• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Semeru Empat Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Maret 12, 2026
in News, Regional
A A
Semeru Empat Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Gunung Semeru memuntahkan letusan setinggi 600 meter di atas puncak, Kamis (12/3/2026), terlihat kolom abu putih-kelabu menjulang ke langit. (Foto: PVMBG)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat empat kali erupsi, Kamis (12/3/2026) pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.27 WIB. Namun petugas tidak dapat mengamati visual letusan karena kondisi gelap dan tertutup kabut.

RelatedPosts

Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

Empat menit kemudian, tepatnya pukul 00.31 WIB, Semeru kembali meletus. Letusan kedua juga tidak terlihat secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Aktivitas vulkanik baru terlihat jelas menjelang pagi. Pada pukul 05.28 WIB, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu kembali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.

Letusan Terjadi Beruntun

Tidak lama setelah letusan ketiga, Semeru kembali memuntahkan material vulkanik. Pada pukul 05.46 WIB, gunung itu kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak.

Meski tidak sebesar letusan sebelumnya, aktivitas ini menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam perut gunung masih aktif.

Semeru memang dikenal sebagai gunung api dengan aktivitas erupsi yang relatif sering. Namun setiap peningkatan aktivitas tetap memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Status Siaga Masih Berlaku

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan potensi erupsi masih cukup tinggi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar gunung.

PVMBG melarang warga melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Kawasan ini menjadi jalur utama aliran awan panas dan material vulkanik saat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terkena aliran lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini rawan terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.

Ancaman Awan Panas dan Lahar

Selain lontaran material vulkanik, warga juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan.

Ancaman tersebut dapat mengalir melalui sejumlah sungai yang berhulu langsung dari puncak Semeru.

Beberapa jalur yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan juga berpotensi membawa lahar jika hujan turun di kawasan puncak.

Bagi masyarakat di Lumajang dan wilayah sekitarnya, aktivitas Semeru bukan sekadar fenomena alam. Gunung ini berada sangat dekat dengan permukiman dan lahan pertanian warga.

Karena itu setiap erupsi selalu membawa dua rasa sekaligus: kagum pada kekuatan alam, dan cemas pada kemungkinan bencana.

Di kaki gunung, kehidupan tetap berjalan. Namun setiap kali Semeru batuk dan memuntahkan abu, satu pertanyaan selalu muncul di benak warga: seberapa lama gunung ini akan terus bersuara? @dimas

Tags: AlamAwan PanasBahayabencanaerupsiGunung SemeruInfoJawa TimurLaharLetusanPVMBGsiagaTerdampakVulkanikWarga
Next Post
Serangan Gabungan Iran dan Hizbullah Mengguncang Israel

Serangan Gabungan Iran dan Hizbullah Mengguncang Israel

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OnePlus 15T Rilis: Baterai 7.500 mAh, HP Tahan 40 Jam Nonstop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.