Kamis, Oktober 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Malioboro Memanas, Bentrokan Massa dan Polisi Ganggu Aktivitas Kota

by dimas
Oktober 29, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
Malioboro memanas saat bentrokan massa dan polisi pecah di Yogyakarta. Petasan, lemparan batu, dan barikade terbakar mengganggu aktivitas warga serta pedagang.

Tabooo.id – Malam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta berubah menjadi bentrokan pada Rabu (28/10/2026). Suara kembang api, lemparan batu, dan pembakaran barikade mewarnai ketegangan antara massa demonstrasi dan aparat kepolisian di kawasan Malioboro.

Kericuhan bermula di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kemudian menjalar ke Jalan Perwakilan hingga sekitar Simpang Pajaksan. Polisi mengimbau massa melalui pengeras suara sebelum mengerahkan mobil water cannon untuk mendorong mereka mundur.

Di tengah ketegangan, sejumlah pedagang Malioboro memilih menutup toko lebih awal. Mereka menurunkan pintu toko ketika bentrokan masih berlangsung. Situasi ini menunjukkan bahwa kericuhan tidak hanya mempertemukan massa dan aparat, tetapi juga mengganggu aktivitas warga di pusat Kota Yogyakarta.

Bentrokan Menjalar dari DPRD DIY ke Jalan Perwakilan

Di depan Gedung DPRD DIY, massa menembakkan kembang api ke arah halaman kompleks gedung dan berusaha mendobrak gerbang. Situasi memanas ketika massa melemparkan batu serta benda keras ke arah polisi yang bertahan menggunakan tameng.

Massa merusak tempat sampah di pinggir jalan. Mereka kemudian melemparkan pecahannya ke arah petugas. Ketegangan di sekitar gedung legislatif pun berkembang menjadi bentrokan terbuka.

Ini Belum Selesai

Demo BEM Soloraya: Mahasiswa Melawan Lupa, Pemerintah Ditagih Janji

Sumpah Pemuda 2026 di Jogja: Massa Bersatu, Tuntutan Menumpuk

Kericuhan turut melanda Jalan Perwakilan. Di persimpangan tiga jalan tersebut, massa menyerang polisi dari arah utara dan selatan. Petugas kemudian mundur ke arah timur.

Sementara itu, massa membakar kerucut lalu lintas atau traffic cone serta sejumlah barang lain di sekitar Simpang Pajaksan. Mereka juga membakar barikade di kawasan Malioboro.

Menurut kronologi dalam bahan pemberitaan, kericuhan di Malioboro masih berlangsung hingga pukul 18.45 WIB. Bentrokan di titik lain berlanjut hingga sekitar pukul 20.30 WIB dan 21.00 WIB.

Rangkaian kejadian itu memperlihatkan eskalasi di beberapa titik pusat kota. Namun, kronologi yang tersedia belum menjelaskan secara utuh bagaimana bentrokan bermula dan berkembang di setiap lokasi.

Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Memukul Mundur Massa

Polisi lebih dahulu mengimbau massa agar menjaga ketertiban melalui pengeras suara. Namun, rekaman yang menjadi bahan pemberitaan menunjukkan bahwa imbauan tersebut tidak menghentikan kericuhan.

Aparat kemudian mengerahkan mobil water cannon untuk mendorong massa mundur. Polisi bergerak ke arah selatan, menuju Jalan Malioboro, serta ke arah utara.

Di Jalan Perwakilan, petugas menghadapi tekanan dari dua arah. Mereka kemudian mundur ke timur. Sementara itu, jumlah massa di lokasi dilaporkan terus bertambah meskipun aparat berupaya membubarkan kerumunan.

Hingga kini, bahan pemberitaan belum menjelaskan pemicu awal bentrokan, urutan eskalasi secara lengkap, maupun komunikasi antara aparat dan peserta demonstrasi sebelum situasi memburuk.

Informasi mengenai jumlah korban, orang yang diamankan, dan nilai kerusakan juga belum tersedia. Kepolisian dan pihak terkait perlu memberikan keterangan agar publik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dampak peristiwa tersebut.

Pedagang Tutup Toko, Aktivitas Malioboro Terganggu

Dampak bentrokan turut menyentuh kehidupan pedagang di sepanjang Malioboro. Sejumlah pedagang memilih menutup toko lebih awal karena khawatir kericuhan meluas dan mengancam keselamatan.

Pintu-pintu toko disekitar jalan Malioboro dalam keadaan tertutup dan terkunci ketika bentrokan masih berlangsung. Keputusan tersebut menggambarkan kekhawatiran pelaku usaha saat situasi keamanan memburuk.

Malioboro bukan sekadar jalur utama di pusat Yogyakarta. Kawasan ini menjadi tempat pedagang mencari penghasilan, pekerja menjalankan aktivitas, dan wisatawan berkunjung.

Ketika bentrokan mengganggu kawasan tersebut, dampaknya dapat menjalar ke aktivitas ekonomi di luar lingkaran demonstrasi. Pedagang, pekerja, dan pengunjung ikut menghadapi ketidakpastian ketika situasi keamanan memburuk.

Namun, informasi yang tersedia belum menunjukkan besarnya kerugian pedagang maupun durasi gangguan aktivitas secara terukur. Data lapangan dan keterangan langsung dari pelaku usaha masih diperlukan untuk memastikan dampak ekonomi yang sebenarnya.

Ketika Ruang Aspirasi Berubah Menjadi Arena Bentrokan

Demonstrasi merupakan bagian dari hak warga untuk menyampaikan pendapat. Namun, pelemparan benda keras, pembakaran barikade, dan bentrokan di jalan raya menghadirkan risiko bagi peserta aksi, aparat, serta masyarakat di sekitar lokasi.

Di sisi lain, aparat perlu mengendalikan situasi dengan tetap memperhatikan keselamatan publik dan hak warga menyampaikan pendapat secara damai. Setiap tindakan peserta aksi maupun petugas perlu dinilai berdasarkan fakta, prosedur, dan pertanggungjawaban yang jelas.

Kericuhan di Malioboro menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar. Apa yang memicu eskalasi? Bagaimana bentrokan menjalar dari satu titik ke titik lain? Apakah ada korban, dan sejauh mana kerusakan yang terjadi?

Publik membutuhkan kronologi yang utuh serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat. Tanpa penjelasan tersebut, gambaran peristiwa hanya akan berhenti pada rekaman kembang api, lemparan batu, barikade terbakar, dan semburan water cannon.

Peringatan Sumpah Pemuda semestinya mengingatkan masyarakat pada persatuan dan keberanian menyampaikan gagasan. Ketika malam peringatan di Yogyakarta justru berakhir dengan bentrokan, keselamatan warga, kebebasan berpendapat, dan pertanggungjawaban atas tindakan di ruang publik sama-sama membutuhkan kejelasan. @dimas

Tags: DemonstrasiMalioboroSumpah PemudaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Ibu Soed: Perempuan di Balik Semangat Sumpah Pemuda

Ibu Soed: Perempuan di Balik Semangat Sumpah Pemuda

by eko
Oktober 28, 2026

Ibu Soed berkontribusi melalui musik dan lagu anak dalam perjalanan kebudayaan Indonesia. Selain menciptakan lagu populer, Saridjah Niung turut mewarnai...

Sumpah Pemuda: Sejarah Persatuan yang Melampaui Perbedaan

Sumpah Pemuda: Sejarah Persatuan yang Melampaui Perbedaan

by dimas
Oktober 27, 2026

Sumpah Pemuda menjadi tonggak persatuan bangsa. Dari perbedaan identitas, para pemuda pada 1928 merajut satu tanah air, satu bangsa, dan...

Kericuhan Demo Prabowo-Gibran, Malioboro Jadi Arena Kejaran

Kericuhan Demo di DPRD DIY, Massa Berlarian hingga Malioboro

by dimas
Oktober 21, 2026

Kericuhan mewarnai demo dua tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta. Massa berlarian hingga Malioboro saat aparat mengejar demonstran. Tabooo.id - Suara dentuman...

Next Post
Dari Gang Malioboro, Massa Tak Dikenal Picu Kericuhan di DPRD DIY

Dari Gang Malioboro, Massa Tak Dikenal Picu Kericuhan di DPRD DIY

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id