• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Talk

Runtuhnya Mushalla, Runtuh Pula Nalar Keadilan Kita?

Oktober 13, 2025
in Talk
A A
Runtuhnya Mushalla, Runtuh Pula Nalar Keadilan Kita?

Tim INAFIS bersama Ditreskrimsus Polda Jatim memasang garis polisi untuk melakukan olah TKP bangunan mushala yang ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Talk – Ketika mushalla di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, runtuh pada akhir September lalu, jagat digital langsung berubah jadi ruang sidang. Semua orang jadi jaksa, hakim, sekaligus algojo. Tapi di tengah kebisingan “tuntutan keadilan”, siapa yang masih bicara soal kearifan?

Prof Mahfud MD sempat menulis di media sosial: penegakan hukum itu bukan cuma soal keadilan, tapi juga soal kebijaksanaan. Ia tahu betul, pesantren bukan proyek instan yang bisa selesai dengan satu kali transfer dana. Bangunannya tumbuh seperti keikhlasan sedikit demi sedikit, kadang cuma cukup buat satu lantai. Tapi ketika musibah datang, semua orang maunya satu hal: cari siapa yang salah.

Padahal, keadilan restoratif konsep hukum yang menekankan pemulihan, bukan pembalasan bisa jadi jalan tengah. Dalam logika ini, hukum tak sekadar menghukum, tapi menyembuhkan. Polisi pun sudah punya jalur untuk itu lewat Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021. Intinya, tak semua masalah harus diselesaikan di pengadilan. Ada ruang musyawarah, ada jalan maaf, ada kesempatan memperbaiki tanpa mempermalukan.

RelatedPosts

Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

Tahanan Rumah untuk Pejabat, Ujian Konsistensi Penegakan Hukum

Namun, di era algoritma, ruang itu nyaris hilang. Media sosial menuntut kepastian cepat, bukan kebijaksanaan panjang. Siapa pun yang mencoba bicara tentang kearifan dianggap membela yang salah. Padahal, apa yang viral belum tentu benar, dan apa yang benar belum tentu viral.

Seperti kata Prof Mas’ud Said, konflik di masyarakat majemuk itu tak bisa dihapus, hanya bisa dikelola. Begitu juga keadilan. Ia bukan hitam putih, tapi mozaik antara hukum dan hati. Lihatlah Surabaya: kota yang bisa menertawakan perbedaan tanpa saling meniadakan. Orang Madura dan Tionghoa di Kembang Jepun bisa kerja bareng sambil bercanda kasar tapi justru di situ harmoni hidup.

Tags: hukumdanhatikeadilanrestoratifkeadilansosialkearifanlokalmahfudmdmusyawarahrestorativejustice
Next Post
30 Persen Medali dari Bela Diri: Kudus Jadi Bukti, Bukan Janji

30 Persen Medali dari Bela Diri: Kudus Jadi Bukti, Bukan Janji

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OnePlus 15T Rilis: Baterai 7.500 mAh, HP Tahan 40 Jam Nonstop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah iPhone Bisa Jadi Mesin EDC?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.