Kamis, Juni 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Meletus Lagi, Abu 900 Meter Menggantung di Atas Jawa Timur

by teguh
Desember 27, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Semeru Kembali Batuk, Kolom Abu Capai 900 Meter

Tabooo.id: Nasional – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi pada Jumat (26/12/2025) sore, dengan tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mencatat erupsi terjadi pukul 15.27 WIB. Kolom abu terpantau membumbung hingga ketinggian 4.576 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu keluar dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas ini kembali mengingatkan bahwa Semeru masih jauh dari kata tenang.

Aktivitas Terekam Jelas di Seismograf

Letusan tersebut terekam jelas oleh alat pemantau. Seismograf mencatat amplitudo maksimum mencapai 22 mm dengan durasi erupsi selama 108 detik.

Beberapa jam sebelumnya, Semeru juga sudah erupsi. Pada pukul 07.31 WIB, gunung ini meletus dengan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak. Saat itu, amplitudo tercatat 17 mm dengan durasi 98 detik.

Ini Belum Selesai

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Rangkaian erupsi ini menunjukkan aktivitas magma yang masih aktif dan belum stabil, meski tidak disertai awan panas besar.

Status Siaga Masih Berlaku

Hingga saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga. Status ini membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah larangan tegas untuk masyarakat.

PVMBG meminta warga tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Area ini menjadi jalur utama potensi awan panas dan guguran material vulkanik.

Di luar zona tersebut, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Aliran lahar dan awan panas masih berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.

Radius Bahaya Masih Mengancam

Ancaman tidak berhenti di situ. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Semeru. Zona ini rawan lontaran batu pijar yang bisa membahayakan nyawa.

Selain Besuk Kobokan, potensi bahaya juga mengintai aliran sungai lain seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya. Lahar hujan bisa datang tiba-tiba, terutama saat curah hujan meningkat.

Wilayah-wilayah ini biasanya menjadi jalur aktivitas warga, mulai dari pertanian hingga penambangan pasir. Di sinilah dilema muncul antara kebutuhan ekonomi dan keselamatan.


Siapa Paling Terdampak?

Warga di lereng Semeru menjadi kelompok paling rentan. Aktivitas harian mereka kembali terbatasi, sementara sektor informal seperti penambang pasir dan petani harus menahan diri.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan aparat kebencanaan diuntungkan dari sistem pemantauan yang semakin matang. Data real-time membantu mereka bergerak lebih cepat, meski keputusan di lapangan tetap tidak mudah.


Semeru kembali memberi peringatan, bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihormati. Pertanyaannya, apakah manusia akan lebih disiplin menjaga jarak, atau kembali lupa begitu abu mereda?. @teguh

Tags: erupsigunungHujanLaharMitigasiPetugasPVMBGsemeru

Kamu Melewatkan Ini

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

by teguh
April 30, 2026

Penjara seharusnya membatasi, bukan memberi privilese. Namun di Lapas Kelas IIB Blitar, oknum petugas justru membuka “akses nyaman” bagi tahanan...

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pada 10/04/2026, dunia menandai 211 tahun sejak puncak letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Banyak orang mengenangnya...

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi belum sepenuhnya terang di Lumajang. Namun Gunung Semeru sudah lebih dulu memberi kabar lewat letusan berulang....

Next Post
Bareskrim Polri Pulangkan 9 PMI Korban TPPO dari Kamboja

Bareskrim Polri Pulangkan 9 PMI Korban TPPO dari Kamboja

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id