriksaan untuk memperjelas identitas hiu dan kondisi yang menyertai kejadian tersebut. Sampai hasilnya keluar, publik sebaiknya tidak menyimpulkan penyebab terdampar atau kematian satwa itu. @dimas

Tags: Hiu TerdamparHiu TutulParangkusumoYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

by dimas
Oktober 16, 2026

JOFAFEST 6 mengusung tema “Transcend” di Yogyakarta pada 22-24 Oktober 2026, mengajak sineas muda melampaui batas kreativitas melalui film dan...

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

by dimas
Oktober 13, 2026

JABFest 2026 di Yogyakarta menghadirkan seni, buku, film, dan diskusi untuk melawan pendangkalan berpikir serta menjaga ingatan kolektif. Tabooo.id: Yogyakarta...

WJNC 2026: Ketika Wayang Menghidupkan Jalanan Yogyakarta

WJNC 2026: Ketika Wayang Menghidupkan Jalanan Yogyakarta

by dimas
Oktober 8, 2026

WJNC 2026 menghidupkan jalanan Yogyakarta lewat kisah Bethara Gana, budaya wayang, dan kreativitas 14 kemantren dalam perayaan HUT ke-270 Kota...

Next Post
Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Madiun

Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Madiun

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id