Tabooo.id: Sports – Lampu Stadion Rajamangala perlahan meredup. Api obor yang selama 11 hari menyala penuh gengsi akhirnya padam. Sabtu (20/12/2025) malam WIB, SEA Games 2025 resmi berakhir. Sorak penonton memang tak seramai pembukaan, namun rasa lelah, bangga, dan haru justru terasa lebih jujur di malam penutupan.
Pesta Terakhir di Rajamangala
Panitia menyajikan upacara penutupan SEA Games 2025 secara sederhana, tetapi tetap hangat dan penuh warna. Meski banyak kursi kosong di tribune karena sebagian atlet dan ofisial sudah lebih dulu pulang atmosfer pesta olahraga Asia Tenggara tetap hidup. Kembang api menyala di langit Bangkok. Tarian tradisional, marching band, hingga penampilan bintang pop lokal mengiringi perayaan terakhir.
Kontingen Indonesia tetap membawa cerita sendiri. Pada momen ini, atlet ice skating putri Kierana Alexandra Laut mengibarkan Merah Putih sebagai pembawa bendera. Langkah Kierana terasa tenang, namun sarat makna. Di balik kibaran bendera itu, publik melihat rangkuman perjuangan ratusan atlet Indonesia selama 11 hari kompetisi.
Apresiasi dari Tuan Rumah
Di atas panggung utama, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn menyampaikan rasa terima kasih. Ia menilai SEA Games 2025 berjalan lancar berkat kolaborasi lintas sektor.
“Kami menerima kerja sama luar biasa dari pemerintah, staf, serta masyarakat Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Dukungan lembaga publik dan swasta juga sangat besar,” ujar Atthakorn, dikutip dari CNA.
Pernyataan itu menegaskan satu hal SEA Games 2025 bukan hanya panggung atlet, tetapi juga cermin kerja kolektif tuan rumah.
Api Padam, Estafet Berpindah
Setelah sambutan tersebut, Wakil Perdana Menteri Thailand Thamanat Prompow menutup SEA Games 2025 secara resmi. Ia memadamkan api obor sebagai simbol berakhirnya kompetisi. Selanjutnya, panitia menyerahkan bendera SEA Games kepada Malaysia. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Mohammed Taufiq bin Johari menerima bendera itu sebagai tanda kesiapan menjadi tuan rumah berikutnya.
Momen ini menandai perpindahan harapan. Bangkok menutup bab, Kuala Lumpur mulai membuka halaman baru.
Nada Terakhir dan Harapan Baru
Suasana penutupan mencapai puncaknya saat Daou Pittaya dan Kratae menyanyikan We Are The Champions dan Can’t Stop The Feeling. Lagu-lagu itu merangkum segalanya kemenangan, kegagalan, air mata, dan mimpi yang belum selesai.
SEA Games 2025 pun resmi berakhir. Namun bagi Indonesia, ajang ini meninggalkan lebih dari sekadar klasemen. Atlet-atlet Merah Putih membawa pulang pelajaran tentang konsistensi, mental tanding, dan keberanian menghadapi tekanan.
Selanjutnya, Asia Tenggara menatap SEA Games 2027 di Kuala Lumpur pada 18–29 September 2027. Api memang padam di Rajamangala. Namun semangat bertanding justru mulai menyala di tempat lain. @teguh




