• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Jumat, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Bisnis

Rupiah Bangkit Diam-Diam: Saat Dunia Ribut, Indonesia Justru Untung

April 2, 2026
in Bisnis, News
A A
Rupiah Bangkit Diam-Diam: Saat Dunia Ribut, Indonesia Justru Untung

Petugas Bank menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS. (Foto:Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada Kamis pagi. Mata uang Garuda naik 1 poin atau 0,01 persen ke Rp16.982 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.983.

Penguatan ini muncul di tengah kombinasi sentimen domestik yang solid dan tekanan global yang mulai mereda.

Surplus Perdagangan Dorong Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menegaskan surplus perdagangan menjadi faktor utama yang menopang rupiah.

“Surplus perdagangan meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dari 0,95 miliar dolar AS. Penurunan impor migas mendorong kenaikan ini,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan tersebut. Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026.

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, total surplus mencapai 2,23 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal tetap terjaga.

Inflasi Melambat, Stabilitas Terjaga

Selain itu, inflasi ikut memberi ruang bagi penguatan rupiah. Pada Maret 2026, inflasi turun ke 3,48 persen (yoy) dari sebelumnya 4,76 persen.

Angka tersebut sudah masuk dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5–3,5 persen.

Penurunan harga emas dan meredanya efek basis rendah mendorong perlambatan inflasi. Kondisi ini membantu menjaga daya beli sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

Sentimen Global Masih Jadi Penentu

Di sisi lain, pasar tetap mencermati dinamika global. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Iran meminta gencatan senjata. Namun, juru bicara Kemlu Iran, Esmaeli Baqaei, langsung membantah klaim tersebut.

Meski muncul perbedaan pernyataan, pasar tetap menyimpan harapan terhadap meredanya konflik. Harapan ini ikut menopang sentimen positif global.

Data Ekonomi AS Beri Sinyal Campuran

Dari Amerika Serikat, sejumlah indikator menunjukkan arah yang beragam.

Data ADP Employment naik ke 62 ribu pada Maret 2026, melampaui ekspektasi 40 ribu. Namun, angka ini sedikit turun dari periode sebelumnya.

Penjualan ritel juga pulih. Angkanya tumbuh 0,6 persen (mom) pada Februari 2026, lebih tinggi dari proyeksi pasar.

Sementara itu, sektor manufaktur bergerak tidak seragam. PMI manufaktur S&P Global turun tipis dari 52,4 ke 52,3. Sebaliknya, indeks ISM naik dari 52,4 ke 52,7.

RelatedPosts

Trump Naikkan Taruhan, Dunia Ikut Dipertaruhkan

Ular Berbisa Nyelonong ke Gerbong KA Kertanegara: Panik, Siapa yang Lalai?

Proyeksi Rupiah

Dengan kondisi tersebut, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan global dan perkembangan geopolitik. Kedua faktor ini akan menentukan langkah rupiah selanjutnya.@eko

Tags: BIBisnisDollarInflasiKeuanganMenguatNilai TukarRupiah
Next Post
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Rakyat Menilai: Hukum atau Drama?

Recommended

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

Maret 27, 2026
Kata yang Tak Bisa Ditarik Kembali di Ketinggian 30 Ribu Kaki

Kata yang Tak Bisa Ditarik Kembali di Ketinggian 30 Ribu Kaki

April 1, 2026

Popular News

  • Satu Juta Pasukan Iran Siaga, AS Dihantui “Neraka Darat”

    Satu Juta Pasukan Iran Siaga, AS Dihantui “Neraka Darat”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Abu ke Perang: Tahun-Tahun Gelap Kerajaan Mataram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentol: Murah di Harga, Mahal di Rasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembantaian Ulama di Era Amangkurat I: Fakta Sejarah atau Narasi yang Dibesar-besarkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak Tantrum Saat Gadget Diambil? Ini yang Terjadi di Otaknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.