Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sebelum Tiga Puluh: Ambisi atau Ilusi Sukses di Usia Muda?

by jeje
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film Sukses sebelum usia 30 sering terdengar seperti target pribadi. Tapi, pernah kepikiran kalau itu juga bisa jadi tekanan sosial? Film Sebelum Tiga Puluh mencoba membuka realita itu, bukan sekadar mimpi yang terlihat indah.

Proyek Baru, Cerita Lama yang Terasa Dekat

Rumah produksi HAHA Production resmi mengumumkan film terbaru mereka berjudul Sebelum Tiga Puluh. Proyek ini dijadwalkan memulai syuting pada 2 April 2026 di Jakarta dan Singkawang.

Menariknya, film ini mempertemukan dua aktor untuk pertama kalinya, yaitu Chicco Kurniawan dan Nadya Arina. Keduanya dipercaya membawa cerita yang diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan hidup, ambisi, dan literasi keuangan.

Namun, ini bukan sekadar film drama biasa.

Dunia Investasi yang Jarang Disentuh Film Indonesia

Sutradara Danial Rifki melihat proyek ini sebagai sesuatu yang berbeda. Ia tidak hanya ingin menyampaikan cerita perjuangan, tapi juga memperkenalkan dunia investasi yang selama ini jarang disentuh perfilman Indonesia.

Ini Belum Selesai

Sate Kere: Saat Kemiskinan Menjadi Warisan Rasa

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

“Visi pribadi saya, film itu media yang mengubah hidup. Ketika datang proyek ini, saya lihat ceritanya life-changing banget,” ujar Danial.

Ia bahkan harus melakukan riset mendalam untuk memahami dunia investasi. Hal ini menunjukkan bahwa film ini mencoba melampaui drama konvensional.

Masalahnya, tidak banyak film Indonesia yang berani masuk ke ranah ini. Padahal, isu finansial justru sangat dekat dengan kehidupan anak muda hari ini.

Karakter Ivan: Ambisi Tanpa Kata Menyerah

Chicco Kurniawan memerankan tokoh utama bernama Ivan. Sosok ini digambarkan sebagai pribadi ambisius yang tidak mengenal kata gagal.

Menurut Chicco, kegagalan bagi Ivan bukan soal jatuh, tapi soal berhenti.

“Ivan itu orang yang enggak mau gagal. Gagal itu kalau dia berhenti,” kata Chicco.

Untuk mendalami peran ini, ia bahkan bertemu langsung dengan sosok asli yang menjadi inspirasi cerita. Dari sana, ia memahami cara berpikir dan keyakinan karakter yang ia mainkan.

Di titik ini, film mulai terasa personal. Bukan hanya soal cerita, tapi soal bagaimana seseorang memaknai kegagalan.

Nadya Arina dan Tantangan yang Tidak Biasa

Sementara itu, Nadya Arina memerankan Clara. Baginya, film ini terasa dekat karena ia juga sedang berada di fase menuju usia 30 tahun.

Namun, tantangan terbesar bukan pada emosi, melainkan fisik.

Ia harus belajar menjadi mermaid untuk kebutuhan adegan tertentu. Proses ini melibatkan teknik khusus untuk bergerak di dalam air sekaligus menciptakan efek visual yang meyakinkan.

“Cukup capek, tapi menarik,” ungkap Nadya.

Lebih dari itu, ia melihat film ini sebagai pengingat bahwa kemandirian dan keberanian menghadapi kegagalan adalah hal penting.

Bukan Sekadar Film, Tapi Cermin Tekanan Generasi

Di balik semua proses produksi dan cerita yang diangkat, Sebelum Tiga Puluh sebenarnya menyentuh sesuatu yang lebih dalam.

Film ini berbicara tentang tekanan tak terlihat yang sering dirasakan generasi muda. Tentang target usia, standar sukses, dan rasa takut tertinggal.

Ironisnya, banyak orang mengejar sukses sebelum 30 tanpa benar-benar tahu definisinya sendiri.

Di sinilah film ini jadi relevan. Ia tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga refleksi.

Kenapa Ini Penting Buat Kamu?

Karena cerita seperti ini bukan fiksi semata. Ini realita yang mungkin sedang kamu jalani.

Ambisi, kegagalan, dan tekanan sosial bukan lagi isu personal. Itu sudah jadi fenomena generasi.

Dan lewat film ini, pertanyaannya jadi lebih jelas:
Apakah kamu mengejar sukses karena ingin, atau karena merasa harus?

Penutup

Sebelum Tiga Puluh mencoba membuka ruang diskusi yang jarang disentuh. Tentang sukses, gagal, dan standar hidup yang sering kita telan mentah-mentah.

Karena pada akhirnya, mungkin masalahnya bukan pada usia 30.

Tapi pada cara kita memaknai hidup sebelum sampai ke sana.

Tags: FilmDramafilmindonesiagenerasimudaInvestasi

Kamu Melewatkan Ini

KPK Diundang Sebelum Duit Hilang, Lawan Korupsi atau Sekedar Antisipasi?

KPK Diundang Sebelum Duit Hilang, Lawan Korupsi atau Sekedar Antisipasi?

by teguh
Juni 30, 2026

Indonesia sudah terlalu akrab dengan satu pola lama. Proyek berjalan, anggaran mengalir, masalah muncul, lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang...

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

by teguh
Juni 30, 2026

Pemerintah mulai memperkuat benteng antikorupsi sebelum proyek-proyek hilirisasi bergulir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk...

IHSG Menguat Tipis, Tapi Ancaman Global Makin Tebal

IHSG Menguat Tipis, Tapi Ancaman Global Makin Tebal

by eko
April 29, 2026

IHSG memang menguat pagi ini. Tapi jangan salah baca arah. Dunia masih panas, risiko belum reda, dan investor memilih menahan...

Next Post
Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id